Hanya Taeyeon yang tampak tidak terkesan dengan kedatangan Yeri.
Sementara Jungkook mematung di tempatnya, pikirannya mengira-ngira apakah istrinya sehat-sehat saja, ia tampak agak pucat danJungkook benar benar khawatir dengan kondisinya.
Solomon yang berada di dekat tangga juga tampak sangat terkejut, hampir sama seperti Jungkook, ketika tahu kalauYeri akan lebih dulu datang menemui Jungkook.
Apa itu tandanya Yeri sudah memaafkan Jungkook?
Jungkook berputar sedikit dan menyuruh Taeyeon untuk secepatnya pergi dari rumahnya kemudian melangkah panjang mendekati istrinya, sekilas melirik perut Yeri dan menyadari perutnya yang makin membesar.
"Kim Yerim?" Jungkook menangkup wajah Yeri dengan tangannya, ibu jarinya bergerak mengelus lembut pipi Yeri, "kau baik-baik saja?"
Yeri tersenyum samar kemudian mengangguk.
Jungkook menarik pinggul Yeri dan memeluknya, tubuh itu kaku.
"Kau yakin baik-baik saja?" Tanya Jungkook kedua kalinya,
Yeri rasanya ingin meledak mendengar pertanyaan itulagi. "Aku baik-baik saja." jawabnya singkat.
“Kau mau ganti baju?” Jungkook bertanya lagi.
“tidak,” Yeri tersenyum, lalu duduk di sofa,
Jungkook agak terkejut dengan reaksi yang tidak biasanya itu. Ia mengamati ekspresi Yeri, berusaha mencari perbedaan,tapi tidak menemukan apa-apa.
Sejenak Jungkook mengatur nafas. Ini saatnya. Kalau ingin memperbaiki hubungannya, ini saatnya.
“Sudah lama sekali aku ingin menemuimu,” dengan hati-hati sekali Jungkook berkata, “aku tidak tahu apakah pagi ini saat yang tepat atau bukan. Dan kapan pun saat yang disebut ‘tepat’ itu, pada akhirnya aku pasti harus bicara. Jadi, tolong dengar semua penjelasanku, Yerim-ah..."
Jungkook tiba-tiba berlutut di hadapan Yeri membuat kerongkongan Yeri tercekat dan tanpa sadar punggungnya mundur, menempel pada sandaran sofa.
"Maafkan aku Yerim-ah,"
"Aku terlalu takut untuk mengatakan aku tidak bersalah saat aku benar-benar tidak bersalah, aku takut kau tidak mempercayaiku dan makin membuatmu sakit. Maafkan tindakan bodohku, harusnya aku mengatakan ini setelah kesalahpahaman itu terjadi, ma...maafkan aku Yerim-ah"
Dada Yeri menyesak. Nafasnya mulai sedikit tersenggal, berusaha menahan untuk tidak menangis. Setiapkata yang diucapkan Jungkook seperti balok beton yang mengimpit dadanya. Dan kepala suaminya yang tertunduk penuh penyesalan itu bagaikan hantaman dari rangkaian balok beton yang menghunjaminya.
Yeri memejamkanmata. Semua yang ia alami dan ia dengar hari ini berada di luar kekuatannya. Bibirnya terkatup rapat. Punggungnya terus menjauh hingga melekat erat pada sandaransofa.
Jungkook mulai membaca gelagat aneh itu. Yeri masih tidak bereaksi. Masih menatap Jungkook dengannanar dan tubuh kaku.
“kau masih butuh waktu untuk sendiri?" Tanya Jungkook sehalus mungkin, "Kalau begitu kau tetap disini, aku yang akan pergi.”
Yeri mengangguk pelan. Masih tanpa suara.
"jangan menangis, Yerim-ah.” Jungkook mengusap air mata Yeri yang sudah jatuh laluberdiri, mengecup kening Yeri, dan beranjak dari sana.
Begitu Jungkook menghilang dari pandangannya. Yeri langsung menghambur masuk, menguncidiri di kamar. Tidak keluar lagi.
---
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr.E
FanficMohon maaf, ini bukan cerita cinta romantis yang kalian dambakan, bukan juga cerita misteri yang mencekam tiada akhir, ini cerita yang menyirat sebuah konspirasi untuk mendapatkan cinta. #1 in jungri 20180922 #1 in kimyerim 20180926 #1 in yeri 20180...
