Dunianya adalah dunia omong kosong.
---
Jungkook tidak bisa mengendalikan pikirannnya lebih lama lagi, Jungkook menghubungi Solomon ketika dia masih berada di dalam mobil di area parkir bawah tanah, hujan masih terdengar deras dengan irama di luar sana.
"Tuan Jeon?" Solomon menjawab pada dering pertama, dan suaranya terdengar terkejut yang Jungkook dengar.
Sudah seharusnya begitu.
"Katakan kau bohong." Kata itu keluar begitu saja dan Jungkook memejamkan matanya, menunggu jawaban Solomon.
Park Solomon diam sejenak. Jungkook bisa mendengar suara musik pelan sebagai latar belakangnya, seperti dia sedang berada di suatu tempat.
"Aku tidak bohong, Tuan. Nona Kim memang tengah mengandung"
Jungkook menghela napas berat, "Bagaimana kau tahu?"
"Akan lebih baik jika kau temui Nona Kim langsung, Tuan."
---
"Nona Kim hamil, selamat Tuan Jeon." Dokter Lee menyalami tangan Jungkook dengan sorot mata berpijar penuh semangat, "kau akan segera memiliki keturunan."
Wajah Jungkook memucat, melihat Yeri terbaring lemas dengan alat bantu nafas dihadapannya, Jungkook tentu sangat merindukan gadis itu. Tapi di dalam benaknya sekarang hanyalah bagaimana cara untuk menghilangkan janin yang dikandungnya.
Janin itu akan menyakiti gadisnya, Janin itu harus sesegera mungkin mati.
"Kalian semua pergi, biar aku yang mengurusnya."
Sejenak semua orang menatap Jungkook kemudian melangkah pergi.
---
Yeri membuka matanya dalam cahaya remang,yang ditemukan pertama kalinya adalah Jungkook yang sedang duduk muram di kursi samping ranjang, sepertinya lelaki
itu sedang menunggunya tersadar.
"Jeon Jungkook?” tanya Yeri lemah, memegang kepalanya dan mengernyit, masih pusing.
Jungkook menatapnya tajam, tampak tidak suka dengan pemandangan Yeri yang mengernyit kesakitan. “Kau hamil,” gumamnya datar.
“hamil?” Yeri terkesiap, "aku hamil katamu?" otomatis langsung memegang perutnya dan menutupinya dengan gerakan melindungi.
Jungkook mengikuti arah pandangan Yeri dan ekspresi wajahnya mengeras. “Kau harus menggugurkannya.”
Kali ini Yeri benar-benar terkejut dengan kata-kata Jungkook sampai hampir terduduk dari ranjang. Tetapi rasa pusing langsung menghantamnya, hingga dia terbaring lagi.
“Apa katamu?!” Yeri menatap Jungkook tak percaya.
Dia tahu lelaki ini memang kejam. Tetapi memintanya untuk mengugurkan kandungan yang adalah darah dagingnya sendiri benar-benar di luar dugaan.
"Janin itu akan menyakitimu!"
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan, Jungkook-ah...."
"Lihat dirimu sekarang! Kau tampak begitu pucat sampai aku hampir tidak mengenalimu!"
"Aku tidak apa-apa, aku akan..."
"Simpan alasanmu, karena aku tidak ingin mendengarnya."
"Jungkook-ah..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr.E
FanfictionMohon maaf, ini bukan cerita cinta romantis yang kalian dambakan, bukan juga cerita misteri yang mencekam tiada akhir, ini cerita yang menyirat sebuah konspirasi untuk mendapatkan cinta. #1 in jungri 20180922 #1 in kimyerim 20180926 #1 in yeri 20180...
