Bruugg...
suara hentakan benda jatuh terdengar sangat keras,
tunggu.
Itu bukan benda,
Itu manusia!
"AAAHH!" seseorang menjerit saat melihat sesosok tubuh manusia menghantam ubin, beberapa orang bernyali memberanikan diri mereka untuk mendekati tubuh naas itu. Jennie Kim – salah satu dari mereka yang mengerubuni- merengkuh pundak tubuh malang itu hingga terlentang, sebagian rambut panjangnya menutupi wajah gadis itu.
"Soo..Soojung, dia Jung Soojung!" pekik Bae Joohyun sambil menunjuk kearah wajah yang tertutup itu, dengan cepat ia memeriksa denyut nadi di lehernya, tangannya melemas "dia... meninggal" kata Joohyun sedikit parau dan gemetar.
"YA! hubungi polisi dan rumah sakit, ppallii!" suara Jennie ikut gemetar.
Joohyun mendongakkan kepalanya ke atap, matanya tidak menemukan satu orang pun diatas sana. "jennie, kumohon padamu untuk tetap menemaninya sampai aku datang, aku akan mencoba mencari pelakunya."
Joohyun berlari sekencang mungkin, ia tak mau kehilangan jejak pembunuh itu. Lorong demi lorong ia lewati, ia melewati tangga karena lift sudah tidak bisa digunakan saat jam pulang . Sebagian lampu lorong kelas sudah dimatikan, membuat penglihatannya sedikit terganggu.
Hari sudah mulai gelap, matahari sudah tidak lagi memancarkan cahayanya, suasana mencekam itu tidak membuat Joohyun menghentikan langkahnya, Jung Soojung, siapa yang membunuhmu? Batin Joohyun cemas.
Terdengar langkah seseorang memasuki ruang kelas, dengan sigap Joohyun memeriksa ruangan tersebut, "Jeon Jungkook?" suaranya masih gemetar. Yang dipanggil menoleh, Jungkook memasukan beberapa barangnya kedalam tas, lalu bergegas pergi, tapi tangannya ditahan kuat oleh Joohyun.
"Kau darimana?" Tanya Joohyun seperti sedang mengintrogasi.
Jungkook terdiam sejenak, "apa urusannya denganmu?"
"Jangan bilang, kau dari atap?" Nadanya terdengar waspada kali ini.
Jungkook menghela napas kasar, "urus saja urusanmu."
"a..ada ya..yang me..me..ninggal di ba..wah sa..naa, di..di..dia Soo..Soojung." kata Joohyun,
Jungkook memalingkan wajahnya ke arah Joohyun, menatapnya dalam dan tajam, lalu melepas cengkraman itu kasar. "Lalu?" tanya jungkook langsung ke inti.
"bantu aku cari pembunuhnya, kali ini saja." Joohyun menatap Jungkook penuh permohonan. Sekali lagi Jungkook menatapnya sebelum benar-benar pergi dari ruang kelas.
---
Jungkook menjatuhkan dirinya keatas sofa begitu ia sampai dikamarnnya, rasa kantuk yang luar biasa itu mengantarnya ke alam bawah sadar, jungkook tertidur, dengan ranselnya yang masih menempel dipundaknya dan dengan seragam lengkapnya yang masih melekat sempurna di badannya.
Pintu kamar besar itu terbuka, Yeri datang dengan nampan besar berisikan sepiring makanan dan segelas air putih, lalu meletakannya di atas meja. Yeri merendahkan badannya, sedikit membungkuk untuk bisa memperhatikan wajah Jungkook yang tertidur dengan jelas, tampan, gumam Yeri pelan.
"tampan? Siapa yang tampan?" mulutnya bergerak tapi matanya masih terpejam, apa dia baru saja mengigau? Tanya Yeri pada dirinnya sendiri.
Jungkook perlahan membuka matanya, menatap Yeri dari atas sampai bawah, lalu menarik pinggul Yeri kebawah, Yeri menindih tubuh besar Jungkook, matanya melebar saat menangkap mata Jungkook yang juga sedang menatapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr.E
FanfictionMohon maaf, ini bukan cerita cinta romantis yang kalian dambakan, bukan juga cerita misteri yang mencekam tiada akhir, ini cerita yang menyirat sebuah konspirasi untuk mendapatkan cinta. #1 in jungri 20180922 #1 in kimyerim 20180926 #1 in yeri 20180...
