Belum siap untuk berpisah atau ini bukan waktu yang tepat untuk berpisah?
Why?
Karna memang takan pernah ada waktu yang tepat untuk sebuah perpisahan
______________________________
Ini sudah hampir subuh tapi lea masih belum beranjak dari depan pintu bahkan ia sempat ketiduran sebentar.
Ia menghapus bekas air mata yang ada di pipinya,matanya sembab jelas saja karna ia menangis sepanjang malam. Kakinya juga semakin sakit karna kelamaaan dalam posisi dukuk hingga kakinya tertekuk.
Lea sedikit meringis saat ia bergerak mencoba berdiri, ia masih bisa berjalan meski harus tertatih tatih.Dia berusaha keras untuk ke kamar mandi dan ia juga harus mengganti pakaian.gaun yang semalam di pakai belum terlepas dari tubuhnya bahkan sekarang gaun malah selutut itu sudah kotor lantaran kejadian pingsanya lea di pinggir jalan itu jelas saja gaun itu kotor.
Lea masih ingat persis kejadian hebat semalam,semua begitu cepat tapi lea tak boleh terlihat sedih sekarang karna ibunya tak boleh tau masalah lea saat ini. Ibu lea sudah cukup bahagia dengan melihat lea bersama gara dan jika ibu lea tau soal hubungan lea yang kandas maka ia takut ibunya kembali sedih dan selalu mengkhawatirkan lea kemanapun lea pergi.
Meski belum kenal lama tapi ibu lea begitu peecayanya pada gara ia memiliki feeling yang kuat terhadap garaLea berjalan pelan ke kamar mandi tapi ia tidak bisa mandi seperti biasanya,sebisa mungkin agar kaki lea tidak kena air jadi ia mandi dalam keadaan sebelah kaki terbungkus pelastik.
Cukup lama ia mandi lalu ia keluar dengan pakaian yang biasa yaitu kaos hitam dan celana bahan selutut yang longgar agar ia tak kesulitan saat memakai dan melepasnya nanti.
Jalanya masih pincang,ia berjalan pelan ke ruang tamu dilihatnya jam di dinding yang menunjukan pukul 05:12.
Biasanya jam segini ibu lea sudah terbangun ia memang orang yang rajin bahkan jam 4 pun ia sudah bangun biasanya.Lea agak heran,kenapa ibunya belum bangun? Apa ibu sakit? Ah sudahlah lea enggan bergelut dengan pikiranya yang sedang tidak sehat akhirnya ia mengarahkan tujuanya ke kamar ibunya.
Tok..tok..tok
"Buu....ibuu? Ibu udah bangun belum?"seruu lea sedikit berteriak lantaran tak kunjung ada sahutan dari sang ibu.
Ia mencoba membuka pintu itu, daaan yah! Seperti biasa tak terkunci.dengan mudahnya lea masuk dan lea mendapati waita paruh baya itu tidur terlentang dengan tangan yang meremas selimut di dadanya ia menggigil entah kedinginan atau menahan sakit lea pun dengan panik menghampiri ibunya.
Lea naik ke atas ranjang dan duduk di samping ibunya...
"Ibuu...buu ibu kenapa bu? Ibu sakit" Lea mengguncang tubuh ibunya dalam suara yang bergetar itu.Mirna,ibu lea membuka matanya saat merasa tubuhnya terguncang,tapi matanya tak sepenuhnya terbuka ia terlihat sangat lemah saat ini.
"Lea? Ka-kamu udah pulang??
Ib-ibuu ga papa ko na" Ucapnya yang jelas tidak menunjukan bahwa dirinya baik baik saja. Suaranya sangat parau dan itu semakin membuat lea khawatir"Buu ibu sakit? Lea beliin obat yah? Ibu sakit apa?" Tanya lea khawatir.melihat ibunya yang menahan sakit saat datangnya lea itu membuat lea menitihkan air matanya lagi.
Ia menunduk membungkukan dirinya di dada ibunya dan ibu lea pun membalas pelukan lea sambil mengelus elus punggung lea agar isak tangisnya mereda.
"Jangan nangis doong,,masa anak ibu cengeng" Sebisa mungkin ibu lea membuat suaranya seperti baik baik saja.

KAMU SEDANG MEMBACA
RESASTER
Romancesaat kau sudah menjadi mangsa gara andika resaster maka kemungkinan nya hanya dua; satu kau akan menjadi manusia paling menderita di dunia. dua kau akan menjadi manusia paling beruntung di dunia. "Berjumpa dengan mu adalah yang mengubah segalany...