4. ALENTARGA '3 [REVISI]

115 13 3
                                        

Tell me how to stop loving you

*****

"Gila! Sumpah tuh maestro galak bener bener kalo ngasih hukuman. Gue kira tadi maksudnya berdiri di depan kelas tuh berdiri di deket papan tulis. Gak tau nya kita malah berdiri di lapangan upacara. Gara gara kelas kita tuh depannya lapangan upacara. Anjrit emang tuh orang. Makin item deh gue." keluh Tania.

"Ya udah deh, Tan. Gue juga kepanasan tau. Emangnya lo doang. Ini kan gara gara lo juga ngajak gue ngobrol. Aslinya mah tadi gue dengerin tau." ujar Alenta sebal.

Dan perdebatan ini tidak akan ada henti hentinya. Seperti biasa. Ciri khas cewek bertengkar.

Disaat itu juga Arga melihat Alenta dan Tania berdebat di tengah lapangan. Ia sudah bisa menebak apa yang sebenarnya sudah terjadi. Tidak mau ambil pusing ia pun kembali menuju ke kelasnya.

25 menit kemudian bel pun berbunyi.

Krinnggg

"Alhamdulilah, duh gusti. Akhirnya bel juga. Migrain gue kelamaan disini." Ucap Tania sambil bertos ria dengan Alenta.

Mereka pun menyandar ke dinding terdekat untuk beristirahat sejenak. Mereka sudah tidak kuat lagi kalau harus berjalan. Saking lelahnya Alenta pun memejamkan matanya. Namun, tiba tiba ia merasa ada sesuatu benda dingin yang menempel di pipi sebelah kanannya.

Ternyata itu Arga. Arga yang sedang menempelkan air mineral ke pipi Alenta.

"Jangan diulangi lagi. Nih, minum." ucap Arga singkat.

Alenta pun menggelengkan kepalanya, tanda ia tidak akan mau mengulanginya lagi.

"Tapi kok kamu tau aku disini?" tanya Alenta sambil berusaha membuka tutup botol yang sangat amat terkutuk karna sulit sekali untuk dibuka.

Karna begitu risih melihat kelakuan Alenta, Arga pun segera mengambil botol tersebut secara paksa dan membukakan tutup botol tersebut.

"Kebetulan saya tadi lewat sini. Terus liat kamu lagi dijemur. Nih, minum." ujar Arga sambil menyodorkan botol tersebut.

"Makasih Arga." ucap Alenta senang dan dibalas dengan anggukan.

"Ehem, kambing congek nih gue yang dihukum kan gue sama Alenta. Kok lo cuman beliin buat Alenta doang sih. Tega lo, Ga." protes Tania.

"Cewek gue cuma Alenta. Urus aja diri lo sendiri." ucap Arga datar kepada Tania lalu menatap ke arah Alenta. "Ya sudah saya balik ya, Len." pamit Arga kepada Alenta dan dibalas anggukan oleh Alenta.

"Cih, sok ganteng." ejek Tania.

"Yaudah sih Tan, pacar gue itu." protes Alenta.

"Ya udah ayo ke kantin." ajak Tania.

*****

Dengan gontai, Tania dan Alenta berjalan menuju ke kantin. Setibanya di kantin mereka menemukan satu meja yang begitu berisik. Siapa lagi kalau bukan Vera, Alissa, dan Alya.

"Widihh.. hebat banget lu pada. Salut gue. Temen lagi susah. Bukannya bantuin, ngehibur kek apa kek. Ini nggak malah ketawa ketiwi gak jelas disini. Bukan temen gue lu pada." ucap Tania sambil menunjuk anak anak satu persatu.

"Eitss.. sabar dong sis. Jangan negthink gitu. Tadinya sih mau nyamperin lu pada. Tapi kalo dipikir pikir lagi ntar juga kalian bakal nyusul kita disini." terang Vera.

"Udah gue siapin nih buat kalian." ujar Alissa sambil menyodorkan 2 mangkuk bakso dan 2 es jeruk untuk Alenta dan Tania.

"lha ini nih, baru temen gue." cengir Tania.

ALENTARGA [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang