Akan ada masa dimana meninggalkan bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan.
*****
Kini langit kian menggelap, dihiasi kelap kelip rasi bintang yang bertaburan dengan indahnya. Namun, laki laki itu tetap sama. Tak berkutik dari posisinya, masih terlelap di samping omanya sambil memegang erat tangan wanita tersebut.
Namun, tiba tiba muncul seorang gadis yang memasuki ruangan tersebut. Gadis tersebut mendekati Arga. Menepuk pundaknya perlahan. "Ga, bangun, Ga."
Arga pun terbangun, pandangannya blur. Ia pun mengejapkan matanya. "Alya? Lu disini Al? Dari kapan?" tanya Arga.
"Barusan." jawab Alya.
"Sendirian?"
"Enggak sama mama. Tapi mama masih di luar ngurusin administrasi oma."
Arga pun mengangguk paham.
"Mending lo pulang aja deh, Ga. Biar oma, gue yang jaga." Ujar Alya.
"Pulang kemana?" Jawab Arga lesu sambil memandang omanya yang masih tertidur pulas.
Alya tersadar. Ketimbang orang tuanya, omanya lah yang paling dekat dengan Arga. Omanya yang telah mengurus Arga sedari kecil.
"Lu kucel sumpah."
Arga mendengus. Namun, ia juga tak menyalahkan ucapan Alya. Benar saja, saat ini Arga benar benar berantakan. Badannya pegal pegal. Ia pun merenggangkan otot tangan dan pinggangnya.
Tak lama kemudian, muncul seorang wanita paruh baya yang memasuki ruangan itu. "Loh Arga? Kamu disini nak?"
Arga pun bangkit dari duduknya, mengulurkan tangannya kepada wanita itu untuk menyaliminya.
"Ma, suruh Arga pulang dong." pinta Alya.
Susan-mama alya- pun memerhatikan penampilan Arga dari atas ke bawah.
"Arga pulang, ya? Bersih bersih dulu, istirahat dulu sebentar terus balik lagi ke sini." bujuk Susan.
"Iya, Ga. Emang lo mau kalo oma bangun terus liat muka lo kusem kek gini. Atau lo mau istirahat di rumah gue aja?" ujar Alya.
"Nah, iya boleh. Arga pulang ke rumah tante aja atau mau di temenin Alya aja. Biar Arga ada temennya." ujar Susan memberi saran dan dibalas anggukan oleh Alya pertanda ia pun setuju dengan usulan mamanya.
"Nggak deh tante, saya pulang ke rumah Arga aja. Saya titip Oma ya tante. Kalo ada apa apa langsung hubungi Arga." ucap Arga.
"Iya." jawab Susan.
Arga pun pamit kepada Susan dan segera meninggalkan rumah sakit tempat omanya dirawat. Ia melajukan motornya pulang ke rumah. Saat ini, ia ingin segera membersihkan dirinya dan beristirahat sejenak lalu kembali lagi ke rumah sakit tempat omanya dirawat.
Sesampainya di rumah, ia mendapati dua mobil hitam terparkir di depan rumahnya. Sudah dipastikan mobil tersebut adalah milik mama dan papanya.
Tidak seperti anak pada umumnya. Ketika orangtua pulang ke rumah setelah seharian bekerja, anak tersebut akan bergembira dan menyambutnya dengan hangat. Tapi tidak untuk Arga. Ia bukanlah anak seperti pada umumnya.
Papanya jarang ada di rumah. Bahkan, nyaris tidak pernah pulang. Arga berani taruhan bahwa kini papanya sudah memiliki istri lain.
Mamanya pun tak jauh berbeda. Mamanya selalu pulang larut malam dan pergi ketika pagi pagi sekali. Tak heran bila Arga tak ingat kapan terakhir ia bertemu mamanya.
![ALENTARGA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/168440065-64-k118454.jpg)