Jikalau hanya ingin sekadar singgah, bersikaplah layaknya seorang tamu. Agar aku tahu mana yang harus kusuguhkan, kopi atau hati.
*****
Bel pulang berbunyi, semua murid berhamburan dari kelasnya masing masing. Bergegas untuk segera pulang ke rumah. Kecuali anak anak yang hari ini ada jadwal extrakurikuler.
Namun, nampaknya sebagian besar murid SMA Nirwana sedang ada jadwal extrakurikuler. Pasalnya dua minggu lagi, SMA Nirwana akan mengadakan Tournament basket. Sehingga beberapa ekstrakurikuler yang terpilih akan menjadi pengisi acara tersebut.
Alenta berjalan menuju ruang ganti, bersiap untuk mengikuti ekstra tari. Namun, langkahnya terhenti ketika teman temannya memanggilnya heboh.
Dengan segera, Alissa, Vera dan Tania mengejar Alenta.
"Hosh.. aela. Lu kok cepet banget sih, Len. Udah disini aja." ujar Tania ngos ngosan.
"Buru buru gue. Takut kak uky udah dateng duluan. Kalo telat ntar disuruh lari lapangan." Jawab Alenta.
Mereka pun berjalan sambil mengobrol.
"Kalian kok nggak latihan sih? Ekskul kalian nggak ikut pembukaan?" Tanya Alenta sambil membenarkan kaca matanya yang sedikit turun.
"Nggak, kan gue ikut ekskul badminton. Jadi gue nggak ikutan, hehe. Tania tuh ada latihan marching band tapi malah bolos." Jawab Alissa.
"Hehe, males gue. Masih dua minggu ini." ujar Tania.
"Kalo lu ver? Nggak ada rapat osis? Biasanya kalo mau ada acara gini nih lo sama Alya udah sibuk banget." ucap Alenta.
"Ada sih, tapi gue juga bolos, hehe. Alya juga kok. Dia nungguin di depan parkiran. Lu bolos juga aja sekalian." ucap Vera mencoba menghasut.
Alenta pun tampak berpikir. Dan akhirnya timbullah drama senggol menyenggol ayo-dong-bolos-makan-gratis-lho-ini.
"Nggak ah. Nggak bisa. Pelatih gue killer banget. Kalo ada satu anak aja yang bolos. Bakalan dicariin seoyot oyotnya." jawab Alenta mendramatisir.
"Lebay lo." ujar Tania sinis.
"Oh, ya jangan lupa rabu mingdep, ada pelatihan medis. Lu masuk daftar perwakilan PMR." ujar Vera memberitahu.
"Oh, kita juga jadi medis, Ver." ucap Alenta.
Vera menggeleng, "Gue nggak. Lu doang, kan gue panitia."
Alenta menghela napasnya berat. Ia menyesal karna harus mengikuti dua ekskul sekaligus.
Mereka berempat pun berjalan beriringan diselingi ocehan canda tawa yang dilontarkan Tania. Sampai pada akhirnya langkah mereka terhenti.
Tepat di depan mereka, tampak seorang gadis yang tengah bergelayut manja di lengan seorang laki laki.
"Santai aja, Tan." ucap Alissa berbisik.
Mereka pun berjalan dengan percaya diri, terutama Tania.
Tania berjalan paling pinggir diantara mereka berempat. Membuat bahunya bertabrakan dengan gadis tersebut.
Gadis tersebut menatap Tania sinis sedari tadi. Tentu saja Nabila sengaja.
"Eh lo punya mata nggak sih. Secara gue ada di depan mata lo. Masa iya masih lo tabrak." Tania mencoba berdiri dengan dibantu oleh teman temannya. Ia terjatuh akibat Nabila.
"Punyalah, lo kali nggak punya mata."
"Mau lo apa sih?"
"Mau gue? Mau gue lo stop caper sama cowo gue. Apaan sih kesenggol dikit aja udah heboh. Keliatan banget kalo caper." Jawab Nabila sinis.
![ALENTARGA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/168440065-64-k118454.jpg)