17. ALENTARGA '16

27 2 0
                                        

I wish everyday could be halloween. We could all wear masks all the time. Then we could walk around and get to know each other before we got to see what we looked like under the masks.

-R.J. Palacio, Wonder-

*****

Arga melajukan motornya dengan kecepatannya yang tinggi. Ia berusaha menyusul mobil yang ia tafsirkan mobil tersebut adalah mobil mamanya.

Sampai akhirnya ia berhasil menyusul mobil tersebut. Tepat di sebelah mobil tersebut ia bisa melihat bahwa di dalam mobil tersebut adalah mamanya yang sedang bersama seorang laki laki. Ia meyakini bahwa laki laki tersebut lebih muda dari mamanya. Bahkan tak jauh dari umurnya.

Arga pun memberanikan dirinya untuk memberhentikan mobil tersebut. Ia tak henti hentinya menyalakan klakson motornya dan menghadang tepat di mobil tersebut.

Dengan segera, Arga turun dari motornya dan menggedor gedor kaca mobil tersebut.

"WOY BANGSAT KELUAR LO!"

Orang yang berada di dalam mobil itu pun tampak gelagapan. Kebingungan dengan kemunculan Arga yang tiba tiba.

"KELUAR ATAU GUE PECAHIN NIH KACA!" gertak Arga sekali lagi.

Laki laki tersebut akhirnya membuka pintu mobil. Dengan sigap, Arga langsung menarik kerah baju laki laki tersebut dan menyeretnya ke depan. Seketika itu juga mama Arga keluar dari mobil.

Arga tersenyum kecut. Ternyata mamanya bisa seberani itu untuk keluar dari mobil.

"Lo tamunya mama gue, kan?" tanya Arga berusaha tenang.

Laki laki itu hanya diam dan memandang ke arah mamanya seakan akan ingin meminta bantuan.

Arga tersenyum kecut. Tanpa basa basi ia langsung melemparkan sebuah pukulan tepat di perut laki laki tersebut. Sehingga membuat laki laki tersebut terhuyung ke belakang.

Mama Arga pun berteriak histeris dan berlari ke arah laki laki tersebut.

"BERDIRI!"

"BERDIRI GUE BILANG BANGSAT!" teriak Arga.

"Arga, udah cukup nak. Jangan, dia cuman temen mama." ujar Mama Arga yang kini sudah menangis tersedu dan menghadang Arga untuk tidak menyerang tamunya lagi.

Lagi lagi Arga tersenyum kecut. "Mama pikir Arga goblok apa gimana sih, ma? Arga ini udah gede ma. Mana ada temen yang gandengan sambil sender senderan di dalem mobil. Dia tamunya mama, kan?" ujar Arga tak tertahan.

Arga yang pikirannya sudah kalut tak memedulikan keadaan sekitarnya. Ia pun menyeret laki laki tersebut dan memukuli laki laki itu tanpa ampun.

Laki laki itu pun juga tak hanya diam. Ia juga melayangkan beberapa pukulan kepada Arga.

Bugh!! Bugh!! Bugh!!

Kali ini Arga mendapatkan pukulan di rahangnya, membuatnya tersungkur ke belakang. Namun, tak lama Arga bangkit dan memukuli laki laki itu jauh lebih ganas lagi.

"Bangsat! Bajingan!" bentak Arga penuh emosi sambil tetap memukuli laki laki tersebut yang sekarang sedang meringkuk itu.

Saat Arga menarik kemeja laki laki tersebut untuk berdiri dan hendak memukuli wajah laki laki itu lagi, tangannya ditahan mamanya dari belakang.

"Stop, Ga! Mama mohon, dia bisa mati, Ga. Mama yang salah. Mama minta maaf, Ga. Mama mohon." Pinta mama Arga.

Arga menoleh dan melihat mamanya menangis histeris, memohon supaya berhenti memukuli laki laki itu.

ALENTARGA [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang