26. ALENTARGA '25

59 3 0
                                        

Sayangnya, gue cuma jadi cameo dalam kehidupan lo.

*****

Alenta membantu Tania membawakan sebuah nampan yang berisikan beberapa macam camilan, sedangkan Tania sendiri membawa sebotol es sirup beserta gelasnya.

Mata Alenta menajam ketika melihat teman-temannya yang malah asik sendiri. Di ruang tamu, terlihat Roziq, Aby, dan Evan yang sedang bermain game begitu pula dengan Stefanny yang sedari tadi asyik memainkan ponselnya.

"WOY BANTUIN NJIR!! GUE DIKEROYOK NIH ASW!!!"

"SABAR NJING!! GUE JUGA DIKEROYOK INI! ABY TUH APATIS!"

"BACOT, NYAWA GUE HAMPIR ABIS BAMBANG!"

"ABY BERISIK! LU NGGAK TAHU APA GUE LAGI NONTON TUTORIAL MAKE UP"

"Iya maapin Aa' Aby ya, beb."

"BAB BEB BAB BEB! MUKE LU BEBEK!"

"DIEMM!!!" sentak Alenta menginterupsi. "Sekarang tuh waktunya kerja kelompok, nggak ada yang main-main."

Tania yang melihat sahabatnya mendadak sok bijak itu pun hanya bertepuk tangan tanpa menimbulkan suara.

"Simpen HP-nya, sekarang kita bagi tugas!" titah Alenta yang tetap tidak digubris oleh teman-temannya itu, kecuali Stefanny yang sudah menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.

"Simpen! Atau nggak gue tulis nama lo pada." ancam Alenta.

Ketiga oknum itu pun saling melirik satu sama lain dan diakhiri dengan anggukan oleh Evan sebagai pertanda bahwa permainan mereka berakhir sampai disitu saja.

Alenta pun tersenyum puas ketika melihat teman-temannya yang menuruti perkataannya. Ia menoleh ke Tania, "Tan, lu yang handle power point, gue yang makalah."

Tania mengangguk setuju, "Lo bawa laptop sendiri, kan?"

"Iya, bawa." ucap Alenta sembari meraih tas birunya dan mengeluarkan laptop merahnya.

"Len, gue bantuin ya?" tawar Stefanny.

"Iya, sini." ucap Alenta dan memberikan ruang untuk Stefanny agar mendekat kepadanya.

"Kerjanya gantian ya. Sekarang gue, Alenta sama Stefanny yang bagian ngetik plus ngedit terus kalian yang cari materi." perintah Tania yang tak digubris ketiga oknum tadi.

Kesal karna tak dihiraukan, Tania pun melemparkan pulpennya ke arah ketiga oknum tersebut dan berhasil ditepis oleh Roziq.

Sontak saja ketiga oknum tersebut menatap Tania bersamaan dengan raut mukanya yang datar.

"Ayo, cari materi." perintah Tania sekali lagi.

Entah apa yang merasuki mereka, tanpa membantah mereka pun mengeluarkan ponsel mereka masing-masing.

"Materinya apa?" tanya Evan

"Kebijakan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono periode pertama." jelas Tania.

Mereka pun mengangguk mengerti dan membuat Tania terkekeh. Entah benar-benar mencari materi atau hanya sekadar bermain ponsel saat ini ketiga oknum tersebut tampak serius dengan ponselnya.

"Eh, tadi pulpen gue mana ya?" tanya Tania kepada dirinya sendiri.

"Di bawah meja." jawab Roziq.

"Ambilin kek!"

"Ambil sendiri." ucap Roziq dingin.

Tania mendesis. Ia pun menunduk hendak mengambil pulpennya yang ada di bawah meja.

ALENTARGA [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang