I'M NOT PERFECT. NEVER HAVE BEEN. NEVER WILL BE.
*****
"Jadi lo itu anak baru disini? Yang tadi pagi bantuin gue? " ujar Alenta sambil membersihkan luka pada lengan laki laki itu.
"Hm" jawab laki laki itu singkat.
"Anak baru aja udah bikin rusuh gimana ntar" ucap Alenta berbisik namun masih bisa terdengar di telinga laki laki itu.
"Hah? Apa lo bilang? Lo pikir gue ngga tau lo ngomong apa?" ucap laki laki itu dan menarik lengannya saat diobati oleh Alenta.
"Nggak ngomong apa apa tuh." ucap Alenta sambil membenarkan kacamatanya.
"Evan, lo?" ucap laki laki itu sambil menjulurkan tangannya tanda memperkenalkan diri.
"Alenta." jawab Alenta cuek dan tidak menghiraukan uluran tangan Evan.
"Lo kelas apa?" yanya Evan.
Alenta tidak menggubris. Ia lebih tertarik untuk segera menyelesaikan tugasnya agar tidak perlu berlama lama dengan lelaki brandal ini.
"Oke, fine. Tadi itu gue ninggalin lo gara gara gue dapet chat, kalo temen gue dikeroyok, terus gue ngebantuin temen gue. Jadilah gue kayak gini." jelas Evan.
"Terus?" kata Alenta yang kini telah membereskan semua peralatan yang telah ia pakai.
Evan pun memutar bola matanya, "Ya terus lo ga usah takut karna gue bukan cenayang seperti yang lo kira."
"Gue nggak mikir gitu. Udah beres. Gue mau balik ke kelas." ujar Alenta dan berbalik arah menuju keluar ruangan. Namun, langkahnya terhenti karna ada Bu Yatmi yang menghadangnya.
Ia menyuruh Alenta untuk mengantarkan Evan pergi ke kelasnya. Kelas XI IPA 2. Kelas Alenta. Itu artinya Evan akan sekelas dengannya.
*****
Di siang yang terik, tanpa memedulikan panasnya sinar mentari. Arga dan gerombolannya terlihat begitu asyik menghabiskan waktu jamkosnya dengan bermain basket di lapangan. Tanpa sengaja ia melemparkan bola basketnya mengarah kedua murid yang sedang berjalan berdampingan.
Bola itu terlempar tepat mengenai bekas luka di lengan Evan.
Ya kedua murid itu Evan dan Alenta.
Terlihat jelas bahwa Evan merintih kesakitan sambil mengatakan kata kata laknat. Namun, berbeda dengan Alenta yang terlihat mesam mesem manja dan melambaikan tangan dengan penuh semangat ke arah Arga.
Arga hanya mengangguk seadanya dan mengode Alenta untuk mengembalikan bola ke arahnya.
Saking semangatnya Alenta menyapa Arga, dengan aseloley-nya Alenta menyikut dagu Evan. Jelas saja akan menimbulkan pertikaian sengit diantara mereka.
"Woi, barbar banget sih lu jadi cewek. Sakit bego!" keluh Evan.
"Ya maaf. Lagian alay banget sih jadi cowo kok lemah. Gitu doang juga."
Dari kejauhan, Arga melihat bahwa Alenta terlihat begitu akrab dengan laki laki itu.
Bola itu pun kembali ke arah Arga. Namun, Arga masih saja terdiam di tempatnya. Melihat Alenta begitu akrab dengan laki laki lain menimbulkan perasaan yang tidak dapat dimengerti oleh Arga.
*****
"Assalamualaikum" salam Alenta sambil mengetuk pintu. Ternyata jam pelajaran Bu Sulis sudah tergantikan dengan jam pelajaran Bu Nova.
Bu Nova pun mempersilahkan Alenta untuk duduk di bangkunya dan mempersilakan Evan untuk mengenalkan dirinya.
"Kenalin nama saya Evan Aditya Samudra. Saya pindahan dari Bandung. Semoga kalian seneng bisa temanan dengan saya." ucap Evan memperkenalkan diri.
"Kalo aku sih udah pasti seneng kenalan sama kamu, Evan, hehe." sahut Stefanny dengan gaya genitnya sambil memelintir rambutnya yang tak lama kemudian dihadiahi ledekan oleh satu sekelas. Maklum dikelas XI IPA2 ini Stefanny dinobatkan sebagai Princess Chili karna keganjenannya Itu.
"Ya allah, incesnya abang, kok ganjen gitu sih sama cowo lain. Kan ada abang disini." ujar Aby, yang konon katanya pengagum alis cetarnya stefanny.
"Bwahahaa, ya sabar lah by. Lu mah juga gitu sadar diri dong. Badan kek gentong air juga kaga nyadar nyadar." hina Deny.
"Etdah buset, sok sokan ngatain orang. Lhah jikalau Aby lu kata gentong, terus lu apaan? Sanyo?" celetuk Roziq.
Semua murid pun tertawa sejadi jadinya.
Kecuali Alenta, karna sedari tadi ia merasa tidak nyaman dengan tatapan Evan yang menatapnya terus menerus.
"Sudah, cukup. Jangan bercanda. Evan kamu bisa duduk dengan Roziq dibelakang. Mari kita lanjutkan pelajaran." ucap Bu Nova menginterupsi.
Evan pun melangkahkan kakinya untuk duduk di bangku paling belakang bersama Roziq dan sesekali ia melontarkan tatapannya ke arah Alenta.
*****
To Be Continue
![ALENTARGA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/168440065-64-k118454.jpg)