Soeun masih terpaku menatap Young Kwang. Jantung berdetak kencang. Mata membulat sempurna. Otaknya seakan tak berfungsi untuk sesaat. Mulutnya terbuka namun tak satu patah katapun yang keluar dari mulut Soeun.
Sementara Young Kwang hanya menatap Soeun penuh keseriusan.
'ding'
Suara pintu lift yang terbuka membuat Young Kwang dan Soeun menatap ke arah sana. Tak lama setelahnya, mata Soeun kembali menatap Young Kwang yang sudah kembali menatapnya.
Soeun menelan ludahnya. Ia pun mengalihkan tatapannya dari mata Young Kwang ke bahu pria itu. Menolak berlama-lama kontak mata dengan atasannya itu.
'Apa yang harus kukatakan? Haruskah aku mengelak? Atau haruskah aku mengatakan yang sebenarnya?' pikir Soeun.
Young Kwang menghela nafasnya dengan lembut. Seakan pria itu mengetahui apa yang ada di benak Soeun. Konflik dalam kepala wanita cantik di hadapannya.
"Kau tak perlu mengatakan apapun jika kau tak siap Soeun. Kau tak berhutang penjelasan padaku....."
Young Kwang tersenyum hangat pada Soeun. Lalu pria itu menyampirkan helaian surai hitam Soeun ke balik telinga.
"... hanya saja, aku ingin tahu jika kau baik-baik saja. Aku hanya ingin memastikan selama ini kau bahagia, Soeun" lanjut Young Kwang dengan lembut.
Soeun hanya terpaku diam menatap Young Kwang.
'Mengapa.......? Mengapa ia peduli pada hal seperti itu? Mengapa ia peduli dengan kebahagiaanku? Apa Yongie memang selalu sepeduli ini pada siapa saja?' pikir Soeun.
"Let's go. Ku rasa kita akan banyak pekerjaan dalam beberapa hari belakangan ini" ucap Young Kwang lalu berjalan meninggalkan Soeun yang hanya bisa menatapnya.
Soeun hanya terpaku namun akhirnya ia tersadar ketika pintu lift hampir menutup kembali.
"Oh.... apa yang ku pikirkan? Aku harus segera kembali ke mejaku" ujar Soeun lalu ia pun segera menuju meja kerjanya.
Soeun kembali fokus pada pekerjaan nya. Ia bahkan melupakan kejadian di lift karena semua pikirannya terfokus pada proyek design yang sudah mendekati deadline. Proyek besar yang sangat penting bagi perusahaan tempat Soeun bekerja.
Bagaimana tidak? Jika design mereka terpilih maka Blue Enterprise mempunyai kesempatan besar untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan ternama. Tak terkecuali perusahaan besar milik Tuan Lee. Dan sebagai wakil ketua tim design, Soeun punya tanggung jawab besar dalam menyukseskan proyek itu.
****************************************
"Tuan Lee, ini draft dari tujuh perusahaan yang ikut serta dalam kompetisi proyek besar interior, The Royal"
Tuan Lee yang tengah membaca sebuah dokumen pun menengadah pada pria di hadapannya yang tak lain adalah sekretarisnya. Sekretaris Choi.
"Hmm. Berikan padaku"
Tuan Lee pun menerima beberapa tumpuk map lalu membaca nama map tersebut. Senyuman kecil menghiasi wajah pria paruh bayah itu ketika ia melihat nama perusahaan anaknya di antara keenam map lainnya.
"Bukankah tidak adil jika perusahaan nya berpartisipasi? Anak itu tak pernah puas jika menyangkut bisnis" Gumam Tuan Lee.
Tuan Lee membaca nama-nama perusahaan yang tertera di bagian depan map hingga ia tiba di map terakhir.
"Blue Enterprise?" Ucap Tuan Lee.
Pria paruh bayah itu lalu menatap sekretarisnya.
"Bukankah ini perusahaan baru yang akhir-akhir menorehkan namanya di jajaran perusahaan besar, Sekretaris Choi?" Tanya Tuan Lee.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Mistake
ParanormalChild's father believes that she is who to blamed and he comes to revenge. In other side, she losts almost everything, still she is blamed for something she didn't does. Ketika ayahnya memutuskan untuk fokus pada kesedihannya ditinggal istri yang di...
