Hari ini adalah hari yang paling bahagia bagi Alvino,tentu saja karna hari ini Alvino sedang berulang tahun yang ke 17 tahun.
Dirumah Alvino sudah berbagai macam kue ulang tahun dari keluarganya,memang sudah biasa bagi keluarga Alvino kalau ada yang sedang berulang tahun akan selalu ada kue ulang tahun dirumahnya,tanpa berfikir kalau kue yang mereka sediakan terbuang sia-sia.
Alvino yang melihat banyak makanan tertata rapi diatas meja makannya sempat menghela nafas.
sejak semalam Alvino sudah berniat untuk membagikan makanan diatas meja ini yang akan dibagikan pada orang yang kurang mampu,hitung-hitung buat tambah pahala.
tapi yang akan membagikan makanan tersebut bukan tugas Alvino,yang akan membagikan makanan tersebut adalah asisten rumah tangganya,bik Lastri.
"Aku berangkat dulu ya,Mi." Pamit Alvino pada maminya.
"Tunggu sebentar Vin." Cegah mami Alvino.
"Ada apa?Apa yang Alvino bisa bantu?"
"jangan lupa ajak temanmu yang lain ya buat makan-makan,nah ini yang harus di ingat kalau kamu harus bawa pacar kamu itu ya soalnya mami mau ketemu sama dia." Perintah mami Alvino.
Alvino melongo."ma-maksud mami,Aruna?"
Mami Alvino mengangguk antusias."iya mami lupa namanya,soalnya mami mau ketemu sama dia."
"Oke kalau dia mau ya,Mi.aku gak janji deh." Ragu Alvino.
"Harus pokoknya!"
"Iya-iya buat mami apa sih yang enggak aku lakukan,pasti akan aku lakukan." Gombal Alvino.
"Ini masih pagi sudah gombalin mamimu saja,Vin." Ucap papi Alvino yang baru saja datang dari lantai 2.
Alvino tertawa."hehehe,bercanda yak pi.papi cemburu?" Tanya Alvino sambil berusaha untuk menahan tawanya.
"Siapa bilang cemburu?" Bantah papi Alvino.
"Itu tadi papi kayak gak suka gitu pas aku gombalin mami."
"Enggak tuh,papi hanya tidak suka saja melihat gombalanmu yang sangat receh."
"Sudah-sudah ini masih pagi sudah ribut saja." Ucap mami Alvino.
"Oh iya kamu mau kado apa Vin dari papi?Mau mobil?Motor?Atau apa?nanti papi turutin tinggal sebut saja kamu mau apa." Ucap papi Alvino.
Alvino mengedikan bahu acuh."entahlah pi.aku belum kepikiran untuk minta sesuatu sama papi dan mami,tawaran yang papi ajukan sudah aku punya semua." Jelas Alvino.
Papi dan Mami Alvino terkejut saat mendengar ucapan sang anak,Alvino yang tumben-tumbennya tidak meminta kado di hari ulang tahunnya.
"Yakin kamu gak mau kado dari papi?kamu bisa pikirkan lagi siapa tahu ada yang kamu inginkan." Tanya ulang papi Alvino.
"Kamu yakin gak mau minta kado dari mami?" Tanya mami Alvino.
"Aku enggak mau kado Pi,Mi.mendingan uanganya ditabung saja." Santai Alvino.
"Siapa yang merubahmu seperti ini? Kayaknya mami harus tahu deh orangnya." Selidik mami Alvino.
"Papi juga mau tahu siapa yang merubahmu seperti ini?" Timpal papi Alvino.
Alvino hanya menggaruk-garuk tengkuk lehernya yang tidak gatal."ya---aku mau berubah menjadi yang lebih baik saja,Mi,Pi."
"Yasudah kalau begitu Alvino mau berangkat kesekolah dulu yak." Pamit Alvino.
Mami dan Papinya Alvino yang berada dimeja makan hanya mengangguk secara bersamaan.
"hati-hati dijalan,Vin.""
KAMU SEDANG MEMBACA
ARUNA [TAMAT]
Teen FictionNote: Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan. Cerita ini belum di revisi. "perpisahan bukanlah akhir cerita." Hari gini siapa yang tidak mau menjadi kekasih MOST WANTED di SMA Pelita.siapa lagi kalau bukan Alvino Aldanie.menurutnya,ia bi...
![ARUNA [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/160449420-64-k655297.jpg)