sky 9

4.1K 339 2
                                        

Dalam perjalanan menuju kamarnya Laila bertemu dengan banyak murid lainnya.

Banyak yang memandangnya sinis, tak jarang ada pula yang langsung berbisik-bisik satu sama lain.
Tapi Laila hanya membalasnya dengan tersenyum dan menunduk agar tetap terlihat sopan,
Terkadang ada yang membalas senyumnya, tapi tak jarang ada yang mengabaikan atau malah mencibirnya.

Laila POV

"Astaga..dimana sebenarnya kamar nomor 120?"

Ini sudah berkali-kalinya aku mengeluh, bagaimana tidak? sejak tadi aku hanya berputar-putar di sepanjang koridor ini.

Kenapa juga Mrs. Hensi memberiku kamar dengan jumlah nomor ratusan?

Dan sialnya lagi aku harus memakai tangga, karena kata salah seorang murid tadi lift nya sedang dalam masa perbaikan.

Hah? Cihhhhh..dasar pembohong!
Mereka pikir aku tidak tau kalau mereka hanya sedang mengerjaiku?

Kenapa aku bisa tau? Tentu saja karena saat ke ruangan prof. Giray tadi aku menggunakan lift!

Tapi kenapa aku malah menuruti kemauan mereka, dan pergi menggunakan tangga?!

Kau memang benar-benar bodoh laila!
Rutukku pada diri sendiri.

Ahh sudahlah...awas saja! Aku akan membalas murid-murid sialan itu!

Ketika sedang asyik bergumul dengan pikiranku, tiba-tiba ada yang menepuk bahuku.

Author POV

"hai?"
Sapa salah seorang wanita.

"Ehh..hai?"
Balas Laila,

"Apa yang kau lakukan dengan terus berputar-putar di sepanjang koridor ini?"
Tanya wanita tadi.

"Oh..aku hanya sedang mencari kamar nomor 120, apa kau bisa membantuku?"

"Tentu saja, mari kuantarkan."
Balas wanita tadi dengan surai coklat kemerahannya, ia tampak ramah dan menggemaskan dengan pipi yang agak cubby dan rambut yang diikat di salah satu sisinya.

" perkenalkan namaku Stella Lilly Grins, kau bisa memanggilku Lilly, dan kau?"
Tanya wanita yang bernama Lilly tadi,

"Eh...Laila....Laila Alexa Wortslen."

"Dan aku bisa memanggilmu?"

"Cukup laila saja,"

"Baiklah, laila?"
Jawab Lilly, setelah itu mereka saling tersenyum.

__________________________

"Yeahh..kita sudah sampai! Selamat datang di kamar kami! Dan sebentar lagi juga akan menjadi kamarmu,"
Kata Lilly

"Ehhh..kamar kami? Jadi kau juga disini?"
Tanya laila

"Ya, aku, kau dan dua sahabatku."

" namaku Ashura Tiffany Cycloon, kau bisa memanggilku Tiffa atau Tiffany terserah padamu."
Balas seorang wanita disamping Lilly yang ikut menyambut laila. Dia mempunyai surai hitam legam dan cara berpakaian yang sedikit tomboy, wajahnya terlihat datar dan dingin tanpa ekspresi.

Astaga...mengapa banyak manusia es disini?
Batin laila

Laila hanya tersenyum kepada Tiffa, tapi sang empunya malah pergi dan beranjak menuju kasurnya.

" maafkan perilaku tiffa, dia memang agak dingin pada orang baru. Tapi setelah akrab aku yakin dia akan berubah menjadi orang hangat dan perhatian, percayalah padaku. "
Kata lilly

"Ya, aku percaya padamu."
Jawab laila sambil tersenyum tulus

Ehh...bukankah tadi kau bilang dua sahabat, dimana yang satunya lagi?"
Tanya laila

"Oh yaaa...namanya Thea dia sedang pergi keluar, mungkin nanti kau bisa bertemu dengannya."
Jawab lilly

Laila pun hanya menganggukan kepalanya dan bergegas menuju kasurnya untuk menata barang bawaannya.

Ketika akan meletakkan headphonenya
Tiba tiba ia teringat sesuatu....

"Errr...lilly?"

"ya?"
Jawab lilly sambil menoleh kepada laila

"Koperku bagaimana?"

"Ohhhh..kau tenang saja barangmu sudah tertata rapi di almari yang bertuliskan label namamu."

"Benarkah?"
Kagum laila

"Coba saja kau cek,"
Balas lilly sambil mengendikkan bahu lalu berbaring di kasur.

Tbc,

Hai gaess..? Ini author usahain up loh because kuota menipis:(

Ternyata vote kemaren g ada yg sanggup yakk hmmm:)

Next? 10 vote pliss...smg yg mau vote dinotice doi amin...





Sky AcademyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang