Author POV
Prof. Giray mengumumkan bahwa selama satu minggu, kelas ditiadakan dengan alasan untuk memberikan waktu ustirahat dan jeda untuk latihan persiapan Battlewar 2.
Itu berarti final sudah di depan mata. Laila dan Thea hanya mempunyai waktu lima hari untuk berlatih dan itu adalah waktu yang singkat atau bahkan sangat singkat bagi mereka.
Waktu dua hari kemarin mereka habiskan untuk tidur, bermalas-malasan di kamar, bahkan pada hari pertama kelas libur mereka hanya makan satu kali saat sarapan lalu skip makan siang dan makan malam, esok harinya mereka hanya minum susu lalu melanjutkan tidur di kamar.
laila juga sudah berpesan pada aaron bahwa ia tak akan latihan dan juga jangan mengganggunya dengan mendatangi asrama laila secara tiba tiba. Jangan lupakan satu fakta bahwa yang mengetahui rahasia yang dibeberkan oleh Mrs. Hensi hanya mereka berdua dan Prof. Giray. Teman-teman Laila tidak ada yang tahu begitu juga dengan Teman-teman Aaron.
Sebenarnya Lilly, Thea, dan Tiffa sedikit penasaran mengapa Aaron sering menghampiri Laila dan topik perbincangan mereka hanya tentang latihan bersama, monoton, itu saja yang dibahas. Tapi mereka mengerti itu privasi Laila, mungkin Aaron sedang melakukan pendekatan untuk mengajak kencan Laila. Tapi sepertinya tidak mungkin juga.
Coba berpikir realistis, Aaron yang sangat terkenal karena sifat dinginnya dan kehebatannya dalam bertarung menyukai seorang gadis murid baru yang skill nya masih biasa saja dan ia pun sangat sederhana, apa itu mungkin? Mungkin saja, tapi melihat aaron yang selama hidupnya tak pernah tertarik pada perempuan manapun, bahkan Catalya, siswi yang berparas lucu imut tapi tidak pernah diragukan kehebatannya dalam bertarung pun ditolak oleh aaron.
•
•
Hari ini tepat 2 hari sebelum dilaksanakannya Battlewar, Laila, Tiffa, Lilly, dan Thea pergi ke lapangan untuk berlatih bersama yang lain. Walaupun Tiffa dan Lilly kalah, hal itu tak membuat mereka merasa kecewa. Justru mereka semakin bersemangat untuk mengasah kemampuan mereka.
" Ly apa kau membawa buku sihir yang kau pinjam kemarin?" tanya Laila.
"Tentu saja, ini," jawab Lilly.
"Baiklah, kalau begitu mari kita pelajari teknik-teknik ini!" seru Laila dengan semangat.
Laila POV
Aku membuka buku yang telah kupinjam bersama Lilly ketika di perpustakaan.
Sesungguhnya buku ini sangat rumit, ada beberapa simbol dan kata yang tidak kupahami.
Untungnya aku bisa sedikit mengerti karena terdapat panduan cara melakukan berbagai teknik ini,
'Ahh...teknik ini terlihat menarik, aku harus mempelajarinya."
Batin ku.
Pertama-tama aku memfokuskan pikiranku. Setelahnya aku berusaha mengumpulkan bola air di tanganku, mengikuti panduan dibuku lama kelamaan bola air itu membesar, mungkin seukuran batu raksasa, setelahnya aku menambahkan sedikit elemen udara di sekelilingnya seperti yang tertera pada buku.
Karena tekanannya sangat besar, aku hampir saja gagal melakukannya. Tapi aki terus berusaha fokus dan mengerahkan semua tenagaku.
Sekarang bola air ku seperti terbungkus dalam gelembung udara.
Setelah dirasa cukup, aku menggumamkan mantra yang tertulis di buku.
'Bolle d'acqua nell'aria'
Batinku,
Setelah itu air dalam gelembung udara berputar lama kelamaan semakin kencang. Tak menunggu lama aku melemparkan bola air ku ke tanah lapang yang berada jauh dari kerumunan murid yang sedang berlatih.
Bummm..
Author POV
Suara ledakan menggema, terbentuk sebuah cekungan besar akibat bola air tadi, sedangkan pepohonan di sekitarnya roboh karena angin yang menyelimuti bola air laila tadi. Tanah lapang yang tadinya kering, kini dipenuhi oleh beberapa genangan air.
Untungnya prof. Gerald selalu berpesan untuk selalu membuat barrier pelindung agar ketika kau berlatih tak akan ada yang terluka karena terkena seranganmu.
Hal itu memberi keuntungan bagi laila. Andai saja ia tak membuat barrier pelindung sudah pasti banyak kerumunan siswa yang akan menghampirinya disertai tatapan yang dengki.
Perlahan Laila duduk dengan nafas terengah-engah.
Teknik tadi cukup menguras tenaganya.
"Laila! Mari kembali!"
Teriak seorang perempuan bersurai hitam dari kejauhan.
Setelahnya Laila bangun dan menghampiri Tiffa, ketika melihat pemandangan di depan sana Tiffa cukup terkejut.
"Wow..teknik apa yang kau pelajari sehingga bisa merobohkan pepohonan itu?"
"Kau lihat saja nanti,"
Balas Laila sambil terkikik.
Sedangkan Tiffa hanya bisa mendengkus menanggapinya.
Tbc,
Long time no see hihi...
Kemaren hiatus karena fokus UN
Sampe hapus wp...ehhhhh pas udah deket UN dihapus:))))))
Tp gpp si :v
Votement jan lupa yaakkkk
Makaseh udh setia nunggu trs yg mau join grup maap bgt nunggu membernya banyak dulu ya, biar g canggung hehe
hmmttttttttt_
caramelmacchiato88_
Lop u all UwU
Stay healthy!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky Academy
FantasíaWARNING: sekali baca bikin langsung ketagihan^^ sebuah academy yang terletak di atas langit, dimana tidak semua orang yang bisa masuk kesana, hanya orang tertentu dengan bakat alami yang bisa masuk, Laila seorang gadis manis nan cantik, tetapi pemal...
