sky 35

1.6K 147 26
                                        

Warning: ada beberapa adegan sadis, ga suka skip aja.

Sosok itu terlihat berdiri tegak, dengan kepala tertunduk. Hingga kemudian ia mengangkat kepalanya yang membuat beberapa siswa terkejut. 

"ze.. lux? "

Gumam salah seorang siswa dengan nada tak percaya.


• 
Author POV

Disisi lain

" Hei! Kenapa kau malah diam saja! Sebaiknya kita cepat bergegas untuk menolong yang lain! "

Seru seorang pria dengan rambut merah menyala,
 
"zelux! Cepat! "

Tak sabar, pria itu menarik tangan temannya yang saat ini sedang berdiri mengamati pertarungan tanpa ada niatan untuk membantu. 

" bisakah kau menutup mulutmu? "
Jawab zelux dengan nada yang menyiratkan ancaman, 

"apa maks.."

'Krakkk'

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, zelux menarik tangan pria itu, memelintirnya kemudian ia menarik kepalanya dan memutarnya hingga timbul suara seperti sesuatu yang patah.

Setelahnya ia berjalan dengan santai menuju ke tengah medan pertarungan. 

Di tengah medan pertarungan

"jeff! Katakan padaku jika itu bukan zelux! "

Seru vio sambil tetap membopong laila, 

"kau tidak salah, dia zelux... zelux de luci,"

"astaga! Bag.. Bagaimana bisa! "

Perlahan zelux terlihat melangkahkan kakinya, mempersempit jarak diantara dia dengan murid lainnya. 

Semua yang melihat itu memasang sikap waspada, dan memperhatikan gerak-gerik  zelux dengan teliti. 

"Kalian tenanglah, aku hanya ingin menyampaikan pesan dari seseorang, "
Seru zelux dengan tenang tanpa merasa terancam. 

"zelux! Apa maksudnya ini! Kau dalang dari semua ini?! Kau menghianati kami?! "
Seru salah seorang siswa yang mengenal zelux. 

Sedangkan zelux hanya membalasnya dengan tersenyum sambil memberikan pandangan merendahkan. 

"kalian bodoh atau apa! Mana mungkin aku mau bergabung dengan makhluk tak berguna seperti kalian!"
Jawabnya sambil diakhiri tawa mengglegar di akhir. 

"KAU!! "
seru murid tadi sambil membawa bola api di kedua tangannya bersiap untuk menyerang zelux.

Mirisnya, belum sempat ia melayangkan kedua bola apinya, zelux lebih dulu melesat lalu menebas kepala lawannya.

Darah menyembur mengenai wajah zelux, kemudian sebuah kepala jatuh menggelinding dan berhenti disamping kakinya.

Semua yang ada disana terkejut sekaligus bergidik ngeri, bahkan sebagian merasa ingin memuntahkan apapun yang ada di dalam perut mereka. 

Setelahnya zelux kembali ke tengah dan mengucapkan sebuah pesan yang tadi disebutkannya. 

"aku hanya ingin mengingatkan bahwa pertempuran ini masih akan berlanjut hingga apa yang kami inginkan sudah tercapai! Ahh..untuk teman-teman bodoh kalian, jangan harap mereka akan kembali! "

Ucap zelux setelah itu menghilang menyisakan tanda tanya besar bagi seluruh orang yang terlibat dalam pertempuran. 

Di suatu tempat 

"cepat berjalan atau akan kami seret! "
Seru makhluk yang diselimuti kabut hitam dengan kuku-kuku tajam dan panjangnya. 

"Tuan lucifer, mau diapakan mereka semua? "

Seorang pria berperawakan tinggi berdiri gagah dengan mata merah menyala, membuat para murid ketakutan. 

"bawa kemari! Aku ingin melihat salah satu dari mereka,"

Menuruti perintah tuannya, makhluk tadi mendorong seorang wanita hingga ia bersimpuh Tepat dihadapan lucifer. 

"hai cantik, siapa namamu? "
Tanya lucifer berbisik sambil mengangkat dagu wanita tadi dengan kuku hitam tajamnya. 

Tak ada jawaban dari sang wanita, hanya terdengar isakan kecil yang ditahan. 

Hal itu membuat lucifer marah, ia sangat tak suka pada seseorang yang tak tunduk akan perintahnya. 

Dengan cepat ia menjambak surai perempuan tadi dengan keras, terdengar suara jeritan menggema di dalam ruangan temaram itu. 

Setelahnya, lucifer mengangkat satu tangannya yang bebas, dapat dilihat kuku hitamnya perlahan bertambah panjang.

Dengan secepat kilat, ia menghunuskan tangannya ke tubuh perempuan tadi, mencari sesuatu yang berdetak. Setelah menemukannya ia menariknya keluar.
Tampak sesuatu berwarna merah, diselimuti oleh darah. 

Tak menunggu lama, ia meremasnya hingga hancur menyebabkan darah mengucur dari sela-sela jarinya. 

"masukkan mereka semua ke penjara bawah tanah! Minta zelux untuk menanganinya! "

Perintah lucifer pada para pengikutnya
Tak lama setelahnya, muncul kabut hitam tepat dihadapan lucifer.

Perlahan kabut itu menghilang menyisakan sosok laki-laki yang menunduk hormat pada lucifer. 

"segera ke ruang bawah tanah dan ubah mereka semua. Masih banyak yang harus disiapkan!"

" baik tuan, "

Jawab zelux sambil menunduk hormat sebelum pergi ke ruang bawah tanah sesuai perintah lucifer. 

Di lain tempat

"Lilly, tiffa kalian baik-baik saja!? "

Seru laila sambil menghampiri kedua temannya yang sedang terduduk lemas di dekat reruntuhan tribun. 

"kami baik-baik saja, hanya sedikit kelelahan,"
Jawab tiffa, 

"laila! Apa yang terjadi dengan lengan dan perutmu? "

Seru lilly khawatir setelah melihat lengan laila yang berwarna biru keunguan, sedangkan baju bagian bawahnya sobek memperlihatkan bekas goresan yang masih mengeluarkan darah dibagian perut bawahnya sebelah kanan. 

Tepat setelah lilly menyelesaikan kalimatnya, laila tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri.

Tiffa dan lilly yang melihatnya langsung bergegas mendekati laila, Mirisnya  ketika akan menolong laila mereka kehabisan tenaga untuk melakukan teleportasi, bahkan hanya sekedar membopong laila pun keduanya tak sanggup. 

Untungnya tiffa sempat melihat aaron yang berjalan ke arah arena untuk menolong murid lain yang terluka. 

"Aaron!!"
Merasa terpanggil, Aaron segera menghampiri lilly dan tiffa, 

"bisakah kau mengantar laila ke ruang kesehatan? Kumohon, sebelum dia kehabisan darah!! "
Seru tiffa khawatir. 

Melihat itu Aaron langsung bergegas menggendong laila dan berteleportasi ke ruang kesehatan, 

"gadis bodoh! "

Gumamnya sebelum menghilang ditengah kekacauan.

Tbc,

Mo nanya, klo kedepan bakal lebih banyak adegan sadis gitu gpp emg?

Jangan lupa vote dan komennya, satu vote dari kalian berharga bagi kelanjutan cerita.

Luv y'all♡

hmmttttttttt_
cinnamonnxv_

Sky AcademyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang