10. Mama

67.9K 3.2K 21
                                        

"Sayang" Panggilan Mahendra saat memasuki ruang tamu mansion membuat semua orang yang ada di dalamnya mengalihkan pandangan pada orang yang telah dirangkulnya.

"Aileen?" Seorang wanita memastikan untuk bertanya.

"Iy-eh ? Tante siapa?" Wanita itu tiba-tiba memeluk Aileen.

"Pah"
Seolah Mahendra mengerti dengan panggilan Aileen bahwa dia meminta penjelasan "Itu mama, istri papah"

"Mama? Mama Aileen?" Tanya Aileen memastikan.

"Iya sayang ini mamah, mamanya Aileen, Mama kandung Aileen"

"Mama" Aileen membalas pelukan Zailine. Dalam pelukan Zailine, Aileen merasa sangat nyaman. Memang dulu saat di peluk ibu nyaman, tapi tidak pernah senyaman dan setenang sekarang, saat dipeluk Zailine.

Mereka menangis haru. Para suami dan menantu Adhitama saling berpelukan, Adhitama merangkul Mahendra sebagai penyalur kebahagiaan, dan para cucu Adhitama yang tersenyum dengan diiringi cairan bening. Akhirnya orang yang paling mereka sayang telah kembali. Mereka tidak bisa menyembunyikan rasa kebahagiaannya. Bahagia bertemu kembali dengan Aileen tidak bisa digantikan dengan apapun. Aileen mereka adalah segalanya.

"Mama jangan nangis lagi" Aileen melepaskan pelukannya dan mengahapus air mata Zailine.

"Iya sayang, mama gak akan nangis lagi. Mama cuman bahagia bisa ketemu kamu lagi"

"Ayo kenalin diri kalian masing-masing" Perintah Adhitama agar cucu dan menantunya itu tidak menangis lagi.

"Hai sayang aku Jovanka istri Papi Mahaprana, Mami nya Aladri, Arion, sama Aksa. Kamu juga harus panggil Mami ya" Jovanka memeluk Aileen, ia juga merasakan perasaan yang sangat rindu pada anak itu.

"Kalau Papi sama Daddy, Aileen udah tau kan?" Tanya Zailine.

"Iya, Aileen cuman tau Papah, Kakek, Papi, sama Daddy"

"Hallo manis aku Felysia istri Daddy Mahawira, Momy nya Keenan sama Rea. Kamu panggil tante Momy ya?"

"Iya Momy" Aileen balas memeluk Felysia.

"Hai. Aku sepupu kamu Rea, aku lebih tua 1 tahun, jadi kamu harus panggil kakak yaaa"

"Eh- tunggu"

"Kenapa sayang?" Tanya Mahendra saat Aileen menolak pelukan Rea.

"Berarti yang rambut aku ketarik itu sengaja?"

"Hehe" Rea hanya bisa memperlihatkan gigi nya tak berdosa.

"Rambut apa sayang?" Tanya Zailine penasaran, pasalnya dia tidak tahu yang dibicarakan anaknya itu.

"Nanti aku jelasin sayang" Mahendra menghampiri istrinya itu.

"Makasih" Aileen memeluk Rea, begitupun sebaliknya.
'Ah akhirnya punya saudara perempuan juga'

"Hai. Aku Keenan, aku juga sepupu kamu" Keenan memeluk Aileen, sudah lama sekali rasanya dia rindu memeluk Aileen.

"Hai Aileennya Aksa. Aku kakak sepupu kamu, cucu Adhitama yang paling ganteng" Aksa memeluk erat Aileen sampai Aileen kesulitan bernafas.

"Ka-kak"

"Kamu menyakitinya bodoh" Arion menjewer telinga Aksa membuat Aksa terpaksa melepaskan pelukannya sambil memanyunkan bibirnya "Aku Arion, panggil saja Kak Rion"
Sekarang giliran Arion yang memeluk Aileen, si tembok berjalan itu juga sangat merindukan Aileennya mereka.

"Tuan?" Tanya Aileen saat Aladri berada di hadapannya.

"Aladri. Panggil Kakak Ladri, kakaknya Aileen" Aladri memeluk erat Aileen. Akhirnya penantian Aladri dan semuanya tidak sia-sia. Penantian menunggu si kecil pulang terkabulkan oleh Tuhan, tak sia-sia Aladri menyuruh anak buahnya mencari tahu diseluruh kota dan menemui orang-orang yang bernama Aileen.

Kunjungan mereka ke cafe? Tentu saja itu sudah direncankan oleh dirinya, Keenan, dan juga Arion.

"Kakak"Aileen balas memeluk Aladri dengan erat, pantas saja saat Aladri memeluknya di cafe Aileen sangat merasa nyaman.

"Sudah lebih baik kamu istirahat dulu. Line, anterin dulu Aileen ke kamarnya kasian dia cape" Jovanka memberi saran pada Zailine. Jarak yang ditempuh Bandung-Jakarta memang tidak memakan waktu lama, tapi batin Aileen lelah karena sudah diuji semenjak kebenaran terkuak Aileen tidak pernah beristirahat dengan benar.

TBC

08-02-2019

My Possessive Brother's (TELAH TERBIT) (Part Of Possessive)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang