"Kamu kenapa bisa sampe kaya gini?" Delio bertanya sambil membersihkan luka pada kaki Aileen.
"Kalo kamu belum mau cerita gapapa, kakak tunggu sampe kamu siap buat cerita" Delio melanjutkan perkataannya setelah melihat respon Aileen hanya diam saja tanpa berniat menjawab pertanyaannya.
"Makasih Kak" Aileen tersenyum dengan tulus.
"Kakak hubungin dulu kakak-kakak kamu"
"Jangan Kak..." Aileen memegang tangan Delio yang sudah siap dengan handphonennya.
"Mereka pasti khawatir sama kamu"
"Kak, Aileen mohon sama Kakak. Jangan kasih tau siapapun kalo Aileen ada disini"
"Yaudah kita bahas ini besok, sekarang kamu istirahat di kamar kakak."
"Terus Kakak tidur dimana?"
"Biar Kakak tidur di kamar tamu aja. Ayo Kakak anter" Lagi-lagi Delio menggendong Aileen ala bridal style, padahal Aileen hanya luka bukan lumpuh.
"Makasih ya Kak" Aileen berterimakasih setelah Delio menidurkannya di kamar milik Delio.
Ucapan terimakasih Aileen hanya dibalas oleh anggukan dan senyuman Delio.
"Mamah, Papah, Kakek, dan kalian Aileen minta maaf. Kak Ladri, Kak Rion, Kak Keenan, Kak Aksa sama Kak Rea, Aileen juga minta maaf sama kalian karena Aileen pergi ninggalin rumah. Maaf kalo Aileen ngecewain kalian, Aileen belum siap ketemu sama Kak Rion. Aileen sayang sama kalian"
"Aileen... Aileen gatau harus kaya gimana sekarang, Aileen butuh waktu" Aileen menghapus air mata dikedua matanya.. Ah ia sangat lelah, apa keluarganya baik-baik saja? Apa Mamah dan Papahnya juga baik-baik saja? Ia begitu mengkhawatirkan keluarganya.
Delio menutup pintu kamarnya perlahan.
Benar, sedari tadi ia mengantarkan Aileen ke kamarnya ia tidak pernah meninggalkan Aileen. Ia terus berdiri di depan pintu yang sedikit terbuka. Ia juga mendengar semua perkataan Aileen, sepertinya ia memang sedang ada dalam masalah yang rumit dengan keluarganya. Delio meninggalkan Aileen setelah melihat bahwa gadis itu sudah menutup matanya secara perlahan.
Apa ia harus menghubungi Aksa dan keluarganya?
Sedangkan Aileen melarangnya. Apa yang harus ia lakukan saat ini?
Never seen you comin'
I'll turn you down
When you need me the most, I will turn you
When you need me the most, I will turn you down
Dering handphone Delio membuyarkan segala hal yang sedang ia pikirkan.
Pas sekali. Aksa yang menghubunginya.
Apa Aksa tahu jika Aileen berada dirumahnya?
'Hallo Sa'
'Yo, bantuin gue'
'Bantuin apa?'
'Bantuin gue cari Aileen, dia pergi dari rumah. Gue minta tolong banget, gue juga udah minta tolong sama Arsen'
'Sa, ada yang mau gue omongin'
'Apaan?'
'.....'
Delio benar-benar bimbang, apa ia harus memberitahu Aksa atau tetap diam saja? Tapi Aksa adalah keluarganya, kakaknya, Aksa berhak tahu dimana Aileen berada.
'Woy cepetan elaaah lo mau ngomongin apaan??'
'HEH Caesar Hito!'
'Sebenernya...'
KAMU SEDANG MEMBACA
My Possessive Brother's (TELAH TERBIT) (Part Of Possessive)
Ficção Adolescente'Complete' Tidak ada seorangpun yang ingin menjadi dirinya. Selalu menjalani kehidupannya dengan masalah. Dia tidak ingat sama sekali bagaimana masa kecilnya. Entahlah dia tidak yakin itu. Yang terpenting sekarang untuk dirinya adalah sang ibu. Hany...
