40. Aileen Pergi

43.1K 2.4K 257
                                        

"Aileen pulang...." Aileen bersuara sedikit. Ia tidak ingin terdengar seperti orang yang telah menangis. Sebelum pulang, di toilet yang ada di taman, Aileen mencuci wajahnya agar tidak terlihat seperti orang yang sudah menangis.

"Kamu udah pulang?" Para anggota keluarga Adhitama menyambut Aileen dan menyerangnya dengan berbagai pertanyaan.

"Kamu gapapa?"

"Ko tadi kakak nelfon gak di angkat siih?"

"Kamu baik-baik aja?"

Andaikan saja Aileen bisa jujur dengan mereka tentang bagamana keadaannya, bagaimana perasaannya, dan bagaimana keadaan hatinya kini. Tapi Aileen tetaplah Aileen, ia tidak akan ingin terlihat lemah. Aileen miris meratapi dirinya sendiri. Mereka semua mengkhawatirkannya, kecuali Arion. Orang yang masih ia harapkan meskipun telah mengecewakannya.

"Aileen gapapa. Aileen cape, mau istirahat dulu" Aileen berjalan menaikki anak tangga satu persatu, meninggalkan mereka yang hanya diam memperlihatkan raut wajah sedih dan khawatir.

Aileen hanya ingin sendiri.

Aileen butuh waktu.

"Bener, itu hak Kak Arion kalo ingkarin janji. Itu juga hak Kak Arion buat lebih mentingin pacarnya dibandingin Aileen kan? Haha"

"Lagiankan Aileen cuman sepupunya, bukan adik kandungnya Hahaha"
Siapapun yang mendengarnya akan merasakan sakit yang sama, bahwa ia tengah tertawa sambil menangis. Kenapa masalah untuknya tidak pernah usai. Andai Aileen tidak bertemu mereka.

Bukan

Aileen bukannya tidak bersyukur, Aileen hanya terus berpikir kenapa masalah yang menimpanya terus menyakiti hatinya dibandingkan saat ia tinggal di Bandung tanpa mengetahui asal usulnya.

Haruskah ia kembali?

Lalu bagaimana dengan keluarganya yang lain? Yang memang benar-benar menyayanginya.

Ah memikirkannya saja membuat kepalanya berdenyut.

-----*-*-----

Tok tok tok

"Sayang... Ini Mamah"

Ceklek

"Kok masih tidur? Yang lain udah nungguin kamu buat makan malem loh"

"Aileen nanti aja yaa Mah, Aileen belum laper"

"Sekarang yaa?" Zailine mengelus dengan pelan kepala Aileen. "Kamu masih mikirin Kak Arion ya?"

"Mah, Aileen gapapa beneran ko"

"Denger yaa, lihat Mamah" Zailine menangkupkan kedua tangannya pada wajah Aileen "Kamu anak Mamah. Mamah tahu perasaan kamu kaya gimana, kamu gabisa bohongin Mamah. Meskipun kita baru ketemu, tapi ikatan batin kita itu kuat. Kamu boleh kecewa sama Kakak kamu, tapi kamu gak boleh benci dia. Mau gimanapun, Kak Arion tetep kakak kamu. Dia juga sayang banget sama kamu. Sekarang kamu cuman tinggal tunggu Kak Arion balik lagi kaya sebelumnya"

"Mamaaaah...." Aileen menangis dalam pelukan Zailine. Mamah nya benar, ia boleh kecewa tapi bukan berarti ia bisa membencinya.

"Udah ah jangan nangis, jelek. Sekarang kita ke bawah yaaa? Kasian yang lain udah nunggu" Zailine mengahapus air mata Aileen dengan kedua ibu jarinya. Menuntunnya berjalan perlahan ke ruang makan, tempat dimana semuanya tengah menunggu mereka berdua.

"Makan yang banyak ya" Aladri mengisi piring makan Aileen dengan lauk pauk yang banyak.

"Makasih Kak"

"Selamat makan" Mereka semua kompak mengatakannya.

Aileen menatap sekeliling. Ada kursi yang kosong, tempat Arion. Dia belum juga pulang? Arion tidak seperti biasanya, melewatkan makan malam keluarga.

My Possessive Brother's (TELAH TERBIT) (Part Of Possessive)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang