“Leen bangun dulu” Arion mengelus surai hitam milik Aileen yang si pemilik tubuhnya masih terbaring di atas bangkar.
“Leen makan dulu”
“Iya Kak”
“Mau kakak suapin?”
Aileen melihat Aladri yang sedang sibuk dengan laptop nya. Sepertinya kakak nya itu sangat sibuk dengan pekerjaan, namun hanya untuk dirinya kakak nya itu rela tidak bekerja.
“Leen?” Arion memanggil Aileen yang sibuk menatap Aladri.
Panggilan Arion membuat Aladri menatap mereka dan membuat Aileen salah tingkah.
“Ah iya kenapa kak?” Aileen membuang muka dan menatap Arion, membuat Aladri merasakan suatu sakit dalam hatinya.
Sedangkan Arion hanya dapat menghembuskan nafasnya.
“Kamu mau makan sendiri atau kakak suapin?” Arion mengulangi pertanyaannya.
“Aileen makan sendiri aja Kak”
Arion mengangguk dan menggeser overbed table nya agar dekat dengan Aileen dan memudahkannya saat makan.
Aileen memakan makanannya dengan perlahan membuat Arion dan aladri dapat bernafas lega karena setidaknya adiknya itu tidak susah makan. Aladri dan Arion kembali sibuk dengan laptop dan handphonennya masing-masing.
Aileen Pov
Hambar, apa makanan rumah sakit selalu kaya gini? Padahal dulu kalo sakit ya biasa aja paling cuman makan bubur sama obat warung.
Astagaaa harusnya aku bersyukur sama kehidupan aku yang sekarang. Ada mereka, ada Kak Aladri juga yang sayang sama aku.
Prang
“Kamu kenapa?” Suara sendok yang aku jatohin ngebuat Kak Aladri sama Kak Arion keliatannya cemas banget. Aku juga gak tahu kenapa, tangan aku gemeteran terus sendok itu jatoh tiba-tiba. Tapi aku gak mungkin bikin mereka tambah khawatir.
“Aileen gapapa Kak”
Aileen Pov end
“Kak Aileen udah selese makannya”
“Biar Kakak yang beresin” Aladri menarik overbed table ke tempat semula.
“Makasih”
“Aileen” Panggil mereka yang kepalanya menyembul dari balik pintu kamar rawat Aileen.
“Kakak” Aileen melihat kepala Rea dan Aksa.
“Masuk. Ngapain disitu aja? Kita udah gak butuh bodyguard, udah kebanyakan” Perkataan Aladri membuat Aksa, Rea, Delio, dan Arsen masuk ke ruangan dengan muka masam.
“Waah Kak Aladin masih belum buang racun dimulutnya yaa? Heran Aksa Hyunjin Adhitama tuh” Aksa memijiat pelipisnya, berakting pusing dengan kelakuan kakak tertuanya itu.
“Nama lo Kenneth bego” Arsen menoyor kepala Aksa.
“Tapikan gue mirip sama Hyunjin, jadi nama gu-“
“Berisik” Arion melemparkan bantal sofa tepat di depan muka Aksa membuat lelaki itu merengut kesal.
Kelakuan mereka membuat Aileen tersenyum tipis. Namun tatapan seseorang membuatnya tidak nyaman.
“Ini buat kamu” Delio dan Arsen menyimpan buah tangan yang mereka bawa di atas meja tepat disebalah bangkar Aileen.
“Makasih Kak” Aileen tersenyum pada mereka berdua. Mereka teman Aksa dan Rea, tapi mereka juga baik pada dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Possessive Brother's (TELAH TERBIT) (Part Of Possessive)
Teen Fiction'Complete' Tidak ada seorangpun yang ingin menjadi dirinya. Selalu menjalani kehidupannya dengan masalah. Dia tidak ingat sama sekali bagaimana masa kecilnya. Entahlah dia tidak yakin itu. Yang terpenting sekarang untuk dirinya adalah sang ibu. Hany...
