'Complete'
Tidak ada seorangpun yang ingin menjadi dirinya. Selalu menjalani kehidupannya dengan masalah. Dia tidak ingat sama sekali bagaimana masa kecilnya. Entahlah dia tidak yakin itu. Yang terpenting sekarang untuk dirinya adalah sang ibu. Hany...
“Ka, nanti kalian tidurnya di hotel aja ya, soalnya kalo di rumah Aileen gak akan muat buat semuanya” Kata Aileen saat mereka sedang ada dalam perjalanan menuju Bandung.
“Muat kok pasti Leen, ya masa kita tinggalin kamu sendiri sih” Rea menimpali perkataan Aileen yang kadang suka berkata aneh. Aileen mengatakan hal yang tentu saja dia sudah tau jawabannya.
“Kakak kaya yang engga tau ka Aksa aja, dia kan kalo tidur suka seenaknya” Kata Aileen sambil milirik ke arah Aksa yang juga sedang menatapnya.
“Loh kamu kok malah nyalahin kakak sih Leen” Aksa yang mendengar namanya disebut merasa tidak terima meskipun pada kenyataannya memang benar.
“Suuutttttt udah diem kamu, yang Aileen bilang itu bener. Kamu itu tidur suka lupa sama orang yang ada di sebelah kamu. Yaudah kita tidur di dalem rumah aja, biarin si Aksara sambung tidur di luar” Ucap Rion, tapi matanya masih fokus pada jalanan yang membentang luas di hadapannya.
“Albino kok jahat sih sama Aksa” Aksa mengucapkan hal itu sembari mengedipkan matanya.
“Jijik” Teriak semua kecuali Aksa.
“Yaudah gini aja, Aileen sama kakak tidur dirumah Aileen. Rea sama Aksa tidur di hotel. Gimana?”
“Okay. Aileen setuju”
“Aku juga”
“Aksa yang ganteng juga setuju”
-----*-*----- “Ka, serius kakak mau tidur sama Aileen disini?” Aileen memulai pembicaraan saat mereka sedang duduk di kursi rumah Aileen setelah mereka mengantarkan Aksa dan Rea ke hotel terdekat.
“Terus kakak harus tinggalin kamu sendiri disini? Gitu?” Arion membaringkan tubuhnya di sofa rumah Aileen yang terlihat sederhana itu.
“Engga gitu, kakak kan ga terbiasa tinggal di tempat kaya gini. Beda sama Aileen”
“Dengerin kakak ya sayang, mau dimana pun tempatnya, mau sebagus atau seburuk apapun tempatnya, yang paling penting buat kakak adalah kakak selalu ada sama kamu gimanupun kondisi tempatnya” Arion mengelus rambut Aileen dengan sayang.
“Makasih yaa Kak” Aileen memeluk Arion seketika.
“Oh ya kak, nanti sore Aileen mau ketemu sama temen-temen. Kalian gaboleh ikut”
“loh? Kenapa?” Arion melepaskan pelukannya dan menatap Aileen.
“Yaudah iya, tapi inget harus selalu hati-hati. Kabarin kakak kalo ada apa-apa, handphone jangan sampe mati, teru-“
“Iyaa kak iyaa Aileen ngerti, udah ya mending sekarang kakak istirahat aja di kamar Aileen"
-----*-*----- “VELERIE! TEARA! FANDO!” Aileen berteriak saat dirinya memasuki sebuah taman yang memperlihatkan teman-temannya sebagai objek pertama yang terlihat.
“AILEEN” Mereka bertiga kompak berteriak dan berlari menghampiri Aileen.
“Lo kemana aja sih?”
“Lo kok pergi gak bilang-bilang?”
“Gue kangen sama lo”
“Lo gak kangen apa sama kita?”
“Beb kamu kok jahat sih ninggalin aku, pergi gak bilang-bilang”
Mereka memeluk Aileen secara bersamaan seolah mereka tidak bertemu bertahun-tahun lamanya, pelukan mereka membuat tubuh Aileen yang kurus sangat terhimpit.
“Ekhem lepas” Suara bass seseorang sepertinya tidak di dengarkan oleh mereka.
“Awww awww lepas, siapa sih?!” Fando berteriak karena ada yang menarik kupingnya dan juga menyebabkan para anak gadis yang sedang berpelukan itu berhenti memeluk Aileen.
“Om siapa sih?! Main tarik kuping Fando aja”
“Om?” Orang itu melebarkan matanya saat Fando memanggil dirinya dengan sebutan om.
“Loh? Kak Rion kenapa bisa ada disini? Kalian juga?” Aileen berkata sambil melihat orang yang menjewer Fando dan dua orang yang beridiri di belakangnya.
“Beb kamu kenal sama mereka, aduuh aduuh sakit om. Lepas dong”
“Kamu jangan berani manggil Aileennya Aksa Bebeb, apalagi sampe meluk” Aksa melipat tangan di dada nya.
“Kak Rion lepas, kasian Fando” Perkataan Aileen membuat Arion melepaskan tarikannya.
“Aduuuh panas nih” Fando mengusap-ngusap sebelah telinganya yang sudah terlihat merah.
“Do maafin kak Rion yaaa?”
“Emangnya mereka siapa sih?” Fando bertanya dengan sedikit kesal, pasalnya tiba-tiba ada orang yang tidak di kenal menarik kupingnya seenak jidat yang mengganggu acaranya melepaskan rindu dengan Aileen. Tapi beda dengan kedua temannya yang lain, Teara dan Velerie melamun tak berkedip melihat Aksa dan Arion. Ayolaaah siapa yang tidak akan tertarik dengan ketampanan Arion Attara Adhitama dan Aksa Kenneth Adhitama.
“Mereka kakak aku”
“HAHHH! KAKAK!???” Teriak mereka semua.
TBC Maaf yaaa aku baru sempet up, karena emang jadwalnya lagi padet banget. Seharian kemarin ada kegiatan di kampus, malemnya ada acaraa karang taruna sampe jam 3 subuh. Sedangkan jam 8 paginya harus rapat dan sekarangpun up nyuri nyuri waktu jam mata kuliaah.
Jangan lupaaaaa ARABELLE nyaaa bacaaa yaaaa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.