"Aku limpahin semuanya sama kalian berdua" Mahaprana datang dan langsung berbicara seperti itu pada Felysia dan Mahawira.
"Daddy sama Momy udah denger semuanya, tanpa terkecuali" Mahawira memulai pembicaraan dan menatap kedua anaknya itu.
"Mom... Dad... Maafin Rea sama Kak Keenan" Rea menahan tangisnya, ia tidak boleh lemah.
"Maafin Keenan"
"Kenapa? Kenapa kalian lakuin itu?" Felycia menatap putra putrinya dengan mata yang memancarkan kekecewaan.
Aladri, Arion, dan Aksa hanya menatap mereka tanpa ekspresi. Melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika bukan karena Mamih dan Papihnya yang menyuruh untuk berkumpul, mungkin mereka lebih memilih pergi keluar dan bermain.
"Ini salah Rea Mom, Rea iri sama Aileen. Aileen bisa dapetin semuanya, kalian semua sayang sama Aileen, kalian lebih jaga Aileen dibanding Rea, kalian lebih khawatirin Aileen dibandingin Rea... Hiksss Rea, Rea juga mau itu semua... Bahkan orang yang Rea suka juga malah suka sama Aileen.... Rea cuman mau bahagia..."
"Jadi selama ini kamu gak bahagia?" Felycia menatap Rea dengan menitikkan air matanya.
"Engga Mom... Maksud Rea-"
"Ini bukan salah kamu juga. Ini salah kalian berdua" Mahaprana menatap kedua anaknya "Keenan... Kamu anak Daddy yang paling dewasa. Daddy titipin Rea sama kamu karena Daddy pikir kamu bisa jagain Rea dan jadi contoh yang baik buat dia. Bukan kaya gini...."
"Momy kecewa sama kalian berdua"
"Kenapa Momy sama Daddy malah ikut-ikutan nyudutin Rea sama Kak Keenan? Kita itu anak Momy sama Daddy. Rea juga pengen bahagia" Rea membantah kedua orang tuanya membuat Keenan menegurnya.
"Sssttt gak boleh gitu" Keenan mengelus punggung adiknya untuk menenangkannya.
"Apa kamu tahu kenapa keluarga ini lebih khawatirin Aileen? Lebih jagain Aileen dibanding kamu?" Felysia menarik napasnya lalu melanjutkan ucapannya.
"Kamu tahu sendiri Aileen pernah ilang, dan kita semua baru nemuin dia belum lama ini. Kenapa keluarga ini lebih jagain dia karena kita semua gak mau kehilangan Aileen lagi, kamu juga gak mau kan? Kamu sama Aileen itu beda. Kamu itu anak Momy, gadis pemberani, kamu bisa hadapin apapun. Tapi Aileen... Dia gadis yang terlalu lemah lembut, dia itu polos, gak tahu banyak tentang dunia luar. itu yang buat kita lebih jagain dia. Kamu tahu sendiri dia lebih milih nyakitin perasaannya sendiri dibandingin harus nyakitin perasaan orang lain"
"Coba kamu ada di posisi Aileen. Kamu baru ketemu sama keluarga kamu, tapi kamu dipisahin lagi gitu aja. Menurut kamu, gimana sakit hatinya kamu?"
Hikssss
Rea hanya menangis di pelukan Keenan.
"Selama ini Daddy gak pernah lihat Papah dan Mamah kalian senyum lepas, selama bertahun-tahun ini mereka selalu sedih mikirin anak mereka satu-satunya, Aileen. Mereka nyari Aileen kesana kemari. Sampai dimana kita nemuin Aileen, kita semua baru liat senyum bahagia dan tulus dari Papah Mamah kalian. Dan sekarang kalian malah buat Aileen, Mamah, dan Papah kalian pergi. Daddy sama Momy malu" Mahawira berbicara sambil membayangkan bagaimana keadaan Mahendra dan Zailine sekarang, dia tak bisa membayangkannya.
Hiksssss hikssss
"Momy sama Daddy juga baru tahu kalo Aileen sakit. Gimana kalo Aileen kenapa-kenapa? Apa kalian gak akan nyesel? Kalian siap kehilangan Aileen buat yang kedua kalinya? Kehilangan Aileen buat selama-lamanya?"
Rea dan Keenan berjalan menghampiri keduanya, meminta maaf atas semua perbuatannya yang membuat keluarga mereka menjadi suram.
"Maafin kita"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Possessive Brother's (TELAH TERBIT) (Part Of Possessive)
Fiksyen Remaja'Complete' Tidak ada seorangpun yang ingin menjadi dirinya. Selalu menjalani kehidupannya dengan masalah. Dia tidak ingat sama sekali bagaimana masa kecilnya. Entahlah dia tidak yakin itu. Yang terpenting sekarang untuk dirinya adalah sang ibu. Hany...
