7. Tuan Lagi

62.9K 3.2K 22
                                        

"Tu-tuan?"

'Pantes engga basah' Aileen melihat orang itu memayungi Aileen dan membiarkan tubuhnya basah.

"Ayo bangun"
Aileen perlahan berdiri, keadaannya tidak bisa dibilang baik-baik saja. Tentu semua tubuhnya basah, tak terkecuali tas sekolah yang ia pakai.

"Kamu kenapa?" Tanya orang itu penasaran.

Bagaimana ia tidak penasaran, kalau ia melihat adik kecilnya, adik yang paling dia sayang menangis di bawah guyuran hujan yang deras.

"Tuan kenapa bisa ada disini?" Aileen tersenyum mengalihkan pembicaraan. Dia tidak mau siapapun tahu bagaimana keadaannya. Orang-orang cukup mengetahui kalau Aileen baik-baik saja.

"Aladri. Panggil kakak Ladri" Ya lelaki itu adalah Aladri. Cucu tertua yang sangat merindukan adik kecilnya. Permata hatinya.

"Tuan anda basah. Ini tuan pakai saja nanti anda bisa sakit" Aileen tak mengindahkan perkataan Aladri. Aileen mendorong tangan Aladri yang sedang memayungi dirinya.

"Lalu kamu?"

"Saya sudah terbiasa, lagi pula saya suka hujan. Lebih baik anda pulang sebelum masuk angin" Aileen tersenyum memastikan bahwa dirinya baik-baik saja.

'Sudah biasa?' Percayalah bahwa saat ini Aladri sedang mengepalkan tangannya kuat. Jadi selama ini Aileen memang hidup dalam kesusahan.

"Kamu juga basah, ayo kakak antarkan pulang" Aladri menarik lengan Aileen perlahan.
Tapi Aileen langsung melepaskannya.

"Tidak Tuan. Saya bisa pulang sendiri, rumah saya juga sudah dekat. Kita tidak ada hubungan apa-apa, jadi saya harap Tuan jangan terlalu peduli pada saya. Kalau begitu saya permisi Tuan" Aileen berjalan menembus hujan yang masih setia menemaninya.

Aileen meninggalkan Aladri yang masih memantung akibat ucapannya. Bukannya Aileen tidak bersyukur ada yang peduli padanya, Aileen hanya cukup tahu diri untuk tidak merepotkan orang lain, apalagi Aileen sama sekali tidak mengenal orang itu.

"Baiklah kalau begitu. Aku akan segera membawamu pulang agar kita ada hubungan lagi" Gumam Aladri yang maish mengepalkan tangannya kuat.

"Kakak kenapa?" Tanya Rea saat Aladri masuk ke dalam mobil dengan wajah yang menahan emosi.

"Kakak tanya gak kenapa Aileen ujan-ujanan?" Tanya Aksa yang penasaran interaksi apa yang terjadi antara kaka dan adiknya itu.

Aladri menutup matanya untuk menteralkan emosi dan perasaannya "Dia ngalihin pembicaraan. Kakak gak nanya lagi karena gamau buat dia ga nyaman. Tapi tadi kakak denger dia nangis karena gak punya keluarga yang lengkap"

Mereka semua menganga dan membulatkan matanya. Pasalnya, ini pertama kali kakak tertuanya itu bicara panjang lebar kecuali jika rapat dan dengan orang tua.
Tapi mereka lebih memilih bungkam dan terfokus akan jawaban yang diberikan Aladri.

"Terus kenapa kakak gak ajak Aileen naik mobil?" Sebenarnya ini yang menjadi pertanyaan semua cucu Adhitama.

Aladri menghembuskan nafasnya kasar "Dia bilang kakak jangan peduli padanya, karena gak ada hubungan apa-apa"

Aileen mereka menangis karena tidak punya keluarga yang lengkap. Aileen salah. Aileen masih punya keluarga yang lengkap yang masih menunggunya pulang sampai saat ini.

Mereka semua tercengang. Tidak ada hubungan? Baik, mereka harus membuktikan bahwa Aileen ada hubungan dengan mereka secepatnya.

"Pak ikutin Aileen" Keenan memecah lamunan mereka. Ini bukan saatnya mereka melamun, tapi mereka harus menemukan cara bagaimana membawa Aileennya pulang.

"Rion urus perempuan yang menghina Aileen di cafe tadi. Dua hari harus sudah ada kabarnya"

"Ya kak" Rion langsung menelepon salah satu anak buahnya. Toh ia juga tidak terima Aileen kecilnya diperlakukan seperti itu oleh orang lain. Mulai sekarang tidak boleh ada yang menyakitinya. Rion, ah lebih tepatnya semua cucu Adhitama tidak akan membiarkan itu terjadi. Akan habis mereka yang berani-beraninya menyakiti permata Adhitama.

"Loh kak, bukannya itu mobil kakek sama mobil papi ya?" Tanya Aska yang melihat dua mobil yang dikenalnya terparkir dipinggir jalan deket rumah kecil yang di masuki Aileen barusan.

"APA!" Teriak semua cucu Adhitama.


TBC

26-01-2019

My Possessive Brother's (TELAH TERBIT) (Part Of Possessive)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang