“Iya ini Kakak sayang”
“Kakak” Aileen memeluk Aladri dengan sangat erat, seolah dia sedang benar-benar dalam keadaan takut.
“Kak Aileen takut kak hiks hiks” Aileen tidak berhenti menangis membuat semua cucu Adhitama khawatir dan sekaligus bertanya-tanya apa yang yang terjadi.
“Aileen jangan takut, Aileen aman disini. Disini ada Kakek, Papah, Mamah, Kakak, dan yang lainnya bakalan terus jagain kamu” Aladri mengelus punggung Aileen seolah memberinya kekuatan, agar adik yang paling di sayangnya itu tenang dan percaya bahwa dia baik-baik saja selama dia ada dalam keluarga Adhitama.
Rea juga ditenangkan oleh Keenan, karena gadis itu ikut mengeluarkan air mata saat adiknya bermimpi buruk. Bibir Rea terasa kelu dan badannya tidak bisa ia gerakkan saat ia ingin menenangkan Aileen.
“Aileen tenang aja, kita semua akan jaga kamu” Keenan juga miris melihat adiknya seperti itu.
“Aileen takut, Aileen gamau dipukul lagi. Sakit kak” Aileen masih saja terus menangis dan menggelengkan kepalanya.
Aladri dan Kenan mengepalkan tangannya kuat, rahangnya mengeras. Ini pasti ada hubungannya dengan baby sitter sialan itu. Tapi apa yang bisa mereka lakukan? Tidak ada. Mereka hanya bisa menenangkan Aileen dan membuat dia untuk tetap baik-baik saja.
“Engga akan ada lagi yang berani nyakitin Aileen selama kita semua ada disini” Sekarang giliran Arion yang menenangkan hati adiknya itu meskipun hatinya sendiri dalam keadaan yang benar-benar ingin membunuh seseorang.
Seburuk apakah mimpi Aileen? Itu yang menjadi pertanyaan utama dalam kepala mereka yang ada disana.
“IYA! Aksa Kenneth Adhitama yang ganteng ini, juga bakal Jagain Aileen sampe titik darah penghabisan” Aksa berkata semangat seolah dia akan menghadapi perang dunia.
“Halah, lihat jarum suntik aja kabur haha” Rea tertawa meremehkan dengan air mata yang masih berada dipelupuknya.
“Diem bawel!” Aksa memutar bola matanya membuat semuanya tersenyum mengejek ke arah Aksa.
“Sayang kamu kenapa?” Zailine dan Mahendra berlari masuk ke dalam kamar Rea saat pelayan memberi tahunya bahwa putri kecilnya sedang menangis.
“Mama hiks” Aileen berganti langsung memeluk Zailine.
“Aileen kenapa?” Tanya Mahendra dengan mengelus rambut putrinya itu.
“Aileen takut ma, Aileen sakit. Aileen gamau dipukul lagi” Ucapan Aileen, membuat hati Zailine dan Mahendra mencelos, sebenarnya apa yang dilakukan baby sitternya dulu.
“Engga sayang, engga akan ada yang nyakitin kamu lagi selama ada Papah dan Mama. Kita semua bakal selalu ada untuk Aileen” Mahendra ikut menenangkan Aileen, ia tahu istrinya sedang meratapi nasib putrinya itu. Ayolah ibu mana yang tidak sakit hati melihat anaknya sendiri menangis karena perbuatan orang lain.
“Engga, Aileen takut Pah”
“Engga sayang, liat Mama. Engga ada yang bakalan nyakitin Aileen selama ada Mama. Itu cuman mimpi buruk, mimpi jelek yang harus Aileen lupain. Mimpi itu bunga tidur, bunga yang Aileen dapetin sekarang lagi jelek, jadi harus Aileen buang biar Aileen dapet bunga yang indah” Zailine mengusap air mata dan peluh yang menghiasi wajah putri satu-satunya itu dengan sayang.
“Aileen jangan takut lagi ya?” membuat Aileen mengangguk.
“Sekarang Aileen harus tidur”
“Aileen mau tidur sama Ka Ladri” Entah mengapa Aileen sangat merasa nyaman saat berada di dekat Aladri, sebenarnya Aileen ingin tidur bersama Mama nya.
Tapi bagaimana dengan Papahnya? Papahnya mungkin lebih lelah dibandingkan Aileen, jadi Papahnya lebih membutuhkan istirahat yang banyak.
Tapi ucapan Aileen membuat semua orang melotot kearahnya. Pasalnya Aladri tidak akan membiarkan siapapun menempati tempat tidur kesayangannya.
“Kenapa? Gak boleh ya?” Tiba-tiba saja wajah Aileen kembali muram membuat semua orang yang ada disana panik sendiri.
“Kamu boleh tidur sama Kakak. Ayo kakak gendong” Dan jawaban Aladri membuat mereka semakin tak percaya.
Namun daripada memikirkan itu, mereka lebih bersyukur karena sekarang Aladri Orlando Adhitama yang dulu telah kembali.
TBC
24-02-2019
KAMU SEDANG MEMBACA
My Possessive Brother's (TELAH TERBIT) (Part Of Possessive)
Teen Fiction'Complete' Tidak ada seorangpun yang ingin menjadi dirinya. Selalu menjalani kehidupannya dengan masalah. Dia tidak ingat sama sekali bagaimana masa kecilnya. Entahlah dia tidak yakin itu. Yang terpenting sekarang untuk dirinya adalah sang ibu. Hany...
