47. Aladri

35K 1.8K 78
                                        

“Udah tenang ?" Delio melepaskan pelukannya, merapikan anak rambut yang menghalangi wajah Aileen, menghapus sisa dan jejak air mata yang masih tertinggal.

Aileen mengangguk sebagai jawaban.

“Kamu kenapa?”

Aileen tidak bisa mengatakan alasan yang sebenarnya bahwa ia terluka karena perkataan perawat tadi. “Aileen cuman lagi kesel aja sama orang”

“Mau cerita sama kakak?”

Aileen menggeleng pelan, Delio tidak boleh tahu.

“Yaudah kalo kamu gak mau cerita. Tapi kakak mohon, jangan pernah lagi netesin air mata kamu cuman buat orang yang gak penting. Kamu gak cerita sama kakak gak masalah, tapi kakak mau kalo kamu cuman nangis di depan kakak, di pelukan kakak. Kakak mau jadi orang pertama yang kamu datengin untuk luapin semua perasaan kamu”

Aileen menatap Delio dengan tatapan yang tidak mengerti, dahinya berkerut namun membuatnya terlihat lucu bagi Delio, benar-benar seperti anak kecil yang polos.

“Awww”

“Dasar bocah, gak akan ngerti” Delio menyentil dahi Aileen yang terus berkerut.

“Aileen udah gede, bukan bocah lagi” Aileen menggerlingkan matanya.

“Udah gede tapi gak ngerti omongan kakak”

“Tau ahhh kakak nyebelin kaya Kak Aksa”

“Iyaa iyaaa maaf... mau balik ke kamar sekarang? Mereka pasti pada nunggu kamu”

“Boleh... tapi, muka Aileen keliatan abis nangis gak? Aileen gak mau kakak kena marah sama Kak Ladri”

“Gapapa, tenang aja. Mulai sekarang kakak harus biasain kena omel Kak Ladri, biar nanti bisa tahan”

“Hah?”

“Hah hah mulu. Ayo sekarang kita masuk” Delio mendorong kursi roda Aileen dengan pelan, sedikit perbincangan ringan menjadikan suasana menjadi hangat saat di perjalanan.

Kriett

Semua pandangan orang-orang yang ada di dalam ruangan teralhikan pada mereka yang baru saja masuk. Aladri menajamkan pengelihatannya. Dan ......

“Kamu kenapa?” Aladri diikuti yang lain menghampiri Aileen.

“Aileen gapapa Kak”

“Karena dia?!” Aladri menunjuk Delio dengan jarinya.

Aileen menarik jari Aladri dan mengelusnya “Bukan karna Kak Lio”

“Heh! Lu apain ade gue?!” Aksa yang berdiri disamping Delio dan membisikkannya.

“Delio! Aileen kenapa?” Keenan bertanya terlebih dahulu sebelum Aladri yang bertindak.

“Lio gak tau, pas tadi baru nyampe taman Aileen tiba-tiba nangis gitu aja”

“Aileen gak mungkin nangis tanpa alesan!” Aladri berkata dengan suara dinginnya membuat siapa saja yang mendengarnya bergidik ngeri.

“Kak udaah” Aileen mencoba menenangkan Aladri, ia tidak mau Delio yang terkena imbasnya.

“Kamu bilang sama kakak, kamu kenapa? Atau kakak yang cari tau sendiri kamu kenapa?”

Aileen tidak bisa membongkar semuanya, yang ada semua orang akan tahu apa yang terjadi.

Delio juga tidak bisa mengatakan jika Aileen mengucapkan kalimat bahwa dia membenci seseorang. Itu bukan haknya, ia cukup menjadi pendengar yang baik untuk Aileen. Lagipula ia tidak mau salah bertindak dan malah membuat semuanya runyam.

My Possessive Brother's (TELAH TERBIT) (Part Of Possessive)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang