Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

13 - Tidak ada niat

16.4K 494 3
                                        

Ketika Gladien mencari nama Alden, indra pendengaranya menangkup sesuatu, Refleks Mata gladien mencari asal suara tersebut

Napas gladien tercekat, begitu matanya melihat seseorang tak jauh dari dirinya berdiri sedang berbicara dengan seseorang

Ketika matanya sedang menyelidik, deringan handphone miliknya berbunyi, Kesadarannya terkumpul. Ia langsung mengangkat panggilan dari si penelpon

"kau dimana?"

"Dekat Rumah Sakit Ibu dirawat"

"Bodoh"

"huh?"

"diam disitu. aku akan menjemputmu"

pip

Gladien menatap layar ponselnya tak percaya, kenapa dirinya dicap bodoh oleh Alden?

"Permisi"

Gladien melirik seseorang yang memegang bahunya, Matanya hampir keluar. Bagaimana bisa, orang ini menemukannya disini?

"gladien-"

"ka-kau?"

Pria tersebut langsung menyeret Gladien ketempat sepi, ia melepas tangan kekarnya yg menyeret gladien secara paksa

Gladien masih mematung sebentar. lalu tersadar akan sosok yg tengah menatapnya tajam dari arah depan

"kemana saja, baby? aku mencarimu"

"Teofil"

"kau masih ingat dengan namaku?"

Tubuh gladien bergetar hebat, tubuhnya merosot ketika ia teringat kenangannya dulu. Waktu dia SMA kelas 10 dikampungnya dulu

"Aku mencarimu, Gladien"

"Jangan" Gladien menepis tangan Teo yg akan menggapai pipinya

"Kau masih berhutang padaku" Teo berdecak lalu melempar beberapa foto dari sakunya

Mata Gladien hampir saja menumpahkan semuanya, Foto ini. Foto dulu, disaat dia berpacaran dengan Pria ini. Pria yang terlalu bajingan untuk Gladien tangisi selama 1 tahun

Gladien merobek foto dirinya sedang tersenyum dengan pria yg sekarang sudah menjadi mantan kekasihnya

"apa maumu, Teo?" Gladien mencoba berdiri dan menatap mata mantan kekasihnya ini

"aku hanya menagih janjimu"

"Janjiku sudah lenyap bersama cintaku dulu"

"Janji tak akan pernah lenyap, baby"

"jangan pernah memanggilku dengan sebutan menjijikan itu. aku sudah tidak ada hubungan lagi denganmu. Jadi menyingkirlah"

"Sifatmu masih seperti dilu. bagaimana dengan keluarga barumu, hmm?"tanya Teo dengan menyelipkan tanganya kesaku celananya

"aku bahagia. Jadi, lebih baik kau menyingkir dari hadapanku sekarang juga"

"kau mengancamku?"

"dan hapus semua foto kenangan dulu. jangan berharap aku mau menerimamu lagi" ujar Gladien meninggalkan Teofil yg sedang mematung ditempatnya

biarkan Gladien pergi. toh nanti juga akan bertemu lagi. bukannya pertemuan itu tak satu kali saja?

akhir yg bahagia menurut Teo, ia sudah menemukan seseorang yg akan membuat harinya berwarna lagi. Ia tersenyum melihat kepergian Gladien

Flashback On
"Kau suka ini?"

Gadis itu mengangguk setuju lalu tersenyum seperti layaknya anak kecil yg dibelikan mainan baru oleh kedua orangtuanya. Ya gadis itu, Gladien Arvie Hezel dan kekasihnya, Teofil Rafael

"Tunggu disini. aku akan membayar ini, oke?" Gladien mengangguk lalu melihat punggung kekasihnya menjauh dari dirinya berada

Mereka keluar dari toko boneka dengan membawa satu boneka kecil yg mereka beli tadi

"Kau lapar?" Gladien bertanya sambil memeluk bingkisan yg berisi boneka kesukaannya

Teo memegang Perutnya lalu tersenyum, mengelus pucuk kepalanya yg ia gemari akhir-akhir ini

"kau peka ternyata"

Dengan tertawa gladien menarik tangan Teo menuju Restaurant terdekat yg kemungkinan harga dari makanannya pun terjangkau untuk para remaja beli

Ketika mereka berdua berjalan masuk. Tak sengaja, Gladien menabrak seseorang yg tengah menerima telpon dari seseorang

"maaf" Gladien langsung membungkuk tanpa menatap seseorang didepannya

"kau tidak apa-apa?" Teo cemas dan langsung mengecek keadaan kekasih itu

"aku tidak apa-apa. Tuan, sekali lagi aku minta maaf" Gladien kali ini menatap seseorang didepannya

"Tuan? apa aku setua itu?" Dia berdecak lalu meninggalkan Gladien dan Teo yg sedang mengamati punggungnya yg sedikit menjauh dari penglihatannya

"ada apa dengan orang itu?"

Teo menggedikan bahu lalu menyudahi semuanya. Mereka sudah duduk dimeja nomor 3 dan memesan sesuatu

Restaurant ini, selama hampir 1 tahun mereka datang kesini. Jika memang lapar ketika pulang dari sekolah mereka menyempatkan makan disini

Teo selalu menraktirnya makan, jarang sekali Gladien mengeluarkan uang jika bersama Teo, kekasihnya sendiri

Namun, mungkin tepatnya satu tahun lebih. Sikap Teo berubah, dia tak lagi ada waktu pulang bersama lagi

hingga teori yg ada dibenak Gladien muncul. "Kenapa dengan kekasihnya itu? apa dia sudah punya yg lain?"

Tangannya yg mungil ingin sekali menghubungi Teo, namun tangannya gemetar ketika kala itu dua orang tak jauh dari penglihatannya sedang berjalan bersama

Handphone yg ia pegang, langsung dimasukkan kedalam saku bajunya. Terdiam sejenak lalu beranjak pergi untuk mengikuti dua orang tadi

"mau makan?" tanya sang perempuan yg memegang mesra laki-lakinya

"boleh" dengan tersenyum membuat hati gladien mendadak seperti ada yg mencubitnya

"brengsek" gladien mengumpat lalu langsung berjalan mendekat pada mereka berdua

Tubuhnya yg ia sengajakan menenggor perempuan yg tengah bergelayutan manja pada tangan sang pria. Gadis itu meringis sedikit lalu melirik siapa yg menenggornya tadi

Gladien terdiam untuk melihat reaksi keduanya. Gladien tersenyum ketika mereka berdua menatapnya tak percaya

"gladien" seperti tercekat pria tadi langsung melepaskan genggaman perempuannya

"hai, apa kabar? lama tak jumpa ya!?" dengan terpaksa Gladien menyapanya seolah memang mereka tak jumpa berapa tahun

"aku bisa jelasin semuanya"

Air mata Gladien meluncur seketika lalu memandang remeh perempuan yg sama-sama kaget melihatnya mengetahui Teo selingkuh dari Gladien

"dan kau" Gladien menunjuk gadis yg tak jauh dari gadapannya "ingat ini. Kau tidak akan bisa mendapat apapun jika caramu begini" Gladien langsung meninggalkan mereka berdua dengan perasaan marahnya

Gladien bodoh. Dia pernah berjanji akan setia dan melakukan apapun demi Teo. Dia memang bodoh, karena kebodohannya itulah. Dia selalu dijatuhkan dengan perasaannya seperti ini. Dia lemah tentang cinta

Flashback Off

Teo tersenyum lalu langsung mengikuti Gladien yg sepertinya sedang mengumpatkan beberapa kalimat

pertajaman matanya semakin meningkat. ketika Gladien, tengah berbicara dengan seorang pria yg sepertinya seumuran dengannya

Gladien mengikuti pria itu sampai masuk kedalam mobil. lantas Teo langsung mengeratkan pegangannya kesetir mobil

To Be Continued

Maaf guys, gak ada unsur yg delapanbelaskeatas. Jangan lupa buat Vote dan Komentnya ya. oh ya maaf, baru bisa Up lagi. soalnya kemarin emang bener-bener sibuk buat ngejar materi yg sempet tertinggal

Jangan bosen buat baca cerita aku. oh ya follow instagram @desustar25. Kalian bisa langsung DM aku lewat Instragam aku. See U😘

Pervert Brothers ( End ) RevisiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang