Setibanya mereka berempat diRumah sakit dan menemukan Kedua orangtuanya yg terbaring lemah diatas Ranjang Rumah Sakit.
dengan tangan yg di infus dan selang yg menempel dikedua hidung kedua orangtuanya
Tubuh Gladien merosot seketika. Kepala ibunya yg terbalut perban dan juga ayahnya yg sama saja dibalut oleh perban.
Gladien menitiskan air matanya. Ia mencoba bangkit namun, tangan seseorang menyeretnya kearah tembok. Ia dipojokkan oleh dua lengan yg lebih besar darinya
"kau lihat?! huh?" Edgar menggeram. ia hampir saja memukul Wajah Gladien, Namun ia teringat dengan ibunya. Tangannya berdarah karena Tembok yg ia tonjok
Gladien masih saja menangis didekapan Edgar. Edgar masih murka dengan kejadian ini
Edgar melemparkan sepucuk surat yg kemungkinan besar ditulis oleh tangan ibu tirinya
Gladien mengambil surat yg diberikan Edgar tadi
'maaf untuk melakukan ini. aku seperti ini karena aku tidak mau membuat anakku sengsara' My dear Gladien Arvie Hezel
Gladien menjatuhkan dirinya kelantai. Apa maksud dari surat ini? bukankah hanya Gladien anak satu-satunya dari ibunya? tidak mungkin kan seorang ibu egois?
"Menangis? dasar Jalang!" Nathaniel berdehem ketika Alden berbicara singkat namun membingungkan bagi Gladien
"Ck kau benar Alden" Edgar menyeringai melihat Gladien terduduk lemas dilantai rumah sakit
Alden berjalan mendekat pada Gladien. Menarik kerah Gadis yg tengah mengusap air matanya kaget karena sikap Alden tiba-tiba berubah begitu saja
"lo tahu! selama ini gue sabar ngadepin sikap lo yg pura-pura tegar!? dan ini balasan lo!? bego buat percaya sama ibu lo!" ujar Alden mencengkeram kerah Gladien semakin kuat
Napas Gladien tercekat begitu saja. Hari ini benar-benar melelahkan semua yg ada pada diri Gladien
Yg pertama Kedua orangtuanya masuk rumah sakit dan koma, kedua Edgar membentak dan menaruh tatapan menjijikan pada dirinya, Ketiga Alden yg sudah ia percaya berubah malah kembali kewujudnya dulu?! membentak dan juga tidak tahu sopan santun
"To-long lepaskan tanganmu dari leherku" ujar Gladien menentang Alden yg tengah marah padanya
Mata Nathaniel dan Edgar melotot. Apa gadis yg berada jauh darinya ini mau mati!? mungkin jawabannya iya!
Alden melepaskan cengkeramannya sejenak. kemudian menarik tubuh Gladien dan mendorongnya ke sofa Rumah Sakit
Edgar tersenyum mengerikan melihat tingkah Alden yg seperti ini. membuatnya merasa nyaman
Alden terengah-engah karena emosinya. Ia menindih tubuh Gladien disofa Rumah Sakit. Gladien mencoba melepaskan diri dari dekapan Alden
"Men-ja-uh-da-ri-ku" dengan nada seperti melepaskan diri dari tangkapan binatang buas Alden menghiraukan gadis yg tengah meraung kesakitan dibawahnya
Tatapan Alden tertuju pada bibir Gladien. Sambil terengah-engah dengan menahan emosinya yg sebisa ia mungkin. Pikirannya melayang entah kemana?
Alden menarik leher Gladien yg mencoba mendorong Dada Alden
"kau bodoh!"disela-sela napasnya Gladien berkata kasar pada Alden. Ia tidak mau, kejadian dulu terulang lagi. Dulu ia dipaksa berciuman dengan pacarnya. Kekuatannya yg lemah membuatnya tak bisa menahan tubuh pacarnya dulu. Alhasil bibirnya bengkak karena ulah Pacarnya tersebut
Alden menarik paksa bibirnya agar menumpahkan hasratnya terlebih dahulu
Paksaan demi paksaan terus saja dilakukan oleh Alden. Kedua kakaknya hanya melihat seperti sedang menontonan hal yg menarik
KAMU SEDANG MEMBACA
Pervert Brothers ( End ) Revisi
De Todo⚠️warning 18+ Kedua orang tuanya koma setelah pernikahan baru beberapa hari itu dijalankan dengan baik. Kejadian dimana kedua orang tuanya harus di rawat dirumah sakit membuat seorang gadis disalahkan begitu saja. Ketiga kakaknya yang benar-benar me...
