Nathaniel menutup pintu kamarnya rapat-rapat. takut seseorang akan melihatnya dengan sang mantan tunangan dikamar
"kenapa?"
"kenapa? apa kamu pikir dengan merusaku hanya sebatas angin belaka? aku hamil, Nathaniel" ujar gadis didepanya
Nathaniel terdiam sebentar, ia memikirkan hal yg barusan terjadi. Dia memang yg merusak gadis didepanya ini. Tapi, dia selalu bermain dengan cara aman
"berapa bulan?"
gadis itu tak bergeming seperti sedang berpikir namun keringat keluar begitu saja dari dahinya
"berapa bulan?" Nathaniel mengulang kembali pertanyaanya
"2 bulan"
Benar, dua bulan lalu dia berhubungan denganya. Nampak berpikir, Nathaniel langsung mengusap gusar lehernya
"gugurkan kandunganya" mata gadis didepanya langsung melotot seketika
"jangan gila nathaniel. ini adalah nyawa seseorang. dan aku tidak mau menggugurkanya"
"baiklah terserah kau saja. lebih baik kau menyingkir dari hadapanku sekarang juga. aku akan mengirim uang pada Atm mu"
"mengirim uang?" gadis itu mencekal pergelangan tangan nathaniel yg hampir keluar dari kamar
"apa kamu tidak takut dengan orangtuamu? jika nanti orangtuamu bangun dan mendapati anaknya telah menghamili gadis orang lain? bagaimana?"
dengan sedikit lesuh, ia menatap kembali mata sang mantan. ada rasa takut dan juga tidak percaya pada sang mantanya
"aku ingin mencari udara segar" Nathaniel langsung menepis tangan gadisnya dan keluar diiringi gadis itu dibelakangnya
disisi lain Gladien tengah mencari makanan yg terdapat dikulkas. ia merasakan perutnya yg berbunyi meminta makan
matanya teralihkan ketika ia hendak membuka satu bungkus ramyun pada Nathaniel yg tengah berjalan keluar tanpa meliriknya sedikitpun
Gadis itu mengernyit ada apa dengan mereka?
Tatapanya sekarang terpaku pada pria yg tengah berdiri diambang pintu. Ia malas untuk melihat sosok pria yg memandangya serius
Mata Gladien beralih pada Ramyun yg ia makan. Tanganya terhenti ketika suara seseorang memanggil namanya
Alden berjalan mendekat pada gadis yg sekarang tengah bingung dengan panggilanya tadi
"apa kau bodoh? tidak baik memakan ramyun. apa tidak ada bahan lain yg kau bisa makan selain ramyun?"
"tidak ada"
Alden mengecek dan benar tidak ada bahan yg lain selain Ramyun disana. Ia berdecak kesal lalu beralih pandangan ke gadis yg tengah merobek ramyun dan memasaknya dipanci yg berisi air mendidih
"buatkan satu untuku" Gladien mengernyitkan alisnya. Tadi dia bilang Ramyun tidak baik untuk dimakan. Taunya dia juga mau?
"aku mau keatas dulu. mengganti baju, kau juga ganti baju. jangan membuatku semakin menginginkan tubuhmu itu"
Gladien melirik kemeja yg dipakainya. Benar, sedari tadi dia belum mengganti kemeja milik Alden. Dengan pahanya yg terekspos pria normal pasti ngas sendiri melihatnya
Alden berjalan menjauh dari Gladien, ia sempat berdecak. kenapa bisa seseksi itu?
"Fokus" gusar Alden
Kepergian Alden, Gladien langsung memasak dua ramyun sekaligus. Ia menambahkan susu diramyunya agar semakin nikmat
Tak beberapa lama, Alden mendekat pada dapur. Dengan diikuti se ekor anjing yg berwarna hitam, Mengikuti Alden berjalan
"Sudah matang?"
Gladien menahan napasnya ketika sorot mata anjing itu menatapnya dengan tatapan bengis sama seperti Alden
"kau tuli?"
Gladien menggeleng lalu berjinjit ketika Anjing Alden terduduk disampingnya berdiri
"kau bisa menyingkirkan Anjingmu itu, Alden" Dengan wajah ketakutan Gladien menahan napasnya
Ia melirik sekilas Anjing yg tengah menjulurkan lidahnya, Ingin sekali Gladien menendang menyingkirkan Anjing ini
Namun, Rasa takut lebih besar dari pada rasa Beraninya ketika melihat Anjing
"Kau takut Anjing?"
"Yaaakk!" Alden langsung menyingkirkan Anjingnya menuju meja makan ketika anjingnya itu mulai mendekat pada kaki Gladien
"Singkirkan Anjingmu itu, Alden"
"kau takut?"
"Aku hanya tidak suka Anjing"
"Aku juga tidak suka Anjing, Gladien. Aku tidak memakanya"
Merasa dipermalukan Gladien langsung berlari kearah kamarnya. Meninggalkan Ramyun yg hampir matang dipanci
Alden langsung tersenyum sinis lalu mengambil alih Ramyun yg sudah hampir matang dipanci tadi
To Be Continued
Hae gaes, maaf lama Upnya. Author lagi sibuk mikirin Laporan soalnya😅 ini juga partnya pendek banget. Sekali lagi koreksi kata-katanya takut ada yg salah ya gaes😉
KAMU SEDANG MEMBACA
Pervert Brothers ( End ) Revisi
Diversos⚠️warning 18+ Kedua orang tuanya koma setelah pernikahan baru beberapa hari itu dijalankan dengan baik. Kejadian dimana kedua orang tuanya harus di rawat dirumah sakit membuat seorang gadis disalahkan begitu saja. Ketiga kakaknya yang benar-benar me...
