Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Extra Part ( Gladien & Alden )

12.8K 341 15
                                        

Hay gaesss, ini aku buat khusus untuk hubungan Alden dan Gladien yaa ...

Yang Lainnya nanti nyusul ...

Maaf baru bisa post sekarang man-teman🙇‍♀️

_____________________________

Malam itu jalanan diguyur hujan kembali, sepasang kaki berlari mencari tempat dimana ia bisa bersembunyi, gadis itu dengan tatanan yang begitu berantakan menapaki jalanan dengan kaki telanjang.

"Berhenti atau aku benar-benar marah, Gladien!!"

Teriakan dari arah belakang membuat sesekali kepala gadis itu melirik, merasa gelisah dan juga takut dengan sosok dibelakangnya ia terus berlari tanpa arah.

Kaki telanjangnya kini sudah menampakan ruam-ruam merah, setelah berbelok ia lagi-lagi melirik kebelakang, dan saat itu juga dia bisa berhenti, dimana matanya sudah tidak lagi melihat sosok lelaki yang dulu ia cintai.

Mantannya, Teofil. Tiga hari yang lalu ia memutuskan hubungannya dengan Teofil, sikap arogan, pemarah dan juga kasar membuat Gladien tidak betah. Ia memilih mundur dan mengakhiri hubungannya.

Namun siapa sangka, itu menjadi hal buruk bagi Gladien. Dimana Teofil tidak bisa mengikhlaskannya begitu saja bahkan kini Teo sudah berani untuk melakukan apapun untuk mendapatkan Gladien kembali.

Namun sesaat setelah ia sedikit lebih lega, sosok dengan perawakan tinggi itu sudah ada dihadapan Gladien, gadis itu mematung tidak percaya, bagaimana bisa sosok yang tadi ada dibelakangnya kini sudah ada dihadapan.

Dengan membawa tongkat bisbol ditangan kirinya, Teofil menatap bingar kearah Gladien. Tentu saja itu membuat tubuh Gladien bergetar seketika.

Pergerakan Gladien yang ingin kembali memutar arah langsung saja Teofil tarik dan hampir menghantamnya jika saja Gladien tidak berteriak.

Namun detik itu juga, Mata Gladien terbangun dan sudah menemukan dirinya ada dikamar miliknya sendiri. Dimana lampunya selalu Gladien padamkan jika ingin tidur.

Kamu tahukan jika dimimpimu sedang berlari lalu terbangun napasmu ikut tersenggal-senggal? Ya itu yang dirasakan Gladien saat ini. Namun, ketika ia tengah menstabilkan napasnya, suara berat itu muncul dari arah pojok kamarnya.

"Mimpi buruk?"

Sontak Gladien menarik tubuhnya untuk duduk, dan melihat lebih jelas siapa yang tengah memandanginya tidur. Setelah tahu, Gladien bertambah takut karena sosok itu mendekatinya.

"A-alden?"

Dia adalah saudara tiri Gladien, yang dimana Ibunya menikahi duda beranak tiga, dan dia adalah salah satunya yang Gladien takuti.

"Se-sedang apa kamu disini?"

"Orangtua kita sedang diluar, bukannya aku sudah bilang untuk tidak mengunci kamar?" Ujarnya sembari menyeringai.

"Apalagi sekarang? Tolong, keluar. Aku ingin tidur, Alden." Usir Gladien dan itu sukses membuat Alden menggigit bibirnya kesal.

"Bukannya aku sudah memberitahumu untuk menjadi gadis penurut, Baby?" Kali ini suara Alden semakin berat, Gladien kini sudah ancang-ancang untuk keluar.

Namun naas, tangan Alden menarik Gladien kembali dan melemparkannya kearah ranjang. Sontak Gladien kaget dan memundurkan pergerakannya.

Alden kini menaiki ranjang dan mencoba mengukung tubuh mungil Gladien.

"A-Alden, stop!" Kedua tangan Gladien kini menahan dada bidang Alden agar tidak terlalu dekat dengannya.

Kini posisi mereka berdua sangat akward, dimana Alden lebih dominan sedangkan Gladien sudah seperti Peliharaan yang tengah ketakutan.

"Sudah berani memberontak sekarang? Kamu tahu kan, kalo aku tidak suka ditolak? Dan perjanjiannya jika kamu menolak atau melakukan kesalahan, akan mendapat Punishment?"

"Mau sampai kapan kamu giniin aku? Aku bukan mainan kamu inget itu! Aku saudara kamu, Alden!" Ujar Gladien dengan sedikit penekanan.

"Selamanya, dimana sampai kamu .. " Ujar Alden kini ia mendekatkan kepalanya kearah telinga Gladien, "Hancur." Lanjutnya.

Setelah itu mata Gladien hampir keluar dan teriakan yang nyaring langsung keluar dari mulutnya, dimana Alden menciumi lehernya rakus, tangan Gladien tidak diam saja. Ia mencoba mendorong tubuh lelaki diatasnya dengan tenaga yang ia miliki.

Gigitan-gigitan kecil membuat desahan Gladien keluar, dan itu sukses membuat Alden tersenyum sinting merasa senang.

"Cukuph Alden!" Sekali tarikan napas dan dorongan Gladien akhirnya Alden memberhentikan pergerakannya.

"Jangan lakuin ini please, aku mohon padamu Alden?" Mohon Gladien dengan air mata yang sudah membasahi pipi.

Seakan tuli, Alden kini menarik tubuhnya setengah berdiri, ia tergesa-gesa membuka kaos hitamnya tidak sabaran. Lalu kembali mendekatkan tubuhnya dan menciumi leher Gladien dengan rakus.

"Al-Alden aku mohon?!" Gladien kembali memberontak dan itu sukses membuat Alden kesal.

"Shit!" Sebuah benda yang selalu ditakuti Gladien kini diperlihatkan oleh Alden, sabuk yang mampu membuat pergelangan tangannya memerah.

"Alden stop! Ini keterlaluan! Aku enggak pernah buat kamu marah ataupun kesalahan! Apa yang kamu lakuin ini salah, Please sadar!"

Tuli, Alden tetap tuli karena sudah dilingkupi rasa napsu.

"Sini tangan kamu!'

"Alden, aku mohon?!"

"Kamu seharusnya sadar, Ibu kamu saja mau dengan duda kaya seperti ayahku, dan seharusnya ada hal yang harus dibayar bukan? Dibumi ini tidak ada yang gratis, sayang." Ujarnya setelah mengikat tangan Gladien dengan kencang, membuat gadis itu meringis dan kini tidak bisa berkutik.

Dengan keadaan gelap, saat itu juga tubuhnya seakan runtuh, dimana dulu ia selalu menjaga mahkotanya kini hancur seketika hanya karena seseorang.

________

Lanjut part 2 gengsss ...

Pervert Brothers ( End ) RevisiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang