Dengan langit yg berwarna ungu kehitaman dan juga membuat suara gaduh yg siapa saja mendengarnya pasti takut. Hari ini tepatnya, Hari kedua Gladien menempati Rumah sekaligus Sekolah barunya. Ia berjalan menuju Mobil Alden yg terparkir didepan Rumahnya
Gladien pikir aneh, kenapa tiba-tiba Alden sebaik ini padanya? Laki-laki tampan namun tak punya sopan bisa merubah sikapnya? hell. pikirnya aneh?
"Nah gitu dong. Ayah kan gk takut lagi kalau kamu berangkat. Alden tolong Jaga putri Ayah" Titahnya pada seseorang yg membuka pintu mobil. Alden mengangguk dan sudah masuk sepenuhnya kedalam mobil
"Oh ya nak, Ibu mau berpesan. Nanti disini jangan nakal. Jangan pernah ngrepotin kakak-kakakmu itu. kalau tentang pelajaran tanya saja pada Kak Alden" Gladien mengernyit tentang hal yg diucapkan ibunya tadi
"memangnya kalian berdua mau kemana?"tanya Gladien polos
"kau masih polos. kita akan pergi ke Hawai untuk berlibur disana" ujar Ayahnya sambil mengusap kepala putri tirinya
Gladien mengangguk "Kapan?" lalu bertanya lagi dengan matanya yg terus saja dikedipkan
"hari ini. maaf terlalu cepat. soalnya hanya minggu ini kita bisa liburan" Sebelum Gladien memprotes ucapan ibunya. Suara titahan langsung membuyarkan mereka bertiga. Siapa lagi kalau bukan Alden?
Gladien buru-buru pamit dan masuk kedalam mobil. Melambaikan tangan ketika mobil sudah menjauhi kedua orangtuanya
Hanya keheningan yg melanda mobil milik Nathaniel disana. Suara Lagu yg terus saja terputar dibagian depan. Sekali-kali mata Gladien melirik kearah Alden yg duduk bersamanya dijok belakang
Ia tertidur? lucu pikirnya. Ia tersenyum sebelum Alden membuka matanya
"Jangan melihatku seperti itu. Aku bukan Pacarmu" ujar Alden membuat Pipi Gladien memanas
Edgar dan Nathaniel tertawa kecil melihat tingkah laku Gladien. Dengan malu-malu ia membuang wajahnya kejendela mobil disampingnya
Ia mengamati jalanan yg juga banyak murid yg akan sekolah. Ada yg sedang tertawa bersama dua temannya dan adapula yg murung berjalan sendirian tanpa menatap kearah depan
Hanya memerlukan 10 menit untuk menyampai Sekolahnya. Mereka berempat menuruni mobil dengan gayanya masing-masing. Sungguh Gladien tidak suka menjadi bahan tontonan dimanapun ia berada
Gadis itu langsung berjalan meninggalkan kakak-kakaknya agat tidak terlalu tersorot. ia tidak mau dianggap sebagai saudara oleh teman-temannya nanti
Hari ini tidak ada yg spesial bagi Gadis yg tengah menenteng Tasnya keluar Pintu Sekolahan. Ia menatap parkiran yg sudah diisi oleh mobil-mobil pribadi milik orang
Ia berjalan dengan santai. sampai tiba didepan gerbang. Ia dikagetkan oleh suara milik laki-laki yg sekarang sedang tersenyum jahil padanya, Mike
"Kenapa murung neng?" tanyanya
Gladien menggeleng sambil tersenyum kearah Mike "jangan senyum kaya gitu. nanti saya tambah suka" ungkapnya
Gladien mengernyit kebingungan. Sedangkan Mike santai-santai aja melihat wajah Gladien yg tengah kebingungan
Mereka berdua berjalan sampai dipertigaan lampu merah. Oh ya, Gladien langsung keluar pintu sekolah agar Alden tidak bisa mencarinya. Cukup tadi pagi saja, ia menebeng dengan Kakaknya
"saya duluan" Ujar Mike "kamu hati-hati" lanjutnya. Gladien tersenyum dan juga membalas ucapan Mike tadi
"Kamu juga hati-hati" balasnya
Oh ya Gladien baru ingat, Kedua orangtuanya hari ini pergi Honeymoon keHawai. Ini akan menjadi hari-hari yg menyebalkan pikir Gladien
***
Sudah 2 hari sejak Gladien masuk kesekolah barunya dan juga menjadi Guitar disalah satu Band yg terkenal seantero sekolahan
KAMU SEDANG MEMBACA
Pervert Brothers ( End ) Revisi
Aléatoire⚠️warning 18+ Kedua orang tuanya koma setelah pernikahan baru beberapa hari itu dijalankan dengan baik. Kejadian dimana kedua orang tuanya harus di rawat dirumah sakit membuat seorang gadis disalahkan begitu saja. Ketiga kakaknya yang benar-benar me...
