Denting Lift terdengar begitu saja di telinga Alden, Ia memasuki Lift dengan di ikuti Gladien di belakangnya
Tidak banyak yang menggunakan Lift ketika di pagi hari. Mereka keluar dari lift setelah mereka berada dilantai paling bawah
Alden meminta ijin, untuk memberikan kunci pada resepsionis hotel. Lalu, berjalan kembali sambil menenteng koper yang dapatkan dari salah satu resepsionis disana
"Koper milik siapa?" Tanya Gladien, Alden tak menjawab. Ia hanya memerintahkan Gladien untuk masuk kedalam mobil ketika sudah ada diparkiran
"Kita tidak langsung pulang ke rumah" ujar Alden setelah memasuki mobilnya
"kemana lagi?" tanya Gladien sedikit kesal dari kemarin
"Rumah Sakit" ujar Alden menjalan mobilnya, membelah jalanan yg masih sepi di pagi itu
"Ada yang memasukan obat kedalam infusan ayah, kemarin malam Kak Edgar memberitahukanku"
Gladien menganggukan kepalanya beberapa kali. Lalu selintas bayangan dirinya yg dikejar dua orang kemarin waktu di rumah sakit
"Den" Panggil Gladien dengan nada sedikit canggung
"hmmm...?" Jawab Alden
"Kemarin, aku bertemu dengan dua orang pria" Kepala Alden langsung berputar
"Fokus saja kearah depan" ujar Gladien sedikit takut karena Alden yg begitu memandangnya marah?
"Kemarin, waktu aku berkunjung ke rumah sakit. Aku bertemu dengan dua pria, yang ku ingat. Mereka sedikit berbicara mengenai kedua orang tua kita yg gk seharusnya bangun" ujar Gladien
"Dan kau tahu siapa mereka?" Tambah Gladien
"Kau tidak berhadapan langsung kan pada mereka?"
Gladien termenung, lalu sedetik kemudian menatap Alden dengan perasaan bahwa dia sudah berhadapan langsung dengan mereka berdua
"Menjauhlah, ketika ada orang seperti mereka"ujar Alden lagi
"Memangnya kenapa? kau tahu siapa mereka?" tanya Gladien masih saja ingin tahu
"Hanya rekan bisnis" ujar Alden
"Rekan bisnis. Tapi, anehnya mereka seperti ingin membunuh ibuku?" ingat betul kemarin salah satu pria itu hampir saja melukai ibunya
"kau bertatapan langsung dengan mereka?!" sedikit nada tinggi yg Alden keluarkan
"lebih tepatnya, salah satu dari pria yg kumaksudkan" ujar Gladien tanpa takut
"sial!" batin Alden
Gladien menatap Alden dengan seksama. Dari semalam, sifat Alden sangat aneh. Namun, karena raut wajah Alden sedikit marah. Ia urungkan niatnya untuk bertanya lebih jauh
To Be Continued
KAMU SEDANG MEMBACA
Pervert Brothers ( End ) Revisi
Diversos⚠️warning 18+ Kedua orang tuanya koma setelah pernikahan baru beberapa hari itu dijalankan dengan baik. Kejadian dimana kedua orang tuanya harus di rawat dirumah sakit membuat seorang gadis disalahkan begitu saja. Ketiga kakaknya yang benar-benar me...
