Lan JingYi dan Jin Ling sedang mengejar seseorang yang misterius dan mencurigakan, saat mereka sedang melakukan perburuan malam.
Awalnya, gerak gerik orang itu sangat aneh, dan ternyata dia sengaja mencari masalah dengan mereka.
Dia memakai pakaian hitam dari atas sampai kebawah dan dia juga menutup wajahnya dengan penutup kain berwarna hitam.
Sehingga mereka tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang tersebut.
"Oi, Jin Ling! Gunakan panahmu untuk memanahnya! Jangan biarkan dia lolos!" Lan JingYi berteriak di sampingnya, mereka masih berusaha mengejar orang tersebut.
"Tidak usah perintahkan, aku akan melakukannya!" Jin Ling mulai mengambil anak panah di punggung nya dan mengambil posisi yang sempurna untuk memanahnya.
Tiba-tiba, orang misterius itu berbalik dan melompat ke atas melewati mereka berdua.
"Awas!" Lan JingYi berteriak, ia melihat orang misterius itu melemparkan sebuah kantung yang hanya berukuran sekepal tangan, saat ia melayang di udara.
Serbuk-serbuk misterius keluar dari kantung tersebut dan mengenai mereka, sehingga mereka terbatuk-batuk.
"Uhuk! Apa ini?! Apakah ini racun?! Uhuk! Uhuk!" Lan JingYi terbatuk-batuk saat ia menghirup serbuk-serbuk tersebut.
"Sial! Uhuk! Orang itu kabur!" Jin Ling juga ikut terbatuk-batuk karena menghirup serbuk-serbuk tersebut.
Kemudian-----Poof!!
Mereka berdua merasakan ada sesuatu yang aneh.
"...."
Hening.
"Hah! Jin Ling! T-t-t-telingamu?!" Lan JingYi yang pertama kali terkejut saat melihat Jin Ling yang ada di hadapannya.
Jin Ling juga ikut terkejut saat ia melihat sesuatu di kepala Lan JingYi.
Mereka berdua saling bertatapan sejenak. Jin Ling dengan ragu menyentuh kepalanya, dan----
"AAAAAAAAHHHHHH!!" Kini giliran Jin Ling yang berteriak histeris.
****************************
Wei Wuxian dan Jiang Cheng bergegas ke arah sumber suara tersebut. Mereka berlari dengan tergesa-gesa saat mendengar suara yang mereka kenal.
"Itu suara Jin Ling!" Wei Wuxian bergumam, ia tidak mungkin salah mendengar, kan? Bagaimana pun ia sangat mengetahui suara keponakannya yang berisik itu.
"Cih!" Jiang Cheng hanya mendecih, sesungguhnya ia sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi pada keponakannya.
Mereka berpisah saat sedang mengejar orang yang sama.
Ia mempercepat larinya, meninggalkan Wei Wuxian di belakang.
Ia terus berlari sampai melihat dua sosok di depan sana.
"Jin Ling!" Jiang Cheng berteriak saat ia melihat keponakannya bersama dengan Lan JingYi.
Kepala Jin Ling sedikit menunduk dengan kedua tangan menutupi sesuatu yang ada di atas kepalanya.
"Jin Ling! Apa yang terjadi---huh?!" Jiang Cheng tidak menyelesaikan kalimatnya, ia terkejut dengan pemandangan yang dia lihat.
"Ketua Sekte Jiang?!" Lan JingYi terkejut dengan sosok Jiang Cheng yang muncul secara tiba-tiba.
"Paman..." Jin Ling memanggil pamannya dengan nada lesu.
"Kalian---"
"Apa yang terjadi?!" Wei Wuxian akhirnya telah tiba.
