"SiZhui, JingYi. Dimana Wei Ying?" Lan Wangji bertanya kepada Lan Junior yang sedang memberi makan Little Apple.
"HanGuang-Jun." mereka memberi hormat kepada Lan Wangji dan dibalas dengan anggukan kecil.
"Kami tidak melihatnya." kata SiZhui, JingYi pun mengangguk.
Sampai sekarang mereka tidak melihat Wei Wuxian berkeliaran di sekitar sini.
Lan Wangji kembali mencari sosok sang kekasih, hingga ke ladang kelinci, tempat tinggal peliharaan Lan Wangji yang berada di luar Gusu Lan.
Lan Wangji menangkap sesosok warna hitam di kerubungi oleh kelinci-kelinci peliharaannya.
Lan Wangji mendengar ada suara rengekan berasal dari suara tersebut.
"Huhu..." isaknya.
Lan Wangji mendekat perlahan. "Wei Ying?" panggilnya.
Yang dipanggil langsung bergerak.
"Lan Zhan...!" ia pun langsung berdiri sehingga para kelinci menghindarinya lalu memeluk Lan Wangji dengan erat.
"..Wei Ying.. Kau.. Telingamu?" Lan Wangji menatap heran, di atas kepala Wei Wuxian ada benda panjang yang bergerak-gerak, itu adalah telinga kelinci.
Wei Wuxian merengek kecil lalu menjelaskan saat ia memberi makan kelinci, ia memakan salah satu wortel yang masih segar. Dan saat itu juga terdengar bunyi---pooff!!
Ia terkejut mengetahui bahwa ada sebuah wortel yang bisa menumbuhkan dua pasang telinga kelinci, ia menyesal telah memakannya.
"Seperti itu..." ucapnya, telinganya bergerak-gerak.
"..." Lan Wangji hanya menatapnya, sedikit gemas.
Ia mengusap kepala Wei Wuxian dengan lembut, yang diusap masih merengek, terus mengatakan ingin kembali seperti semula.
"Lan Zhan! Kenapa kau diam saja? Bantu aku mencari cara agar kembali seperti semula lagi." katanya dengan muka yang memelas.
"..Mm."
"Apanya yang Mm? Aaaaah---aku tidak tahan lagi! Telinga ini berasa aneh di kepalaku! Dan bergerak-gerak... Huwaaaaaa!" ia merengek kembali sembari memegang kedua telinga panjangnya.
Tanpa disadari, Lan Wangji Mengecup telinga panjang milik Wei Wuxian.
"Indah."
"Ini tidak indaaah!!" protesnya, tidak terima dibilang indah.
Lalu Lan Wangji menggigit kecil salah satu telinga milik Wei Wuxian, membuat si pemilik telinga tersebut bergidik ngeri.
"Lan Zhan! Kau seperti anjing---ah! Jangan gigit telingaku!" ia merasa sensasi aneh ketika Lan Wangji menggigit-gigit kecil telinganya.
Telinganya begitu sensitif.
"Lan.. Zhan!!" Wei Wuxian susah payah mendorong Lan Wangji, tetapi apa daya---kekuatannya tidak sebanding.
Lan Wangji tidak akan membiarkan Wei Wuxian kabur. Dia juga mempunyai kekuatan tangan yang tidak bisa ditandingi olehnya, sehingga Wei Wuxian terjebak di pelukan Lan Wangji.
"Aaaahhh!! Lan Zhan! Hentikan! Kau seperti anjing!" Wei Wuxian meronta-ronta, berusaha melepaskan dirinya.
Ia sangat takut karena Lan Wangji berubah menjadi ganas yang siap menerkamnya.
Kita doakan saja semoga Wei Wuxian selamat dari cobaan hidup(?).
.
.
.
The end
*************
Note: sayang sekali tidak ada adegan 'gigit' di donghuanya ya.
