Tampaknya Dong Hae tak bilang apa-apa mengenai kunjungannya kali ini. Wajahnya terlihat antusias, tapi hatinya merasa gelisah. Dong Hae antusias akan bertemu Eun Hyuk, tapi merasa khawatir jika saja Eun Hyuk sedang tak ada di apartemennya.
Dong Hae sedang menimbang-nimbang apakah harus memberitahu Eun Hyuk atau tidak. Tapi, rasanya sangat sayang jika harus menanyakan keberadaan Eun Hyuk. Karena Dong Hae memang datang dengan tujuan memberi kejutan, bukan mengunjunginya seperti biasa. Walau ia merasa kunjungannya tak ada yang berbeda, tapi Dong Hae berusaha terlihat agar kunjungannya kali ini spesial. Ya, Dong Hae dengan segala pemikirannya.
Merasa kehilangan kesabaran sendiri, akhirnya Dong Hae lebih memilih untuk tak memberitahu Eun Hyuk. Ia akan menghadapi konsekuensi yang ada sekalipun Eun Hyuk tak ada di apartemennya, Dong Hae bisa menunggu dan akan menghubunginya.
Dong Hae tak perlu repot-repot menekan bel karena tahu kode keamanan pintu apartemen milik Eun Hyuk. Jadi jari tangannya menekan digit kode, pintu terbuka dan Dong Hae mengintip apartemen Eun Hyuk yang lenggang. Tampaknya lelaki ber-gummy smile itu memang tak ada di sini.
Rengutan muncul begitu saja saat Dong Hae memasuki apartemen. Eun Hyuk tak ada di sini, ia harus memberi kabar pada lelaki itu. Dong Hae melangkah dengan ponsel di tangannya, kemudian baru sadar jika salah satu pintu ruangan terbuka. Tanpa pikir panjang didekatinya begitu saja dan kemudian ia menemukan Eun Hyuk di sana.
"Kau sedang apa?" Dong Hae bertanya begitu saja dan membuat Eun Hyuk hampir saja menjatuhkan sabun pencuci pakaiannya.
Lelaki pemilik gummy smile itu benar-benar kaget, ia memegang dadanya dan menghela napas saat melihat Dong Hae berdiri di sana. Memandangnya tanpa berdosa telah membuat Eun Hyuk kaget. Beruntung itu Dong Hae kalau tidak, Eun Hyuk akan melemparkan botol sabun pencucinya pada orang itu.
"Sejak kapan kau ada di situ? Oh, Ya Tuhan, kau mengagetkanku, Dong Hae-ya," balas Eun Hyuk dengan pertanyaan, Dong Hae tersenyum miring di depannya, "Baru saja, kau tidak dengar pintumu terbuka, hm?"
Eun Hyuk menghela napas panjang, kepalanya langsung menggeleng cepat. Mungkin ia terlalu serius untuk mulai mencuci pakaiannya sampai-sampai tak mendengar Dong Hae.
"Lain kali jangan mengagetkanku seperti itu, Hae-ya! Oh, kau ini hampir membuatku mati karena serangan jantung." dumel Eun Hyuk yang membuat Dong Hae menanggapinya dengan tawa kecil. Eun Hyuk melanjutkan kegiatannya, memasukan bubuk sabun ke dalam mesin cucinya, meninggalkan Dong Hae berdiri di sana.
"Omong-omong kau sudah makan saat ke sini?"
"Umm, justru aku ke sini ingin masak sesuatu untuk kita makan." Eun Hyuk berbalik melihat Dong Hae menunjukan bungkusan yang dibawanya, lelaki bersurai brunette itu tersenyum lagi. Eun Hyuk tertular senyumnya juga, ia selesai dengan mesin cucinya dan hanya tinggal menunggu saja. "Padahal aku ingin memasakanmu sesuatu." Katanya begitu saja membuat Dong Hae mengangkat kedua alisnya.
"Tiba-tiba saja?"
Eun Hyuk semakin memperlebar senyumnya, ia menghampiri Dong Hae dan mengacak rambut lelaki itu. "Tidak boleh aku memasakkan sesuatu untukmu?" Tanyanya penuh perhatian, Dong Hae merona di depannya. "Boleh. Umm, apa ini masih tentang ramen?"
Eun Hyuk cemberut, "Kenapa kau menebaknya?"
Dong Hae tertawa begitu saja. Ia tahu kemampuan memasak Eun Hyuk yang payah. "Baiklah, aku lupakan yang tadi. Sekarang aku akan pura-pura tidak tahu. Jadi, kau akan memasakan sesuatu untukku?" Kata Dong Hae menghibur membuat Eun Hyuk mendecih pelan di depannya. Tak menyangka jika kekasihnya akan terlihat menggemaskan di matanya.
Mereka pindah posisi, sekarang dapur adalah tempat dimana Eun Hyuk mulai mengambil dua bungkus ramen dan Dong Hae terlihat memilih bahan lain yang akan Eun Hyuk campur dengan ramennya. Saat Dong Hae akan ambil bagian untuk meracik bahan, Eun Hyuk menghentikannya.
"Kenapa? Aku hanya mau membantumu."
Eun Hyuk menggeleng, matanya melirik arah meja makan, "Sekarang kau duduk saja di sana dengan manis. Biar aku yang memasak hari ini, mengerti?"
Dong Hae memutar kedua bola matanya, ia tersenyum geli, "Baiklah, baiklah." ucapnya menuruti permintaan lelaki itu.
Eun Hyuk kembali sibuk di sana, berusaha menyiapkan ramen untuk mereka berdua. Dong Hae menunggu, memperhatikan lelaki itu memasak. Setelah kaget mendapati Eun Hyuk berada di depan mesin cuci, sekarang Dong Hae harus kaget dengan Eun Hyuk yang akan memasak untuknya.
Sungguh menarik.
Eun Hyuk mungkin tidak tahu, jika perilakunya yang sekarang membuat Dong Hae semakin menyukainya. Alih-alih memilih saat Eun Hyuk menari atau sedang mengarahkan sesuatu, Dong Hae memilih sisi yang tidak diketahui banyak orang sebagai hal-hal menarik yang ada pada lelaki kurus itu.
Melihatnya mencuci dan sekarang melihatnya sibuk membaca instruksi yang ada di bungkus ramen. Dong Hae menyimpan kesenangan tersendiri melihat lelakinya. Rasanya menghibur dan rasanya menghangatkan hati melihat seseorang tampak berusaha kerasa menyiapkan sesuatu untuknya.
"Aku jadi semakin menyukaimu."
Eun Hyuk mengangkat sebelah alisnya, perkataan Dong Hae begitu tiba-tiba mengungkapkan perasaannya. Tanpa melihat lelaki bersurai brunette itu Eun Hyuk membalas, "Benarkah?"
Dong Hae mengangguk, sebelah tangannya menopang wajah, matanya yang kecokelatan memandang Eun Hyuk, "Kau terlihat sangat menarik sekarang." katanya begitu saja. "Sungguh, Eun Hyuk-ah. Kenapa kau semakin menarik di mataku?" Lanjutnya lagi, sekarang tawa Eun Hyuk terdengar begitu saja.
"Ah, aku jadi agak menyesal hanya bisa memasakanmu ramen saja?" Ucap Eun Hyuk terdengar sedih, Dong Hae langsung menggeleng cepat, "Aniya, aku suka apa pun yang coba kau masak untukku. Sungguh." Jawabnya diakhiri senyum hingga menyentuh ujung telinga.
"Benarkah?"
Dong Hae mengangguk antusias, "Aku sungguh-sungguh menyukainya."
Eun Hyuk dibiarkan tersenyum bahagia mendengar ungkapan jujur Dong Hae. Lelaki itu tampak sibuk mematikan kompor, terlihat sibuk merasakan kuah ramen miliknya dan gummy smile-nya muncul memperlihatkan jika masakannya sempurna.
Dong Hae tak bergerak dari bangku, membiarkan Eun Hyuk menyiapkan semuanya. Dong Hae hanya membiarkan Eun Hyuk memperlakukannya dengan baik di sana. Karena itu memang keinginan Eun Hyuk dan itu memang cara yang dipilih Dong Hae dalam mengagumi Eun Hyuk.
Hmm, kenapa dia semakin menarik di mataku dan membuatku semakin menyukainya?[]
Hullaaaaa~~ (●´∀`●)
Hara is baaaccckkk~~!!!
Sudah tau tanggal main The D&E nya? Pasti sudah tau lah yaaa~ ^^
Hari ini Hara bawakan chapter yang ada kaitannya dgn postingan di insta story babyHae kemarin dan dgn wawancara babyHae di salah satu acara mengenai apa yang menarik tentang Eunhyuk (●´∀`●)
Hihiw, gemes ga sih?
Kalo Hara, sih. Jelas ngerasa gemes. Maksudnya, ayolah, siapa yg ga senang melihat seseorang yg kalian sukai akan berperilaku demikian hanya di depan kalian dan HANYA kalian yg bisa melihatnya?
Aw aw awwww~~~ O(≧∇≦)O
Nah, sekarang buat yg gemes sama nih couple, silakan tunjukan rasa gemas kalian di kolom komen dan jangan lupa beri vote yg berharga itu pada Hara, hahaha~ (>y<)
Dan... Terima kasih buat para pembaca yg telah mampir memberikan vote dan komen( ˘ ³˘)❤ dan utk yg belum sama sekali Hara masih menunggu kemunculannya, jadi tolong segera muncul😂😂
At last but not least, see u next chapter!!!! ( ˘ ³˘)❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Catch The Moment
Fanfic(Tidak) Menjamin tiap baca chapter dalam cerita ini kamu hanya akan menemukan sesuatu yang bikin urat-urat wajahmu rileks-by authornya agak galau. Karena ditulis tanpa embel-embel tangis atau sakit hati dan pikiran tentang kekalutan kenyataan hidup...
