(Tidak) Menjamin tiap baca chapter dalam cerita ini kamu hanya akan menemukan sesuatu yang bikin urat-urat wajahmu rileks-by authornya agak galau.
Karena ditulis tanpa embel-embel tangis atau sakit hati dan pikiran tentang kekalutan kenyataan hidup...
Mereka memasuki tempat makan padahal jam makan siang sudah lewat. Hyukjae sengaja membawa Donghae di jam-jam seperti itu untuk menghindari jam ramai dengan risiko kehabisan tempat atau dipaksa menunggu pelanggan selesai. Hyukjae tak ingin membuat masalah dengan mendengar keluhan atau membuat yang lebih muda semakin jengah. Jadi, Hyukjae sengaja menghabiskan waktu berkeliling ke beberapa tempat dengan Donghae sambil mencicipi makanan ringan. Kemudian, Hyukjae membawa Donghae ke tempat makan langganan mereka untuk makan siang ketika yang lebih muda mulai rewel.
Donghae dibiarkan masuk terlebih dahulu untuk mengambil tempat, Hyukjae mengikuti langkah yang paling muda dengan senyum. Matanya menjaga pada yang lebih muda dan berbalik membalas pemilik kedai dan salah satu pegawai yang menyapa lewat senyuman hangat. Bukan sesuatu yang aneh mendapat sapaan itu, pemilik kedai hapal dengan wajah Hyukjae dan Donghae sama seperti pegawainya yang bergantian mengambil dan mengantar pesanan untuk mereka. Belum lagi, tempat yang mereka ambil juga selalu sama, mereka punya tempat khusus untuk menikmati makan siang.
Hyukjae duduk di dekat Donghae setelah menyimpan kamera sitaannya di atas meja. Sementara yang lain bersiap akan merebut kamera, tetapi Hyukjae sudah lebih dahulu memperingatkannya. “Kalau kau mengambilnya, aku bisa menahan itu selama seminggu.”
Rengutan muncul pada bibir Donghae ketika irisnya yang cokelat menatap kelam milik Hyukjae. Masih berusaha memenangkan pertarungan konyol yang diciptkannya, tetapi tatapan penuh perhatian milik Hyukjae mengalahkan sisi kekanakan yang lain. Sehingga Donghae memilih mengalihkan pandangan, tak menyadari Hyukjae yang tersenyum dan mereka menemui pegawai berjalan mendekat dengan buku menu dan siap mencatat pesanan.
Sama seperti saat memasuki tempat makan, Hyukjae membiarkan Donghae memilih apa yang diinginkannya terlebih dahulu. Ketika giliran Donghae selesai, Hyukjae pun mengambil buku menu untuk memilih apa yang diinginkannya. Pegawai mencatat pesanan dan mengulang untuk memeriksa kekeliruan, ketika dirasa sudah pas, pegawai meninggalkan mereka berdua di meja untuk menunggu.
Tak ada yang tidak menyenangkan untuk dibahas sepeninggal pegawai, Donghae membuka suara tentang beberapa tempat yang dikunjunginya hari ini dan masih menyayangkan sikap Hyukjae yang menahan kameranya. Donghae terus berbicara tentang perjalanan mereka sambil mendekatkan tubuhnya pada Hyukjae, sementara yang lebih tua bersikap sebagai pendengar setia. Tak ada yang lebih menarik mendengar yang lebih muda berbicara atau merasa bahagia, walau dia masih kesal pada kameranya yang ditahan.
“Jadi, kapan kameraku kembali?”
“Kurasa sampai liburan selesai?”
Donghae membulatkan matanya tak percaya. “Kau bercanda!”
Hyukjae menggeleng membuat yang lain memukul lengannya, sehingga Hyukjae tertawa karena Donghae memakan umpan kejahilannya.
“Berhentilah menggangguku! Sekarang berikan kameraku!”
“Aku akan kembalikan, jika sikapmu lebih baik.”
Donghae sukses merengut meninggalkan Hyukjae yang sedang mentertawakannya. Pertengkaran mereka tidak serius, itu hanya perdebatan konyol dan Hyukjae senang memulainya. Hyukjae menghentikan tawa, berusaha menjahili yang lain tetapi Donghae memilih mengambil jarak dan masih mengabaikannya. Anak itu jelas merajuk, Hyukjae hanya mampu tertawa tanpa suara. Kemudian, pegawai datang ke meja mereka membawa pesanan; Hyukjae dengan Spicy Abura Soba dan Beer, Donghae dengan Abura Soba dan Cola.
Hyukjae memerhatikan pesanan yang lain ketika pegawai pergi. Dia merasa ada yang salah pada pesanan itu dan bertanya pada yang lebih muda, “Bukankah kau memesan ini tanpa telur?”
Donghae baru menyadari dan tersenyum kecil merasa tidak masalah. “Ya, tidak apa-apa. Kalau begitu, aku akan memakannya.”
Melihat Donghae tidak protes membuat Hyukjae tersenyum di sampingnya. Tiba-tiba, dia teringat pada perkataannya beberapa waktu yang lalu tentang mengembalikan kamera pada Donghae. “Kurasa selain kameramu akan kembali, kau juga akan mendapatkan sesuatu yang mengejutkan, Hae-ya.”
Donghae tidak memerhatikan, hanya menaikan sebelah alisnya karena sibuk makan dan berdehem sebagai tanggapan untuk menyuarakan pertanyaan. Donghae tidak mengerti maksud Hyukjae, dia akan menyudahi makan dan bertanya dengan jelas. Namun, Hyukjae mendekat pada sisi wajah Donghae dan tidak mempermasalahkan pada kondisi dan situasi, lalu mengecup pipi yang termuda cepat.
“Kau dapat kecupan dan kameramu akan kembali.” Hyukjae memerhatikan yang lain, yang merona di tengah rasa kaget. Kemudian Hyukjae mengacak rambut kecokelatan Donghae sambil berkata, “Lanjutkan makanmu, Hae-ya!”[]
OMONAACCKKK~!!!! (」゚ロ゚)」
Sebenarnya tidak ada rencana untuk buat kelanjutan “Holding Hands” tapi Hara keinget sama fanacc yang di bawah ini…
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tadinya Hara mau nge-up chapter yang isinya rangkuman momen temu-kangen mereka di stage SS8 BKK yang bikin Hara histeris, duh~!!! (kalian perhatiin deh status Hara ಥ_ಥ) sekalian mau ngucapin “Happy 1st Anniversary” utk Catch the Moment yg udah setahun bertengger di akun Hara, hehehe~ tapi, yah, chapter itu bisa diundur dan bakal up di malam Minggu~ ^^
Dan, sebenarnya lagi, chapter temu-kangen itu akan up di 25 Nov kemarin, tapi karena kondisi Hara sedang tidak baik (dan baru sekarang bisa edit dan mastiin chapter ini dan fanfict temu-kangen bebas typo) akhirnya ga nge-up chapter itu, tapi chapter Abura Soba Date sebagai pengganti~
Btw, makasih banyak buat kalian-kalian yang udah memberikan votment di chapter kemarin~ duh, Hara seneng deh banyak yg gemes sama chapter kemarin (T▽T) semoga chapter ini juga menambah kegemasan kalian, ya!!!
Kalo gitu ketemu di chapter selanjutnya~ jangan lula tinggalin jejal vote dan komen, ya~ ( ˘ ³˘)❤