5.

838 156 14
                                        




V.
Gone and Come

"Kang Seulgi?" Panggil Seokjin. Pria berbahu lebar itu memanggil Seulgi dengan suara yang terdengar lembut. "I-iya?" Entah kenapa gadis itu menjadi gugup. Dia terlampau kaget dan heran dengan respon jantungnya. "Kenapa kau tiba-tiba diam hmm? Apakah candaanku terdengar begitu serius?"

"Oppa!" Ada secuil rasa kecewa di hati Seulgi. Mengetahui fakta bahwa Seokjin adalah sang barista yang selalu bersikap humoris terhadapnya membuat Seulgi harus membuang jauh perasaan itu. "Jangan sampai kau tidak tidur malam ini okay? Besok ada shift tambahan buatmu di cafe kita." Gadis itu hanya berdecak kesal. "Ayo kuantar pulang kau malam ini, Seulgi-ah."

"Anggaplah ini adalah hadiahku karena kau menyanyi dengan bagus malam ini." Lanjutnya lagi seraya menggenggam tangan Seulgi. Gadis itu dengan polosnya hanya mengikuti tanpa ada protes. "Bukankah setiap kau datang melihatku menyanyi akan selalu berakhir dengan mengantarku pulang?" Mereka berjalan beriringan keluar cafe layaknya sepasang kekasih. Seokjin tersenyum simpul sebelum menjawab. "Iya tapi kali ini ada bonusnya."

"Apa itu Oppa?" Seulgi terlihat begitu senang dan hal itu membuat Seokjin gemas lalu berakhir dengan sebuah cubitan mendarat di pipi gadis itu. "Nanti kau akan tahu, Seulgi-ah." Jawabannya membuat gadis itu semakin penasaran.

Sebenarnya Seokjin tidak menganggap apa yang dikatakannya adalah sebuah candaan. Pria itu telah menunjukkan keseriusannya yang terlalu kentara jika diperhatikan oleh orang lain. Tapi ia tahu bahwa Seulgi cukup syok dan dirinya yang takut mendapatkan kalimat penolakan, maka dari itu ia memutuskan untuk memutar balik cerita.

***

Taehyung begitu sibuk akhir-akhir ini. Hampir setiap minggu dia harus pergi ke jeju karena perusahaannya membuka bisnis baru disana. Pria bermarga Kim itu sangat addicted jika berhadapan dengan pekerjaannya. Semuanya akan dia abaikan, termasuk teman chatting nya, Irene.

Her:

- 2 weeks ago -
Taehyung kamu dimana?

Taehyung?

Taehyung kamu sibuk?

Ini sudah lebih dari satu minggu kau tidak membalas pesanku.

- a week ago -
Taehyung ayo kita bertemu.

Taehyung bukankah kau ingin bertemu denganku? Ayo kita bertemu!

Aku ingin bicara denganmu.

- today -

- 3 missed calls from Her -

YA!

Kau mengabaikanku sekarang?

Taehyung!

"Hyung! Kau harus melihat notifikasi ponselmu." Jihoon memberikan ponselnya, tetapi diacuhkan. Taehyung masih sibuk membaca dan mengetik di laptopnya, dihiraukannya Jihoon yang berdiri disampingnya dan menyodorkan ponselnya. "Jika itu berhubungan dengan perusahaan, aku akan melihatnya." Balas Taehyung dengan mata yang masih fokus dengan laptopnya.

Taehyung sengaja memberikan ponselnya kepada sekertaris karena bunyi panggilan dan notifikasi yang dirasa sangat menggangu konsentrasinya. Panggilan dan notifikasi tersebut berasal dari aplikasi Twitterpated. Itu berarti bahwa dia menghiraukan Irene.


Her is calling...


"Hyung, Her is calling!" Seru Jihoon membaca apa yang baru saja ditampilkan pada layar ponselnya. Pria itu hanya diam sambil mengetikkan sesuatu pada laptopnya. "Hyung-"

"Kau keluar dari ruanganku sekarang dan pegang saja ponselku. Ketika aku sudah selesai dengan pekerjaan baru aku akan menemuimu untuk meminta kembali ponselku." Jihoon tau jika pria itu mulai kesal karena dirinya yang memaksa untuk membuka ponsel yang berdering. Setelah menerima titah Taehyung dia pun langsung keluar dari ruangan itu.

Setelah lebih dari satu jam lamanya Jihoon meninggalkan dia, kepalanya mulai  terasa pening. Hampir lima jam penuh Taehyung berkutat dengan berkas perusahaan dan juga laptopnya. Dia pun meregangkan ototnya, berusaha menghilangkan rasa pegal yang ada di badannya. Pada akhirnya dia pun memanggil sekertarisnya dan mengambil ponselnya.

Deg.

Dia pun cukup kaget dengan apa yang ditampilkan oleh layar ponselnya setelah membuka aplikasi Twitterpated.



- Her leave the chatroom -
Refresh to delete the old chatroom and start with the new one!


Taehyung membaca pesan terakhir sebelum dia melakukan refresh untuk memulai chatting. Dia memiliki dugaan kuat bahwa Irene kesal dengannya dan pada akhirnya keluar dari chatroom. Wajar saja, dia cukup lama mengabaikan pesan dari gadis itu. Penyesalan selalu datang dibelakang dan itu dirasakannya sekarang. Dia pun hanya keluar dari aplikasi itu tanpa menyentuh kotak biru bertuliskan 'refresh'.

***

Lagi-lagi Seulgi dibuat kesal oleh Daniel. Pria berbahu lebar itu memintanya untuk memainkan aplikasi yang menurutnya tidak berfaedah. "Noona, chatting bukanlah suatu dosa besar bukan?" Kata Daniel tidak ingin kalah berargumen dengannya. "Aku ingin mencari pasangan yang real Daniel! Bukan sekedar perhatian dunia maya yang kebenarannya masih penuh keabu-abuan." Gadis itu pun mulai naik pitam karena masih didesak.

"Oke pasti aku akan bertemu dengan teman chatting yang perhatian, tapi belum tentu dia memang perhatian terhadapku."

"Dan bisa saja pasanganku dari aplikasi itu ternyata mempunyai pasangan lain dan menjadikanku sebagai pelarian!" Seulgi mengemukakan semua kekesalan dan pengalamannya dimasa lalu. Itulah mengapa dia begitu malas dengan aplikasi perjodohan.

"Kali ini saja, noona. Buatlah chatroom baru dan langsung panggil si dia untuk bertemu langsung. Kalau dia menerimanya berarti dia memang serius. Kalau tidak? Ya kau tahu apa yang kau harus lakukan bukan? Buatlah sesimpel itu." Daniel tahu jika Seulgi mulai menceritakan masa lalunya yang kelam itu. Jujur dia pun berpikir keras agar sang kakak bisa memulai untuk membuka hati dan membiarkan masa lalu itu tidak teringat lagi.

Daniel membuka ponsel milik Seulgi dan membuka aplikasi Twitterpated. Dengan cepat ia melakukan konfigurasi awal setelah itu memberikannya pada lawan bicaranya. Seulgi yang menerima ponsel dari Daniel membaca tulisan yang muncul pada layar.

You made a chatroom named '🐯'

"Eh?" Itulah ekspresi Seulgi setelah membaca kalimat itu. Lima menit tanpa ada chat pertama darinya, tanpa diperintah muncul pesan masuk dalam chatroom tersebut yang membuat gadis itu agak bingung tetapi sukses menarik atensinya.

Him:
Jadi kenapa kamu menamai chatroom dengan emoji itu?

You:
Hmm.. Karena aku menyukainya?


______________________________

Twitterpated be continue

Aku minta komentar dari kalian bisa? Biar semangat update cerita hehehe

TwitterpatedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang