18.

640 118 23
                                        






XVIII.
Peek-a-boo




Lagi, masalah baru datang meninpa Seulgi. Kenapa Min Yoongi datang kembali mengusiknya? Kenapa dia juga menelpon Jisoo? "Unnie, tak usah pikirkan dia, pikirkan saja Taehyung yang waktu itu men.." Jisoo mengulum bibirnya setelah mendapat tatapan tajam dari Seulgi. "Pasti karena sudah putus dengan gadis simpananya itu" kata Seulgi berapi-api. "Hey unnie! Kalian tidak sempat jadian waktu itu kenapa berpikir seperti itu? Sudahlah."


Ya Jisoo berani mengatakan itu karena faktanya memang seperti itu. Baik Yoongi maupun Seulgi sebenarnya tidak mempunyai hubungan yang jelas, yang pada akhirnya Yoongi lah yang menghilang dari hadapan Seulgi dan memperjelas hubungan dengan wanita lain. Hal itu membuat Seulgi menjadi sangat sedih, marah, menyesal, dan kecewa pada saat yang bersamaan.



Lalu bagaimana sikap Yoongi sebenarnya yang membuat Seulgi yakin padanya dulu?


Sudahlah. Bahkan Seulgi telah lama mengubur dalam-dalam memori itu yang amat sangat tidak sudi baginya jika mengingat kembali.


Sial!


"Kau tahu Ayahku dan Daniel sangat suka menggodaku dengannya. Kau tahu betapa kesalnya aku Soo-ya."

"Laki-laki macam dia itu harusnya sadar diri!" Tanpa sadar Seulgi melupakan bayang-bayang Taehyung. Perasaan malu bercampur kesal dirasakannya setelah mengetahui Yoongi mengantarnya pulang dalam keadaan mabuk. Jisoo pun melempar bantal ke wajah Seulgi. "Fokus unnie-ya! Pikirkan kenapa waktu itu Ibu Taehyung mengenalmu dan kenapa dia memanggilmu noona. Bukankah itu ada hubungannya?"



"Sudah ah aku lelah berpikir!" Kata Seulgi ketus sembari mengubah posisi dari duduk bersilah menjadi tidur diatas kasurnya. Jisoo pun mengikuti apa yang dilakukan Seulgi. "Tidur lebih baik dalam hal lari dari kenyataan. You've said that before, right unnie?"


Mereka berdua sedang berada dikamar Seulgi. Seulgi yang mengajak Jisoo agar gadis itu dapat tidur dengannya kali ini karena ingin ada sesi curhat. Sudah cukup lama mereka tidak seperti ini. Terakhir kali yaitu sebelum Seulgi mengenal Taehyung.


"Hmmm." Gumam Seulgi mengiyakan perkataan Jisoo. Matanya terpenjam tanpa ada rasa kantuk sama sekali. "Unnie-ya kurasa Taehyung benar-benar tulus denganmu." Kata Jisoo memecah keheningan. "Hmm." Respon Seulgi tanpa minat dengan topik yang diangkat Jisoo. "Coba kau ingat-ingat kembali masa kecilmu itu, Unnie. Mungkin ada yang terlewatkan dan Taehyung adalah bagian yang terlewatkan itu."


"Atau mungkin Taehyung adalah bagian dari trauma masa lalumu?"


"..." tidak ada jawaban dari Seulgi. Beberapa detik kemudian Jisoo mengangkat badannya sekedar ingin melihat apakah Seulgi sudah benar-benar tertidur atau belum. Diam Seulgi yang cukup lama itu disimpulkan oleh Jisoo bahwa gadis itu sudah tertidur.


"Aku lupa mengatakan itu tadi, unnie. Kau memiliki trauma dulu dan mengharuskanmu untuk melupakan sebagian dari memori masa kecilmu." Jisoo tetap melanjutkan tanpa peduli dengan Seulgi.


"Kau bahkan lupa dengan traumamu sendiri." Gumam Jisoo menatap nanar punggung Seulgi yang ternyata tidur membelakanginya.










Deg.










Tanpa Jisoo sadari Seulgi ternyata masih terjaga. Dia mendengar semua yang dikatakan Jisoo yang membuat kepalanya seketika terasa pening.






***




"Seulgi-ah." Suara bariton seorang pria menggema di telinganya. "Kang Seulgi bangun. Ini sudah pagi." Ia pun mulai mengerjap. Dahinya bertaut melihat bayangan didepan matanya. Cukup buram tapi ia mulai bisa menebak siapa yang didepannya.



TwitterpatedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang