Chapter 3

16.5K 1.3K 191
                                        

Off menciumnya, menarik tubuh kecil Gun dan memangkunya. Tangannya mengusap punggung Gun dan sentuhan dari jarinya yang dingin membuat Gun mengerang lembut. Saat Gun membuka mulutnya, Off memasukan lidahnya. Namun Gun terlihat canggung dengan ciuman pakai lidah, Off menghentikan ciumannya dan menatap Gun. Bibirnya yang membengkak karena ciumannya, pipi yang berwarna merah muda dan mata yang bersinar, he's so endearing.

"I'm going to teach you how to kiss with tongue." Kata Off.

Gun tidak tahu harus menjawab apa. Dia sudah tahu bagaimana cara berciuman, karena ia sering berciuman dengan Mike. Apa ada sesuatu yang perlu dipelajari tentang ciuman?

Sementara pertanyaan-pertanyaan terus muncul di benaknya, Off kembali menciumnya. Bibirnya membelah bibir Gun dan kembali memasukan lidahnya, mengecapnya, mengulumnya.

"Gerakan lidahmu." Perintahnya, Gun kemudian mengikuti perkataannya. Ia menggerakan lidahnya seraya dengan lidah Off yang terus bergerak, ciuman Gun terkesan ceroboh tapi Off memimpin dengan baik.

Genggaman Off pada pinggangnya mengerat, Gun bisa merasakan kejantanan Off yang semakin membesar diantara kedua pahanya dan pria itu mulai menggesek-gesek miliknya pada bokong Gun yang masih mengenakan boxer. Gun menyukai perasaan ini, perasaan saat ia merasakan bibir Off pada bibirnya, tangannya pada pinggangnya dan kejantanannya pada bokongnya. Perasaan yang tidak dapat digambarkan, perasaan seperti ada kembang api yang meledak di dalam ruangan itu.

Off kembali mengangkat tubuh Gun dan merebahkannya diatas kasur. Gun merasa malu saat ia menyadari lampu di dalam kamar terlalu terang, jadi ia meminta Off untuk mematikan semua lampu dan hanya tersisa cahaya dari luar jendela saja saat ini.

Ia menciumi tubuh mulai dari lehernya, tulang selangkanya lalu ciumannya perlahan turun ke putingnya. Saat Off menjilat puting kirinya, Gun mendesah dan mencoba untuk mendorong Off karena perasaan menggelitik yang ia rasa, namun Off menarik tangannya dan menggenggamnya. Ia kembali menjilatnya dengan tempo yang pelan diselingi dengan jilatan yang cepat hingga membuat Gun meringkukan tubuhnya dan mengerang penuh nikmat. Ia juga melakukan hal yang sama pada puting kanannya, menciumnya dan menjilatnya sampai mereka berubah warna menjadi merah muda.

Gun sudah kehabisan nafas bahkan sebelum Off menyetubuhinya, ia terkapar lemas diatas kasur. Ia mengintip hal selanjutnya yang akan Off lakukan, pria itu kini menciumi tulang kemaluan Gun dan tangannya mengusap-usap perutnya. Saat Gun lengah, Off melepas boxernya dan Gun sudah telanjang sepenuhnya.

Off memasang pengaman pada kejantanannya, Gun membelalakan matanya saat melihat betapa besar dirinya. Ia menelan ludahnya, dan Off melihat Gun kembali gugup, jadi ia merangkak ke atas Gun dan mengecup matanya.

"It will fit, aku akan mempersiapkanmu dengan baik." Katanya seakan-akan ia bisa membaca pikiran Gun.

Off kembali melanjutkan pekerjaannya, ia mengangkat kedua kaki Gun ke udara dan menciumi betisnya, menciumi pahanya dan lidahnya perlahan-lahan meluncur ke kejantanannya. Ia mulai dengan memijatnya lembut, sentuhan ringan darinya mengeluarkan desahan lainnya dari Gun. Setelah ia rasa cukup, Off mengambil pelumas dari sampingnya dan menuangkannya ke bokong Gun.

"Hh...apa itu..terasa lengket."

"Lube, ini yang akan membuatmu tidak kesakitan."

Tanpa berbasa-basi, Off memasukan satu jarinya ke dalam bokong Gun. Gun memekik dan merasakan ketidaknyamanan pada bokongnya, Off mengetahuinya dari ekspresi wajahnya dan ia kembali menyentuh kejantanan Gun. Ia menambahkan jari yang kedua dan terus memijatnya, setelahnya ia memposisikan miliknya ke lubang Gun.

"Ahh, sakit..itu masih terasa sakit, Off." Katanya, Off bisa melihat air mata disisi matanya.

Ia menarik tangan Gun dan mengecupnya lembut, lalu ia kembali menuangkan pelumas dan kembali memijatnya. Saat Gun memberinya tanda untuk kembali memasukan miliknya, ia pun memposisikan kejantanannya kembali. Gun menutup mulutnya saat Off menghentakan pinggulnya, dan seluruh miliknya sudah masuk.

The Campus Bad BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang