Butuh waktu sebulan untuk Gun akhirnya bisa kembali pulih. Dari yang tadinya mengurung diri, kini ia kembali terbuka dan aktif seperti sebelumnya, dari yang selalu muram, kini ia bisa kembali tertawa dan bercanda dengan yang lainnya. Tentu saja itu membawa kelegaan sendiri dalam hati Off mengetahui kekasihnya bisa melawan trauma yang dihadapinya. Namun Off ragu jika Gun hanya berpura-pura agar Off berhenti mengkhawatirkannya.
Selain memeluk dan mengecup pipinya, Off tidak menyentuh Gun secara berlebihan selama sebulan penuh, ia tidak ingin menakuti Gun dengan sentuhannya dan Off menjadi sangat sensitif akhir-akhir ini karena tidak berhubungan badan dalam sebulan. Ada waktu dimana mereka saling berpelukan sambil menonton di dalam selimut namun Off harus menjauhkan dirinya dan pergi bersembunyi di kamar mandi seraya menyentuh dirinya sendiri. Ia benar-benar menahan dirinya karena ia tidak pernah seperti ini sebelumnya.
"Peng, kau terlihat tidak tenang, kenapa?" Tay bertanya saat melihat Off terus menggigiti kukunya. Mereka sedang berada dikelas saat ini dan dengan Off yang terus gelisah disampingnya, Tay tidak bisa fokus pada penjelasan dosen di depan.
"Aku sedang memikirkan little Off."
"Sial kau! Jika kau merasa begitu horny, pergi dan carilah Gun." Bisik Tay seraya memukul belakang kepalanya.
"Jika semudah itu, aku sudah melakukannya dari tadi!" Balas Off.
"Apa kalian bertengkar?"
"Bukan begitu, aku takut menyentuhnya, aku tidak ingin membuatnya ketakutan jika aku melakukan itu. Kami bahkan belum berciuman dengan benar, hanya kecupan ringan saja."
"Bukannya kau bilang ia sudah membaik?"
"Memang sudah, aku tidak ingin mengembalikan kenangan buruk itu dan aku takut ia masih belum siap berhubungan badan lagi." Jawab Off lemas, ia menghembuskan nafasnya. "Kau lihat Gun selama beberapa hari ini, kan. Aku tidak ingin senyumnya menghilang hanya karena hasratku mengacaukan segalanya."
"Mengapa kau tidak bertanya saja padanya? Kuyakin ia akan mengiyakan atau sekedar memberimu solusi jika kau bertanya padanya."
"Bagaimana caraku bertanya padanya?! Hei, Gun, begini aku sedang horny, are you up for sex? Dia mungkin akan menendangku di pantat jika aku bertanya."
"Off Jumpol, Tay Tawan." Suara dosen membuat Off dan Tay memindahkan pandangan mereka ke depan kelas. Dosen itu sedang menatap mereka dengan kacamata yang turun dari batang hidungnya. "Apa ada cerita menarik yang ingin kalian bagikan di depan kelas? Kuyakin yang lain juga ingin mendengar cerita kalian."
"Uh, tidak ada, kami sedang berdiskusi soal...soal..." Tay menyenggol kaki Off dari bawah meja untuk meminta bantuan.
"Soal...buku-buku yang bagus untuk dibaca oleh mahasiswa bisnis seperti kita." Off melanjutkan, Tay bernafas lega.
"Oh ya? Bisa kalian beritahu buku apa saja itu? Berbagi ilmu baik untuk sesama teman kalian, kan?"
Tay mengutuk Off dalam hatinya dan menundukan kepalanya, nilainya akan dipotong dan ia harus mencari alasan untuk ia beritahu pada ayahnya. Namun ia justru mendengar Off dengan percaya dirinya menyebutkan buku-buku tadi satu persatu.
"Rich Dad Poor Dad, The Intelligent Investor, Zero To One dan The Power of Habit."
Setelah mendengar jawaban Off, dosennya menaikan kembali kacamatanya dan berbalik menatap papan tulis. "Jika kau membaca semua buku itu, kuyakin nilai ujianmu akan membaik." Ucapnya sarkastik dan Off hanya bisa terdiam sambil mendengarkan Tay yang mentertawakannya.
Sementara itu disatu sisi, Gun merasakan sesuatu yang hambar dalam hubungannya dengan Off, hubungan mereka menjadi monoton dan membosankan karena keduanya sama-sama berhati-hati saat ini. Off berusaha untuk tidak terlalu sering menyentuhnya agar ia tidak menyakiti Gun dan Gun berusaha untuk tidak melakukan kontak dengan Off karena ia takut Off tidak menyukainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Campus Bad Boy
Fanfiction[COMPLETED] Gun Atthaphan adalah seorang model student di kampusnya; pintar, disukai semua orang dan mempunya kekasih yang tidak hanya tampan tapi juga kaya. Dihari perayaan hari jadinya, Gun mengetahui bahwa kekasihnya tidur dengan orang lain. Pata...
