Dunia tampak seperti mimpi ketika Gun menarik diri menjauh dari Off, cahaya dari lampu disamping kasur membuat wajah Gun bersinar. Tanpa bicara, dia mulai membuka kancing kemejanya. Off menikmati pemandangan didepannya, Gun mabuk dan itu membuatnya menjadi jauh lebih seksi dari biasanya. Gun membuka kemejanya dan melemparnya ke ujung ruangan, kemudian jari-jarinya yang halus menyentuh kulit dada Off. Gun terlihat begitu endearing, dengan pipinya yang merah karena alkohol dan mata yang sayup karena mabuknya, itu membuat Off ingin menyetubuhinya dengan segera. Namun ia ingin melihat Gun mengontrol kegiatan mereka malam ini, ia ingin tahu sejauh apa Gun sudah belajar.
Gun menurunkan tubuhnya dan membiarkan Off menjilati putingnya, ia mengerang saat merasakan lidah basah Off pada putingnya. Off menahan punggung Gun dengan kedua tangannya, menghisap dalam-dalam puting Gun hingga menyisahkan tanda merah disana, kemudian ia mencium kulit diantara kedua dadanya, Gun menengadahkan kepalanya memiringkan ke belakang dan mengekspos lehernya lebih lebar. Lidah Off berjalan dari dada Gun sampai ke lehernya, dia mencium kulit leher Gun. Gun merasakan lidah Off bermain dilehernya dan erangan kenikmatan keluar dari mulutnya. Tangan Off dengan lembut membelai punggungnya, lengannya, bahunya, dan dia merasakan tubuh mereka yang panas menyatu, kulit ke kulit.
Off mengklaim bibir Gun dan menciumnya dengan ciuman yang panjang dan lambat, lidahnya dengan lembut menjelajahi dan membelai mulut Gun. Lidah terampil Off menggoda dan meyelidiki mulut Gun. Gun melepaskan ciumannya saat nafasnya hampir habis, kali ini ia yang menciumi tubuh Off. Ia mulai dengan mencium lehernya, dan turun hingga ke dadanya lalu perutnya dan menciumi kejantanannya yang masih tersembunyi di dalam celana boxernya. Saat Gun menarik celananya dan berniat untuk menjilat miliknya, Off menahannya.
"Kau yakin?" Off bertanya, Gun menatapnya dengan bibirnya yang membengkak dan memerah. Oh, dia terlihat begitu seksi! Batin Off.
"Aku ingin melakukannya untukmu." Ucap Gun, Off mengangguk dan kembali merebahkan tubuhnya. Lenguhan lembut keluar dari mulutnya saat Gun memasukan kejantanannya ke dalam mulutnya. Ia memejamkan matanya dan menikmati setiap jilatan dan pijatan Gun. Gun melepaskan kejantanan Off dari mulutnya dan menimbulkan bunyi plop ditelinga Off, ia mengintip dan melihat Gun sudah bersiap untuk memasukan kejantanan Off ke dalam bokongnya.
Off meletakan kedua tangannya dipaha Gun untuk membantunya, mereka tidak lagi butuh pemanasan karena Gun sudah siap sepenuhnya. Setelah masuk sempurna, Gun menggerakan pinggulnya ke atas dan ke bawah. Mereka tidak pernah melakukan posisi ini sebelumnya dan melihat Gun berada diposisi ini semakin membuat Off bersemangat dan terangsang.
"Hh...ngg..ah..." Gun terus mendesah penuh nikmat sementara Off terus mengeluarkan geraman setiap kali Gun bergerak.
"Gun...taruh kedua tanganmu pada lututku dan naikan kakimu." Off meminta Gun untuk mengubah posisinya, "Aku ingin melihat dengan lebih jelas." Yang ia maksud adalah ia ingin melihat kejantanannya bergerak keluar masuk dalam bokong Gun dengan lebih jelas.
Gun mengikuti permintaan Off, ia meletakan kedua tangannya di lutut Off dan mengangkat kakinya. "Seperti ini?" Tanyanya.
"Iya." Holy! Seharusnya aku mencoba posisi ini sedari dulu, this is so fucking hot! Ucap Off dalam hati. "Gerakan pinggulmu."
Dengan bertumpu pada lutut Off, Gun menggerakan pinggulnya. Mata Off terfokus pada gerakan pinggul Gun dan kejantanannya, ia menggigit bibirnya dan menyimpan pemandangan tubuh seksi Gun dalam kepalanya. Saat ia merasakan kejantanannya berkedut, Off mengangkat tubuhnya dan mengubah posisi tubuh mereka lagi. Ia merebahkan Gun diatas kasur dan mengambil alih lalu menggerakan pinggulnya dengan kecepatan kuda, ia mencium bibir Gun saat ia sampai pada klimaknya dan menarik semua desahan Gun dari mulutnya dengan bibirnya. Off mencium kening Gun setelah mengeluarkan semua cairannya di pengaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Campus Bad Boy
Fanfiction[COMPLETED] Gun Atthaphan adalah seorang model student di kampusnya; pintar, disukai semua orang dan mempunya kekasih yang tidak hanya tampan tapi juga kaya. Dihari perayaan hari jadinya, Gun mengetahui bahwa kekasihnya tidur dengan orang lain. Pata...
