Mereka berada di luar masa kini, di luar waktu, tanpa kenangan dan tanpa masa depan. Tidak ada yang lain selain sensasi yang melenyapkan, mendebarkan dan menggemuruh, dan suara cipratan air terus terdengar ketika anggota tubuh mereka bergesekan satu sama lain dalam pergulatan yang gelisah dan sensual.
Gun meleleh di lidahnya seperti permen, ia terasa begitu manis seperti karamel. Mulutnya berpindah ke telinga Gun dan ia menuangkan madu ke telinganya, kata-kata manis jatuh dari lidahnya dan masuk ke dalam hati Gun yang haus akannya. Off benar-benar menahan dirinya malam itu, ia sensitif, ia bernafsu dan berhasrat namun seluruh sentuhannya lebih berfokus untuk memuaskan Gun, memberinya rasa aman dan memastikannya merasakan semua cinta yang Off tumpahkan padanya.
Off menyalakan gairah di dalam diri Gun yang sudah lama tidak aktif. Bintang-bintang hanya bisa menonton dengan iri pada cinta yang mereka bagi, karena erangan dan suara nikmat mereka adalah sesuatu yang tidak bisa diabaikan oleh bintang-bintang dilangit.
Gun menjauhkan kepalanya, ia menangkup wajah Off dan memandangi wajahnya. Mata mereka bertemu dan berkomunikasi lewat setiap tarikan dan tatapan. Ia menginginkan kemanisan yang Off berikan, ia menginginkan Off lebih banyak, lebih dalam lagi.
Menurut Off, semua orang memiliki bintang di mata mereka, Berkedip lembut dengan cerita tersendiri. Tapi, Gun memiliki mata yang lebih indah dari orang lain, ia memiliki seluruh langit di matanya, Itu tampak lebih indah dari pada langit malam yang paling jelas sekalipun. Mata Gun memiliki bintang yang berkilauan, ia memegang seluruh galaksi, karya agung yang rumit yang tidak akan pernah bisa Off mengerti. Off bisa menatap mata itu selama berjam-jam dan masih tersesat, masih menemukan keindahan.
Mata Gun menceritakan kisahnya, dengan bisikan lembut dan kode warna-warni, mereka memberitahu Off tentang lelahnya dan ketakutannya yang telah berhasil ia kalahkan. Off sudah mempelajari banyak soal matanya, ketika Gun sedih mereka berkilauan, ketika ia marah mereka membakar seperti api. Tetapi ketika ia bahagia,mereka bersinar. Mereka menari di dalam mata Gun, mereka bersinar lebih terang dari matahari. Dan mereka hanya bersinar untuk Off seorang.
Gun bisa merasakan kejantanan Off berkedut dan membesar dalam bokongnya, ia tahu Off sudah mendekati klimaksnya. Jadi ia kembali mencium Off dan berbisik di sela-sela ciuman. "Ah...Off...jangan berhenti.." Gun memintanya untuk tidak berhenti seraya bibirnya terus bertemu dengan bibir Off dan dalam keheningan malam itu desahan dan erangan mereka tidak kunjung mereda, Off menggeram dan pegangannya mengeras pada pinggul Gun, ia menggerakan pinggulnya cepan hingga akhirnya mereka sampai pada klimaks mereka.
Setelah mengatur nafas, Gun menurunkan dirinya dari gendongan Off dan Off menariknya saat tubuhnya miring karena kakinya yang lemas. Off mencium tangan Gun dan tertawa saat melihat kulit di jari tangannya yang mengeriput dan bibirnya yang bergetar karena kedinginan.
"Kau kedinginan, ayo kita segera kembali ke kamar sebelum kau sakit." Ucap Off lembut, ia menggenggam tangan Gun dan mereka berjalan keluar dari kolam renang.
Off memakaikan baju handuknya kepada Gun dan kembali ke dalam villa dengan Gun yang menolak untuk melepas genggaman tangan Off. Mereka masuk ke kamar mereka dan membilas diri dengan air hangat dan berpakaian setelahnya.
Ketika Gun keluar dari kamar mandi, Off sedang duduk diatas kasur sambil memainkan handphonenya dan rambutnya masih basah. Jadi ia mengambil hair dryer dari dalam tasnya dan medekati Off untuk mengeringkan rambutnya.
"Sudah kukatakan jangan membiarkan rambut basah setelah mandi, kau tetap saja tidak mendengarkanku." Ocehnya, Off tersenyum kecil lalu menarik tubuhnya dan mencium perutnya.
"Karena aku ingin kau yang mengeringkannya untukku." Jawab Off.
Segalanya terasa lebih baik, ia bersyukur karena Off terus berada di sampingnya, karena ia terus mencintai Gun dan itu menyenangkan karena saat ia sudah pulih, Off tetap berada disana, tidak menjauh sedikitpun.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Campus Bad Boy
Fanfic[COMPLETED] Gun Atthaphan adalah seorang model student di kampusnya; pintar, disukai semua orang dan mempunya kekasih yang tidak hanya tampan tapi juga kaya. Dihari perayaan hari jadinya, Gun mengetahui bahwa kekasihnya tidur dengan orang lain. Pata...
