Semua orang memiliki fantasi seks mereka masing-masing. Beberapa orang membayangkan bersetubuh dengan guru mereka, dengan bos mereka, dengan kekasih sahabat mereka. Untuk kasus Off, ia selalu membayangkan bersetubuh dengan model student. Ia ingin melihat bagaimana tawanya berubah menjadi pekikan dan desahan saat di kasur, membayangkan ekspresinya saat ia mencapai klimaksnya.
Off hanya bisa bermimpi, hanya bisa membayangkan. Sampai pria kecil yang selalu ada dalam bayangannya muncul di depan pintu asramanya. Ia merasakan bibir Gun untuk pertama kalinya dan ia menginginkan lebih.
Malam itu seharusnya menjadi malam dimana Off akhirnya berhasil meniduri Gun. Tapi mengetahui ia seorang perawan, membuat Off mengurungkan niatnya. Ia sebenarnya tidak pernah ingin menjadi yang pertama untuk seorang perawan, tapi jika itu Gun, ia akan dengan senang hati menjadi yang pertama.
Off memejamkan matanya dan membisikan kalimat, "Hola." Seperti yang biasa Gun selalu ucapkan saat ia menyapa orang lain.
Ia teringat pertemuan pertama mereka, Off selalu berpikir Gun adalah tipe model student yang menyebalkan dan membosankan. Mungkin itu yang biasa orang-orang sebut sebagai karma, karna setelah hari itu matanya terus menemukan Gun. Ia ingin membuat Gun melihatnya, ingin membuat Gun mengetahui keberadaannya, ia ingin Gun meneriakan namanya.
Awalnya wajah Gun tidak pernah ia lihat sebelumnya dan ia terus membayangkan wajahnya setelahnya. Awalnya ia menganggap Gun adalah seorang yang membuat sakit kepala, tapi pelan-pelan Off ingin berbicara dengannya.
Off tahu bahwa Gun memiliki kekasih bernama Mike. Tipikal pria idaman, mengendarai mobil mewah, fashion yang bagus namun juga tipe pria payah.
Ia memang ingin Gun mengetahui keberadaannya, tapi ia bukan pria brengsek. Ia tidak tidur dengan orang yang sudah memiliki kekasih, itu adalah aturannya. Lebih sulit baginya untuk berurusan dengan pacar yang cemburu ketimbang wanita yang jatuh cinta padanya.
Biasanya, saat wanita datang padanya, aturannya Off adalah ia akan langsung melakukan bisnisnya. Ia tidak ingin mendengarkan ungkapan hati mereka, tidak berbicara soal keluarga, soal jurusan kampus. Tapi ia justru mendengarkan Gun bicara soal buku, soal puisi, soal film. Dan ia mendengarkan setiap ucapannya tanpa bosan.
Ia bahkan membiarkan Gun menginap di kamarnya, tidur di kasurnya dan mengenakan pakaiannya. Beberapa aturan paling penting dalam kamusnya sudah ia langgar.
Off sedang memainkan game di handphonenya saat Gun melongokan kepalanya dari pintu kamarnya. Off bisa melihat sisaan airmata di pipinya, sepertinya ia baru saja selesai menangis.
"Oh, kukira kau sudah tidur." Ucapnya. Off mematikan handphonenya dan membenarkan posisinya.
"Tidak bisa tidur?" Tanya Off, Gun mengangguk. Pria kecil itu berjalan ke arah sofa dan duduk disamping Off.
"Apa kau punya bir?" Tanyanya.
"Kau minum bir?" Off bertanya balik padanya.
"Iya, bir enak diminum saat sedang banyak pikiran, kau tahu?" Kata Gun. Dan Off menemukan satu sisi menarik lainnya dari Gun, pria kecil ini selalu punya cara untuk membuatnya terkejut.
"Aku baru tahu model student di kampus menyukai bir."
"Semua orang punya rahasia kecil masing-masing, kan?" Ucapnya, "Jadi...apa kau punya bir?" Tanya Gun lagi, Off tersenyum kecil diringi dengan tawa. Ia kemudian berjalan ke kulkasnya dan mengambil beberapa botol bir.
Mereka menikmati malam dengan minum bir sambil menonton televisi. Gun bisa saja pergi tidur di asrama Krist tapi ia yakin Mike akan menghampirinya kesana dan ia belum ingin bicara atau bertemu dengannya terlebih dahulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Campus Bad Boy
Fanfiction[COMPLETED] Gun Atthaphan adalah seorang model student di kampusnya; pintar, disukai semua orang dan mempunya kekasih yang tidak hanya tampan tapi juga kaya. Dihari perayaan hari jadinya, Gun mengetahui bahwa kekasihnya tidur dengan orang lain. Pata...
