Chapter 5

14.6K 1.3K 170
                                        

Dalam keadaan setengah terangsang dan setengah terkejut, Off mengangkat tubuhnya menjauh dari tubuh Gun. Mereka mencari dan memakai kembali pakaian yang sudah mereka lepas dengan terburu-buru.

"Peng?" Panggil Tay seraya mengetuk-ngetuk pintu.

"Uh, tunggu!" Jawab Off, ia kemudian menarik tangan Gun dan membawanya ke dalam kamar mandi. "Aku akan mengurusnya, sembunyi disini sebentar. Ok?" Gun menganggukan kepalanya.

Off mengambil bantal dari atas sofa untuk menutupi kejantanannya yang masih berdiri tegang, lalu ia berjalan ke depan pintu dan membuka pintu kamarnya lebar.

"Kenapa kau lama sekali membuka pintunya? Kakiku hampir kram karena terlalu lama berdiri."

"Mau apa kau kemari?" Tanya Off tanpa menghiraukan perkataan Tay.

Tay mengangkat plastik makanan ke atas udara, "Kau terlihat begitu marah tadi siang, dan karena aku yakin kau tidak akan makan malam karena moodmu jelek, aku membawakan ini untukmu." Ucap Tay. Off menarik plastik itu dari tangan Tay.

"Ok, thank you!" Ia berniat menutup pintu namun Tay menghentikannya.

"Oi! Aku akan makan bersamamu di dalam! Kenapa kau terburu-buru sekali? Lagipula ada tugas kelompok yang harus dikumpulkan besok." Seru Tay. Disaat yang bersamaan mereka berdua mendengar suara bersin dari arah toilet yang membuat mereka berdua saling memandang ke arah toilet. "Ada seseorang di dalam sana?" Tanya Tay.

"Tidak ada." Jawab Off. Tay melipat tangannya di depan dadanya dan ia menatap Off seakan meminta penjelasan darinya. "Ok! Sih pria kecil ada di dalam sana."

"I see. Aku sudah mengganggu kalian, kan?"

"Apparently, yes."

"Peng, as much as i want to leave, i can't. Ini tugas kelompok, dan jika kita tidak menyelesaikannya hari ini, kita akan mengulang kelas dan aku tidak mau itu terjadi." Ucap Tay.

"Kalau begitu, masuklah ke dalam kamar dan tutup pintunya."

"Aw! Kenapa? Aku ingin melihat wajah pria kecil itu!"

"Dia tidak ingin identitasnya diketahui siapapun! Masuklah ke dalam dan kita akan membuat tugas kampus setelah aku mengantarnya turun ke bawah."

Tay mengangkat tangannya ke udara, ia kemudian berjalan masuk ke dalam. Ia mengendus-endus saat ia melewati ruang tamu asrama Off.

"Wow, it smells like sex here." Ucapnya sarkastik, Off melempar remot tv padanya dan membuatnya berlari masuk ke kamar Off dan menutup pintu rapat.

Saat ia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, ia membuka pintu kamar Off dan mengintip. Ia melihat Off sedang tertawa sambil mengusap kepalanya dan memakaikan hoodienya untuk menutupi wajahnya, Tay tidak bisa melihat dengan jelas namun ia merasa kenal dengannya, mereka berdua kemudian pergi keluar asrama.

"Aneh, rasa-rasanya aku sering melihat figur kecil itu. Siapa dia?"

Sementara itu Gun dan Off masih mentertawakan kejadian yang baru saja terjadi. Gun juga mentertawakan Off yang masih menyembunyikan miliknya yang keras dengan bantal.

"Hei, berhenti tertawa. Aku sedang menahan sakit tahu." Kata Off.

"Sesakit itu?" Tanya Gun, Off menganggukkan kepalanya. Gun menoleh ke kanan dan ke kiri lalu ia menarik tangan Off ke dalam janitor yang ada di lorong asrama. Pria kecil itu kemudian berlutut dan menatap kejantanan Off dengan wajah polosnya, Off terkekeh pelan lalu ia membelai kepalanya.

The Campus Bad BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang