#duapuluhdua

6.3K 701 124
                                        

" Eomma.. Beritahu aku dimana rumah Yoongi... " Jungkook memang payah, dia baru saja mengakuinya. Duduk dihadapan sang Ibu sambil memijat keningnya pusing

Hell memang, tapi dia benar-benar tidak tahu harus bertanya pada siapa selain ibunya yang bahkan sekarang menatap sangsi dirinya yang benar-benar brengsek itu sambil mengenggam amplop coklat yang lumayan besar yang Jungkook juga tidak tahu isinya apa

" Aku sudah memberimu kesempatan, dan kurasa aku sudah tidak dapat membantu. " Katanyaa, lalu melempar map coklat kearah Jungkook dan menghela nafas

" Ini kau tanda tangani dan semuanya selesai.. " Katanya lagi. Jungkook yang bingung dengan gegabah membuka amplop tersebut

Matanya membulat, membelalak kaget makin gusar.

Terdapat sebuah surat cerai yang bertuliskan Min Yoongi sebagai penuntut

" Dia meminta ku mengantarnya kepadamu.. " Kata ibunya lalu sedikit tersenyum miring. " Tapi bahkan kau menghampiriku lebih dulu.. " Lanjutnya

Jungkook menggeleng tidak terima. tatapannya mengeras.

" Aku mau tahu dimana istri ku sekarang.. " Jungkook melayangkan tatapan nyalangnya

Dirinya sudah tidak kuat.

" Istri mu yang mana? Mengapa mesti mencarinya sekarang? Kemarin malam saat dia tidak pulang apa bahkan kau mengingatnya? "

Telak.

Jungkook mengusap wajahnya mengambil nafas dalam, kepalanya mesti dingin untuk menghadapi sang Ibu yang keras kepala seperti dirinya itu

" Eomma.. Yoongi hamil tua, harus ada yang menjaganya... "

Jungkook mencoba untuk membuat Ibunya membuka mulut tapi yang didapat hanya senyuman remeh. Lagi.

" Apa aku harus peduii? Dia pergi karena dirimu... Keteledoran suami serakahnya, jadi biarkan dia memikirkan dan membahagiakan hidupnya tanpa suami tidak becus seperti mu! "

" Eomma... "

" Aku terlalu sibuk Kook untuk mengurusi hidupmu.. " Sang Ibu berdiri lalu menghela nafasnya menatap kasihan kepada sang anak

" Aku tidak tahu bahwa membawa dirinya kedalam hidup mu mampu membuat Yoongi begitu tersiksa. Jadi biarkan aku menghentikan dan membalas semua kesakitan yang dia alami darimu, Aku membiarkannya pergi bukan karena ingin tetapi karena merasa kasihan pada namja yang bahkan mencintai dan mempunyai anak dari suami orang lain... "

Setelahnya sang ibu berjalan memasuki kamarnya membuat Jungkook mengeram dan menyenderkan tubuh ke sandaran sofa

Kenapa jadi rumit, eoh?

Kepalanya pening, Jungkook menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Mendesah berkali-kali teringat raut wajah Yoongi akhir-akhir ini membuat dirinya dirundung rasa bersalah yang amat besar

Jika menangis tidak memalukan mungkin dia akan meraung asal Yoongi kembali kepelukkannya

Tapi, Apa itu yang benar-benar dia inginkan?

Rasa Cinta? Hatinya mencintai Yoongi? Benar-benar dalam arti benar benar mencintai Yoongi bagaimanapun keadaannya? Suka maupun Duka, Ceria maupun sedih?

Atau....

Dia membutuhkan namja itu karena memang tidak ada yang bisa memuaskan birahinya? Atau karena tidak ada yang mengatur urusan rumah tangga, menjaga Jimin ataupun mengurus Jimin...?

Hatinya dilema berat, membuka ponsel berniat menelpon rekan kerjanya untuk mengabari sepertinya dia tidak akan masuk kerja

Tapi yang menyapa saat membuka tombol kunci adalah foto Seokjin dan Jimin yang tersenyum bahagia semalam

Hatinya semakin gundah gulana.

Lalu matanya menatap jok disebelahnya, menatap amplop coklat surat perceraian

" Aku tak apa, Jungkook... Aku dan Bungsu terlalu kuat untuk ini.. Jadi biarkan kami bahagia ya? "

Tanpa disadari Jungkook berimajinasi tentang Yoongi yang semakin membuatnya geram akan hidup nya sendiri

Membanting ponsel yang di pegang lalu memukul stir bringas

To Be Continued.....

Nah kan gantian Jungkooknya yang kebingungan wkwkwk😂

Diriku Adil kok😊

Don't forget your Voment!!!

Story in Marriage [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang