Sudah seminggu lebih, kelakuan Enrico makin menjadi-jadi.Dan banyak desas-desus bahwa Enrico telah berpacaran dengan El.Clara hanya bisa menghela nafas pasrah.
Karena hingga saat ini, hubungannya tanpa Enrico tidak ada klarifikasi.
"Sampai kapan mau gini?"Tanya Aulia yang memerhatikan Clara hanya mengaduk-aduk makanannya, saat ini mereka ada di kantin.Clara hanya melamun menatap El dan Enrico
"Gak tau"
"Kamu makan deh yang bener, gak liat apa wajah kamu pucat banget kayak manequin aja deh"Cibir Aulia niat menyindir Clara.
"Gue kenyang"
"Heh, kenyang apaan, makan aja cuma sesendok nasi kamu bilang kamu kenyang?"Oceh Aulia membuat Clara mendengus dan mulai memakan baksonya yang sudah hampir dingin itu.
"Eh kita boleh pada gabung gak?"Tanya Dika mengawali,
"Oh,ehm b-boleh kok"Balas Clara.
"Kok kalian enggak pada gabung sama Enrico?"
"Nah kalian kenapa gak pada gabung sama El?"Tanya Ibam membalikan pertanyaan mereka.
"Yeu, kita yang nanya duluan, malah kalian balik nanya"Cibir Clara
"Gakpapa suka aja sama kalian soalnya kalian cantik"Goda Pura
"Gajelas lo nyet!"Balas Dika menoyor kepala Pura
Mereka kemudian bercanda ria bersama, tiba-tiba Enrico dan El lewat sambil bergandengan tangan
"Permisi, kita mau lewat"Ujar Enrico dingin karena kaki Ibam menghalangi jalan keluar,mereka duduk dekat pintu masuk kantin.
"Oh ada orang mau lewat ternyata"Ujar Ibam santai tanpa memindahkan kakinya
"Minggir kalian kenapa si?!"Geram Elisabeth
"Wah, ada suara tapi kok gak ada orangnya si?"Dika pura-pura tak mendengar.
Elisabeth sudah kesal sangat kesal,karena perkataan Aulia, "Percuma cantik tapi kelakuan binatang yah gak sih?"
"Apa lo?!"Ketus El
"Lo kenapa gue gak bicara sama lo!"Ujar Aulia dan berbicara tanpa suara, "bitch!"
Pura mengerutkan keningnya, "aku-kamunya mana? kok lo-gue?"
Aulia terkekeh, "Oh itu, aku bilang aku-kamu khusus sama orang baik yang tau cara menghargai, kalo gak baik ngapain dibaikin soalnya orang yang sering dibaikin suka gak tau diri kaya sekarang"
Enrico menginjak kaki Ibam dan menarik tangan Elisabeth, hampir saja ia terjungkal jika tidak segera menyeimbangkan langkahnya, ia menatap Aulia dibelakangnya seraya tersenyum mengejek.
"Suka heran deh, udah dapat yang baik malah pengen mencari yang paling terbaik, tapi pasti dapat yang buruk"Ujar Pura mengutarakan isi hatinya,
"Ya gitu, namanya hidup.Manusia gak pernah puas sampai kapanpun"Jelas Clara membuat mereka mengangguk paham.
***
Ketiga pria tersebut sedang berada di cafe xxx.Menunggu kedatangan 2 pria lagi.5 menit kemudian, "Eh sorry bro, kita lama"Jelas Xelio datang bersama Georgino dan duduk.
"Jadi gimana?"
Dika mulai buka suara dan menjelaskan secara detail.
"Bangsat ya si Koko"Maki Georgino.
"Sabar Yo,kita harus tau apa penyebabnya"Nasehat Xelio
"Gue tuh kesel banget sama tu orang, nah liat si Clara gue jadi kasian anjir"Celoteh Ibam
Pura yang dari tadi diam, kini angkat bicara "gue punya ide!"membuat mereka semua menatap dirinya.
"Jadi gini,kita buat Koko cemburu dan pelan-pelan supaya dia mau jujur aja, jangan pake cara kasar"
"tapi dia kalo gak di kasarin gak bakal sadar!"
"ya karena itu, kita harus pelan-pelan.Biar berhasil, demi teman kita, dia udah jadi sahabat bahkan saudara kita, gue gak mau ya, sahabat gue jatuh tanpa kita tolongin"Jelasnya,membuat mereka mengangguk.
***
Afriel dan Clara saat ini sedang berada di Mall, Riel yang memaksa Clara untuk ikut menemaninya membelikan hadiah untuk adiknya Afrini yang akan ulangtahun besok.
"Nez, cewe lebih suka apa?"Tanya Riel saat mereka sedang menjelajahi apa yang akan Riel beli.
"Adek bang Riel suka apa emang?"
"Adek gue suka novel sih"Pikirnya, membuat Clara mengangguk
"Yaudah beliin itu aja pasti suka"
Kemudian mereka berdua masuk kedalam Gramedia yang ada dalam Mall tersebut.
"Nez? yang bagus mana?"Tanya Riel menunjuk 2 cover yang berbeda, yang pertama berwarna Biru dengan judul Anything Love You yang kedua berwarna Ungu dengan judul Let's Follow You Heart.
"Dua-duanya sih bagus bang, terserah lo mau yang mana,"
"Yaudah, gue beli dua-dua aja, eh lo nez gak mau beli novel biar sekalian?"Tanya Afriel menawarkan
Clara melirik sebuah Novel bersampul putih dengan judul Strong Girl, ia membaca sinopsis yang berada di belakang novel tersebut.
Entah mengapa, ia ingin sekali membeli novel tersebut,seakan-akan kisah mereka tak berbeda jauh.
"Bang, Nezya mau beli yang ini"Tunjuk Clara kepada Novel yang ia pegang.
"Yaudah sini Nez, ntar gue bayar sekalian aja".
Mereka keluar dari Gramedia, "Nez,makan dulu yuk.Lapar gue"Ucap Afriel sambil menunjuk restorant cepat saji.Clara hanya mengangguk karena ia juga begitu lapar.
Mereka masuk kedalam dan mulai mencari tempat kosong,seorang waiters datang menanyakan apa yang ingin mereka pesan.
"Mbak saya pesan, Spagethi sama minumnya Lemon tea, lo pesan apa dek?"
"Nezya pesan Nasi goreng spesial sama Matcha Green tea"
Kemudian waiters membacakan lagi pesanan mereka takut ada kesalahan setelah sudah benar ia pergi untuk membuatkan pesanan bagi mereka.
Makanan mereka pun datang, mereka makan dengan sangat lahap dan dibelakang Clara datang seseorang dengan wajah datar tak berekspresi
"CLARA!"
Yash!😆gotcha
aku gantung wuakakakak
siapa tuh yang manggil Clara?ayeaye
fllow ig
claraaunezya_
nathanencro_
patriciamarsela_
next part yaa gengs
💙💙 💙💙
💙💙💙💙
💙💙💙
💙💙
💙
KAMU SEDANG MEMBACA
Strong Girl [END]
RomanceCerita yang menceritakan bagaimana kehidupan dari seorang Clara Aunezya Egipta Yang bertahan atas kerapuhan hidupnya. Yang berjuang atas kesendirian hidupnya Merasa di abaikan,di benci,tak di Cintai Itulah yang dirasakan Clara selama ini. Di tingga...
![Strong Girl [END]](https://img.wattpad.com/cover/177100304-64-k751042.jpg)