SG 27=KIND PERSON

5.4K 215 3
                                        

Pulang sekolah adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh siswa -siswi. Begitu juga dengan Clara dan Aulia.
"Ra! Kamu kemana udah 2 hari kamu gak pulang kerumah ya? " Tanya Aulia mengintiminasi.

"Gak kemana-mana kok gue" Balas clara santai 

"Bohong terus deh sama aku. Capek aku tuh" Ujar Aulia memakai tasnya dan berniat pulang.

"Gue nginap di panti asuhan" Ujar Clara akhirnya.

Aulia yang sudah berniat pulang, mengurungkan niatnya. Dan kembali duduk ketempatnya.
"Maksud nya gimana? Panti Asuhan?" Tanya Aulia tak mengerti

"Ada orang baik tolongin gue. Kasih gue tumpangan sementara di panti asuhan. " Clara tersenyum sederhana pada Aulia.

"Emang siapa? " Tanya Aulia tak dapat menyembunyikan rasa penasarannya. Untung saja kelas sudah sepi. Dan Fyi, Elisabeth tidak sekolah.

Clara tampak berpikir, "Hm... Namanya Virgo. Dia baik banget malahan."

Aulia menyipitkan matanya, "Jangan-jangan kamu udah suka ya sama dia? " Tanya Aulia sekalian menggodanya.

Spontan Clara menggeleng, "Enggak dong ya. Gue masih setia sama Enrico" Tatapannya berubah sayu.

"Emang dia setia sama kamu? Kamu disini berusaha menjaga hati, dia berusaha berpindah hati" Cibir Aulia menohok Clara. Entahlah Aulia intinya sudah tidak suka dengan Enrico.

"Setiap hari makan berapa cabe Mbak? Pedes banget omongan nya" Cibir Clara balik.

"Aku ngomong apa yang sebenarnya terjadi. " Aulia menghela nafas kasar, "Jangan jadi bucin deh. Kalo emang gak jodoh, mau diapain? Semua udah ada yang ngatur kok. Tugas kita itu tinggal jalanin apa yang udah ditakdirin." Sambung Aulia

"Tapi kan... Gak ada salahnya kan gue berjuang?" Tanya Clara dengan suara lemahnya.

"Berjuang emang gak salah. Berjuang itu dilakuin 2 belah pihak, bukan sendirian. Kalo kamu berjuang sendiri itu percuma. Cuma buang waktu percuma, selain buang waktu kamu suka makan hati! " Omel Aulia menopang dagunya diatas meja.

"Gue yang jalanin kok lo yang pusing sih?! " Sewot Clara yang kesal.

"Aku peduli. Udah gak usah perjuangin orang yang udah gak mau di perjuangin. Kalo mau perjuangin orang ya liat-liat dong. Kalo yang diperjuangin gak tau diri buat apaan?! " Kesal Aulia karena Clara tak kunjung sadar.

"Gue masih sanggup kok buat perjuangin cinta gue" Ujar Clara.

"Lagian kan udah ada Virgo? Ngapain juga masih berharap sama orang yang udah gak ngarapin situ?"

"Virgo cuma temen gue Lia. Udah gak usah bahas ini. Gue lagi malas" Ujar Clara, tak mau perdebatan ini semakin berlanjut.

Tanpa mereka sadari, Enrico berdiri didekat jendela yang mereka duduki dan mendengar semua percakapan mereka berdua dalam diam. Setelah itu ia pergi sebelum mereka mengetahui ia disitu.

***
Enrico sudah berada diparkiran motornya. Ia menunggu Clara berniat minta maaf dan ingin mengantarkan Clara pulang. Ia melihat Clara dan Aulia berjalan bersama kearah gerbang yang sudah sepi.

"Clara" Panggil dua orang yang berbeda membuat Clara binggung akan menoleh pada siapa.

Dua orang tersebut mulai menatap satu sama lain dan memalingkan lagi wajah mereka kearah Clara.
Enrico yang lebih dulu berjalan kearah Clara. "Rara. Koko mau ngomong sama rara" Ujarnya menarik tangan Clara.

Tetapi Clara diam tak bergeming. Tak mengikuti tarikan Enrico, "Mau ngomong apa? " Ujarnya sambil mencekal agar terlepas dari pegangan tangan Enrico.

"Mau ngomong apa Ko? " Clara berdehem menggulangi pertanyaan kemudian tersenyum.

"Gak disini"

Clara menatap Virgo didepan gerbang yang sudah menunggunya. Kemudian beralih menatap Enrico.
"Maaf ya ko... Hm, Rara harus pergi udah ditungguin. Next time ya" Clara tersenyum melambaikan tangan pada Enrico dan Aulia.

Selepas perginya Clara, Aulia mulai berdehem, "Makanya kalo udah dapat satu, jangan suka maruk  Pengen lebih. Intinya jangan nyesel. You choose it" Aulia kemudian melenggang pergi meninggalkan Enrico.

***
"Maaf lama ya" Ujar Clara saat masuk kemobil Virgo. Yang kemudian mulai memasang seltbeltnya.

Virgo mengangguk, "Dia siapa? Pacar lo ya? " Tanya Virgo mulai menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah Clara.

Clara mengangguk, "Iya kenapa? "

"Kayanya tadi dia mau ngomong penting deh ke elo. Kok elo pergi gitu aja? " Tanya Virgo.

"Urusan lo apa coba? " Ketus Clara.

"Yah.. Sebenarnya gak ada sih" Ia mengaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Cuma gue penasaran hehe" Kemudian ia menyengir.

"Nyengir lo gak ada yang bagus tau gak! " Cibir Clara sambil mendengus.

"Eh, eh... Gue ini kembarannya Shawn Mendes. Mendes ganteng of course gue juga ganteng, gue kan duplikat nya. " Balas Virgo tak mau kalah.

"Gue gak tau kenapa bisa kenal orang yang Pedenya tingkat akut kek lo gitu" Clara menghela nafas kasar.

Tapi, sepertinya Virgo tak menghiraukan ucapan Clara, ia malah menggalihkan pembicaraan.
"Kita singgah dulu sebentar ya di Supermarket. Gue mau beliin roti buat anak-anak panti" Clara menoleh sebentar dan mengangguk.

Mobil Virgo berhenti disebuah supermarket yang tak jauh dari Panti Asuhan mereka. "Lo mau ikut turun apa tetap di mobil? " Tanya Virgo sambil melepas seltbeltnya.

"Ikut turun" kemudian sama membuka seltbelt yang ia gunakan. Dan keluar dari mobil putih milik Virgo.

Mereka memasuki Supermarket tersebut. Virgo mengambil Troli dan mulai mendorongnya.
"Katanya cuma mau beli roti, kok pake troli segala? " Tanya Clara

"Anak panti banyak. Gak mungkin cuma beli gak sesuai jumlah mereka. Kasian nanti kalo yang lain gak kebagian" Balasnya mulai mengisi troli dengan roti dan snack lainnya.

"Lo mau apa? Biar sekalian" Ujar Virgo

"Gue mau susu kotak deh sama Yupi"

"Yaudah ambil"

Setelah selesai, mereka mengantri di kasir dan Virgo membayar pesanan mereka. Dan mereka kembali ke mobil dengan Virgo menenteng 2 plastim besar dan Clara 1 plastik sedang.

Kemudian Virgo melajukan mobilnya memasuki pekarangan Panti Asuhan. Terlihat anak-anak kecil sedang bermain.
"Sore semua" Sapa Clara.

"Sore kak Rara"

"Sore Ibu" Sapa Rara dan Virgo.

"Sore juga atuh. Ayo masuk, anak-anak pada nungguin kalian pulang teh, pusing ibu jawab mereka nanya mulu" Cerocos Ibu Fatih-Ibu Pemilik Panti Asuhan.

Mereka berdua terkekeh, "Punten atuh bu. " Ujar Virgo sambil terkekeh.

Clara dan Virgo masuk kedalam. "Kalian ganti baju dulu atuh. Baru main sama anak-anak toh" Peringat Bu Fatih.

"Siapp ibu"

.To be contuined

Hola hola? 
Apa kesyan kalyan stylah mbycah pyart ini?

Dont forget follow
@claraaunezya_
@nathanenrco_

Anddd my ig
@patriciamarsela_

Strong Girl [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang