Brian memberikan tatapan dinginnya pada Nia.Berbeda dengan pagi tadi,yang sangat hangat.Namun sekarang?.
Jika kalian tanya Nia sakit hati,tentu Nia merasakannya.
"Lo mau makan apa Nia?"tanya Nasyifa mengawali.Lantas,Nia segera menatap Nasyifa."Gak,gue mau minum es teh aja".
Nasyifa mengangguk dan berjalan menuju tempat pesanan mereka.Bahkan saking lamanya Nia menatap Brian,Nia tidak mendengar bahwa Nasyifa sudah menanyai pesanan mereka.
"Nih punya lo!"seru Nasyifa sambil membawakan pesanan Fara,Aura dan Nia.
"Gue ijin ke toilet dulu ya"ucap Nia namun matanya tetap pada Brian.Setelah dipersilakan,Nia keluar kantin.Bukan ke toilet,melainkan membuntuti Brian.
BRIANIA
"Habis ngomong apa lo sama Nia pagi tadi?"tanya Jody yang sibuk memasukkan bola basket ke ring.
"Gue bingung"ucap Brian dengan nada pelan.Jody segera menatap lekat Brian yang berada di belakangnya.
"Maksud lo?"tanya Jody.Brian segera merampas bola basket di tangan Jody dan memasukkan nya ke ring."Gue keceplosan".
Jody masih setia mendengarkan,"Keceplosan apanya?"tanya Jody bingung.
"Huft ga deh"pasrah Brian dengan wajah memelas.Jody mengendikkan bahunya acuh lalu memainkan game di ponselnya.
"Kalian!kok masih pada disitu?!ayok ke lapangan umum!kita olahraga!"tegur Sean.Jody dan Brian mengangguk lalu membuntuti Sean untuk ke lapangan utama atau disebut lapangan umum itu.
"Kalian semuanya ayo baris!jangan lama-lama.Kalau lama kalian lama juga selesai nya!"tegur Pak Dani selaku guru olahraga.
Semuanya mengangguk serempak.
Setelah olahraga diatur oleh pak Dani.Semua murid ke barisan masing-masing untuk olahraga.Siswa laki-laki bermain futsal,sementara siswi perempuan berlari kecil disekitar lapangan.
"Capek ini!"gerutu Nasyifa sambil mengelap peluhnya dengan punggung tangannya.
"Yaiyalah,kita kan manusia!"balas Fara sambil berlari kecil mendahului Nasyifa,karena dirinya tertinggal dengan Aura dan Nia.
"Pak kapan sih selesai nya?penat nih!"gumam Nia."Aduh kaki gue!"celetuk Aura sambil memijat kakinya lalu duduk di bawah pohon rindang.
"Capek!"ucap Nia,Fara dan Nasyifa serempak lalu duduk disamping Aura.
"Kalian semua diistirahatkan!"ucap pak Dani yang membuat siswa-siswi serempak meninggalkan lapangan utama.
"Giliran istirahat aja rame"gumam Pak Dani sambil geleng-geleng takjub dengan murid-murid nya.
Sementara Nia dan pasukannya sudah menuju kantin.Karena perut demo minta diisi.
"Gue haus gak lapar"lapor Nia dengan sendirinya.
"Gue teh es aja deh"ucap Nasyifa.Aura dan Fara mengangguk,artinya sama dengan pendapat Nasyifa.
"Gue susu indomilk aja deh"kata Nia yang diakhiri dengan cengirannya.
"Kali ini biar doi nya Alex yang pesenin"celetuk Fara yang membuat Aura menatapnya tajam,setajam silet.
"Hehe ampun.."tambah Fara dengan jari V sign nya.
Karena banyak bacot,Nia berjalan mendahului untuk memesankan makanan mereka.Sementara Fara mempersiapkan lidahnya untuk bertanya pada Aura.
"Gimana soal Alex?"tanya Nasyifa mendahului Fara.
"Gak tahu,bodo amat lah.Dia gak peduli sama gue akhir-akhir ini"sahut Aura dengan senyum mirisnya.
"Yang sabar"
Fara mengelus punggung Aura untuk memberi ketabahan pada Aura.Aura hanya mengangguk dan menghembuskan nafasnya kelu.
Fara dkk serempak menoleh kearah Nia yang membawakan 3 es teh dengan satu susu indomilk kotak.
"Nih"
Mata Aura,Fara dan Nasyifa berbinar hendak menerkam es teh tersebut.
Nia duduk disamping Fara.
Namun perutnya merasakan mules,pertanda hendak BAB."Faraa...lo mau temenin gue gak?"tanya Nia dengan wajah memelas.
"Kemana?"tanya Fara.
"Toilet"sahut Nia.
"Benter ya guys!"
Nasyifa dan Aura serempak menganggukkan kepalanya tanda mereka setuju.Nia berjalan menuju toilet dengan mulut masih menghisap sedotan yang mengalirkan air susu kotak tersebut.
BRIANIA
"Akhirnya..."
Nia merapikan seragam sekolahnya dengan rok abu-abu tersebut.
Nia segera keluar dari toilet dan menyusul Fara Namun langkahnya terhenti melihat Brian datang mencegahnya.
"Eh"
Nia terkejut saat Brian mengambil susu kotaknya dan menghisapnya dengan wajah tidak berdosa.
"Brian lo!"
Kesabaran Nia di titik akhir saat ini.
"Apa?"tanya Brian.
"Ituu minuman gue!"ucap Nia dengan suara lantang."Gue haus"
"Kenapa gak beli aja?"
"Habis duit"
"Kenapa minta ke gue?"
"Gue mau"
"Apa?"tanya Nia.
Chupp.
Deg.
Nia terkejut bukan main saat dirinya merasakan benda menempel di bibirnya.Karena tidak ada pergerakan,Nia membuka matanya yang sedari tadi tertutup.
"SHIT"
Bukanlah bibir Brian,namun sedotan tadi berhasil Brian kembalikan ke mulut Nia.Wajah Nia merah padam,marah dan malu.
"Apaan sih lo?!"teriak Nia.
"Cie lo pasti harap gue cium ya?"goda Brian yang membuat Nia salah tingkah.
"Apaan sih?!maksud gue ngapain coba lo masukin sedotan itu ke bibir gue?eh maksudnya nempelin sedotan itu ke bibir gue?!gak sopan!"
"Mau dicium bilang aja"ucap Brian enteng.
"BRIANN!!!"
~~•~~
KAMU SEDANG MEMBACA
BRIANIA
JugendliteraturSaat Brian mulai membalas perasaan Nia, ada rahasia yang terungkap diantara dia dan gadis itu. Terbongkarnya rahasia tersebut membuat Nia sakit hati, lalu memilih untuk memutuskan hubungan mereka.
