Saat Brian mulai membalas perasaan Nia, ada rahasia yang terungkap diantara dia dan gadis itu.
Terbongkarnya rahasia tersebut membuat Nia sakit hati, lalu memilih untuk memutuskan hubungan mereka.
Terima kasih untuk readers ku tercinta🌚.Akhirnya cerita BriaNia ini udah ratusan kali dibaca😊❤.Jangan lupa vote dan komennya,ditunggu❤.
BRIANIA
"Gue yakin lo kuat kok Ra.."
Nia meyakinkan Fara yang sedang menangis sesegukan diseberang telepon sana.
"Kabarnya gimana ya Nia?baik-baik aja gak dia ya?udah dua hari gak masuk sekolah,gue khawatir".
Nia menghela nafasnya pelan,"Gak usah dipikirin Fara.Nanti jadi beban lo".
"Tapi.."
"Yang penting lo jaga kesehatan.Jangan gara-gara mikirin Ikshan lo lupa pola makan."
Terdengar helaan nafas dari lawan bicaranya."Gue usahakan".
Nia manggut-manggut dan tersenyum walaupun tidak terlihat langsung oleh Fara.Mata Nia menuju jam didinding.
"Yaudah bagus deh,gue tutup dulu ya telponnya".
"Iya.."
Pip.
Jam menunjukkan pukul 16.00 berarti satu jam lagi dirinya akan bersiap-siap.Nia memejamkan matanya sejenak melepas penat seharian ini.Apalagi pikirannya tertuju kepada Brian belakangan ini.
BRIANIA
Sementara itu,Brian sedang duduk di meja belajarnya sambil menulis di buku rahasia.Katakan Brian lebay,kayak perempuan dan sebagainya.Brian tak memperdulikan itu,karena menurutnya dengan menulis sesuatu di buku rahasianya,dapat mengurangi rasa stress di otaknya.
Gue bingung deh sama perasaan gue. Cinta pertama gue itu Aura kan?. Aura yang cantik,gue serasa ter obsesi sama kecantikannya.Bahkan cantiknya melawan Zaskia.
Tapi beda dengan gadis yang gue incar belakangan ini.Namanya Nia,gue deketin dia semata-mata cuman mau ambil kesempatan deket Aura.
Tapi,kok gue ngerasa makin jauh sama Aura dan makin deket sama Nia.Dan..yang lebih parahnya lagi,gue selalu memikirkan gadis itu,ya Nia.
Gue gak tahu halusinasi atau apalah itu,jantung gue serasa gak terkontrol didekat Nia.Ya walaupun beda kalau gue didekat Aura,yang malahan gue diisi dengan decak an kagum.
Gue bener-bener gak tahu sama namanya Cinta.Gue butuh pakarnya,gue butuh penjelasannya.Gak mungkin kn gue suka sama Nia?
Dan anehnya lagi,ketika Aura ditembak Alex pagi tadi,gue gk ngerasa ada perasaan cemburu gitu.Gue biasa-biasa aja.Malah gue merasa kayak fanboy yang mengidolakan idolanya.Idola gue,Aura.
Katakan gue lebay dan jahat,menyukai dua orang gadis diwaktu yang sama.Tapi gue ngerasa gue gak jahat,karena apa?gue cuman naruh harapan di hati Nia.Gak ada niatan buat naruh harapan di hati Aura.
Kenapa?pasti itu yang jadi pertanyaan elo semua yang baca cerita ini.
Karena gue ngerasa,gue bisa aja saling mencintai sama Nia dan melupakan Aura.Gue bisa bahagia sama Nia karena gue gak naruh harapan di hati Aura.
Iyakan?hati bisa saja berubah.
"Huftt..."
Brian menyandarkan punggungnya dibalik kursi belajarnya lalu memijat pelipisnya yang sedikit pusing.
Memikirkan kedua gadis tidaklah mudah.Apalagi harus memilih.
BRIANIA
"Nia bangun Nia.."panggil Mama Nia sambil mengguncang bahu Nia pelan.Nia mengerjapkan matanya dan mengumpulkan kesadarannya.
"Hmm...apa ma?"tanyanya dengan suara serak."Itu katanya pacarmu datang".
"HAHH!!"teriak Nia keras lalu duduk tegap dengan mata melotot.Saking kerasnya teriakan itu,Mamanya menutup telinga.Mungkin suaranya terdengar sampai ke ruang tamu.
"Pa..pacar?"tanya Nia memastikan dengan suara pelan.Mamanya mengangguk,"Brian lagi ngobrol sama papamu".
Skakmat.
Ngapain sih Brian ngaku-ngaku pacarnya Nia.Pakek acara ngobrol sama papanya lagi.
Mama Nia turun kebawah menemui suaminya dan Brian."Gimana tante?Nia udah bangun?"tanya Brian memastikan.Mama Nia mengangguk,"Dia lagi mandi,tunggu sebentar ya nak Brian".
Brian mengangangguk sopan,"Mah itu kenapa Nia teriak-teriak?suaranya ampek kebawah lho"tanya papa Nia heran.
"Oh itu..Nia kaget"jawab Mama Nia yang membuat Brian menatapnya serius,"Soalnya tadi mama bilang pacarnya datang kesini"jelas mama Nia dengan tatapan menggoda Brian.
Brian terkekeh kecil sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Emm..saya gak pacaran sama Nia kok tante"ucap Brian.
"Calon kayaknya"celetuk papa Nia yang membuat Mama Nia tertawa.Sementara Brian?ia akui dirinya salah tingkah karena terus digoda oleh orang tua Nia.
"He he".
Tak lama kemudian,Nia datang dengan baju santai jalannya.Dengan sepatu snikers pink dan baju pink serta rok hitam.Dipadu dengan style rambutnya,kepang kebelakang.Menawan adalah kata hati Brian saat melihat Nia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yuk.."ajak Nia membuyarkan lamunan Brian.Brian mengangguk lalu menyalimi kedua tangan orang tua Nia,disusul juga oleh Nia.
"Ma,pa Nia berangkat ya"ijin Nia.
"Iya Nia..asal pulang jangan diatas jam sembilan ya.Nak Brian hati-hati bawa mobilnya"nasehat papa Nia.
Brian mengangguk mantap,"Tante..om saya pinjam dulu anaknya sebentar".
Mama dan papa Nia mengangguk,lantas Brian dan Nia berpamitan sebelum keluar dari rumah.
"Brian kenapa sih lo ngaku-ngaku kita pacaran?!"tanya kesal Nia dengan pipi yang merona malu.Wajahnya juga dibuat cemberut dan menggembungkan pipinya yang memerah.
Brian terkekeh,"Gue gak ada ngaku-ngaku kita pacaran."bela Brian
"Terus..berarti mama gue?.."
"Gak usah diperpanjang lah,ayok cepetan masuk mobil.Nanti keburu malam"potong Brian.Nia mengangguk paham lalu masuk kedalam mobil dan disusul oleh Brian.