"Manusia itu munafik,datang cuman pas ada perlunya doang".
"LEPASIN tangan gue Ilham!"
"Gak!gue akan lepasin tangan lo setelah lo maafin gue"ucap Ilham yang membuat Nia menatapnya tajam.
"Apa?memaafkan lo?!"nada meremehkan dari mulut Nia membuat emosi Ilham mendidih,tangannya terkepal kuat.
"Apa bisa gue memaafkan lo?setelah apa yang lo lakukan ke gue?mikir dong Ham!siapa yang gak sakit hati kalau diputusin gitu aja.Dan siapa yang gak merasa dihianati sama sahabat kecilnya kalau lo ikut campur dan membuat kesalah pahaman dihubungan gue sama Brian!"teriak Nia menggebu-gebu.Emosi nya meledak seketika.
Ilham menghembuskan nafasnya pelan."Apa kurangnya sikap gue ke elo selama ini?gue selalu mencoba ngobrol sama lo.Tapi lo menjauh,apa perjuangan gue yang terlalu kecil atau elo yang terlalu polos?"tanya Ilham.
"Gue suka sama lo Nia.."
"Dan biarkan gue berjuang,membuktikan bahwa gue lebih baik dari pada Brian".Nia menggeleng tegas dan menatap sinis Ilham.
"Kalau lo berani mengambil satu langkah untuk lebih dekat sama gue.Gue gak akan memaafkan lo.Jangan berbuat apapun untuk selanjutnya,kalau lo berani turun tangan dihubungan gue sama Brian.Lo akan nanggung akibatnya.Bukan Brian yang membalas,tapi gue sendiri yang akan menghadapi lo"ancam Nia dengan murka.
"Apa gue gak bisa jadi temen lo?"lirih Ilham.
Hey ayolah?teman.Tidak buruk,
BRIANIA
"Terus?lo terima Ilham sebagai temanlo?"cecar Aura.Nia menggeleng,Aura menganggukkan kepalanya bangga.
"Ini nih baru sahabat gue Nia.Yang gak bisa diperbudak orang!"ucap Aura.
"Emangnya gue pernah diperbudak orang?"sengit Nia menatap tajam Aura.Aura nyengir sambil menggeleng.
"Engga sih,biasanya kan elo tuh emm...kayak memaafkan seseorang.Terlalu baik."Fara menambahi sambil menatap Nia.
Nia menggeleng sambil tersenyum."Manusia itu munafik,kalau dibaikin malah nge-manfaatin.Kalau di jahatin,malah dicibir".
"Lebih munafik lagi karena datang pas cuman ada perlunya doang".
Bibir Nia terangkat menjadi tersenyum kecut,hari ini hari ketujuh tepatnya seminggu setelah kepergian Brian.Dan Ujian Nasional sudah didepan mata.
Lelaki itu tidak sama sekali mengabari nya,bahkan untuk mengirim pesan saja tidak.Namun Nia tetap tegar,karena berpositif thinking.
Berkat Brian,Nia merasakan sakitnya LDR bagi mereka yang berpacaran namun terhalang jarak.Memang,rindu jahat sekali tidak bisa berkurang namun selalu bertambah.
Apa peduli Mu jika aku Rindu?
~~•~~
Singkat bgt ini chapter wkwkw.
'apa peduli mu jika aku rindu?:('
Buat Brian yang asli,apa peduli mu jika aku rindu?😌😞.
Lah curhat wkwk.
Inshaallah jadi jarang update kan beberapa hari ini.Ga menentu gitu,malas buka wp kebanyakan buka yt sih.
Cover juga ganti2 wkwkw...
S
ebenarnya udh lama.mau Publish dan rencananya jrg publish kan.Krena ad yang nagih2 so gw buat deh chapter ini.Soalnya udh lama bgt juga ini chapter di draf,mulai dari kemarin.
Yudah si segitu dlu oke oke oke oke oke oke oke oke oke oke oke oke.
With love,
Dhfputtritthrma.
KAMU SEDANG MEMBACA
BRIANIA
Ficção AdolescenteSaat Brian mulai membalas perasaan Nia, ada rahasia yang terungkap diantara dia dan gadis itu. Terbongkarnya rahasia tersebut membuat Nia sakit hati, lalu memilih untuk memutuskan hubungan mereka.
