BAGIAN DUA PULUH SEMBILAN: VIRUS CINTA

190 14 2
                                        



Tau rasanya kalau kamu cuman dijadiin pelarian aja tanpa dikasih kepastian?



BRIANIA


"Lo lupa sama gue?"

Suara hening,hanya ada semilir angin yang melengkapi.Dua insan itu terdiam setelah bertahun-tahun tidak bertemu.Keadaan yang dulunya hangat mendadak menjadi dingin dan canggung.

"Gimana gue mau lupa sama lo Lex.Lo orang yang pernah ngisi hati gue.Walaupun akhirnya lo ngelukain hati gue"jawab Kirana.

Alex tersenyum masam.

"Lo masih sama,Kirana nya gue".

"Maaf ya Lex,gue gak ada hati lagi buat lo.Hati gue cuman buat calon tunangan gue"jelas Kirana.

"Do not you miss me?"tanya Alex mengacuhkan perkataan Kirana.

"Sorry, we were reunited as a friend and nothing more"Kirana menghela nafasnya sebelum melanjutkan perkataannya

"Gue udah jadi milik Ikshan.So forget me,please!"pinta Kirans memohon pada Alex.

Alex tersenyum hampa lalu mengacak-acak gemas rambut Kirana.

"Okay,gue akan jauhin lo.Tapi jawab pertanyaan gue ini".

Kirana menganggukkan kepalanya,"Apa?"

"Apa berhak gue jatuh cinta lagi?"

BRIANIA

Ujian Nasional tinggal menghitung hari lagi.Tentu untuk anak IPA dan IPS sudah mempersiapkan ilmu matang-matang.

Jika di SMA lain,kebanyakan kelas IPA yang cerdas dan berprestasi,sedangkan kelas IPS dikenal dengan brandalan dan nakal.

Salah!kenyataan itu salah!

Nyatanya,kenyataan itu tidak berlaku untuk kelas 12 IPS SMA High school.Yang tak lain kelas itu adalah kelas Nia.

Jika anak IPS dikenal dengan julukan bad,namun kelas yang satu ini berbeda.Mereka cerdas dan pintar,memiliki keahlian dibidang basket,menari,dance,futsal dan ballet.

Tapi kelakuan mereka juga rata-rata nakal.But,kenakalan mereka masih dalam batas wajar.

Jika di SMA lain kelas IPA dan IPS dikenal sebagai julukan kelas tak bisa damai,namun tidak berlaku untuk SMA High School.

Mereka berteman akrab.Tidak ada istilah membedakan dalam pertemanan mereka.

Hal itu juga berlaku pada gadis berambut panjang sebahu yang sedang membaca buku geografi tebal.Yang mampu membuat siapa saja sakit kepala.

Namun ketenangan gadis itu seolah terganggu karena terdengar suara samar-samar dari belakangnya.Lantas Nia menoleh dan melihat Brian sedang menatapnya.

"Apa?"

Tanpa izin Brian duduk disebelah Nia.

"Kenapa?gue gak boleh kesini ya?"tanya Brian.

Nia menghembuskan nafasnya berusaha sabar.

"Bentar lagi UN.Ngapain lo kesini?bukannya belajar!"cibir Nia lalu fokus ke bukunya lagi.

BRIANIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang