Terima kasih sudah hadir di hidupku,membuat hidupku lebih berwarna walaupun akhirnya aku terluka.
[Playing Audio—Bukan untukku—Hanin Dhiya]
Siapin Tisu Gengs😩
BRIANIA
Bulan telah berganti tahun.Keadaan nya masih sama,sendiri.
Namun status gadis itu bukan pelajar lagi.Sudah menyandang status Dokter di salah satu rumah sakit Jakarta.
"Akhirnya selesai!"seru Nia merenggangkan tangannya.Ia melirik pada jam yang berada di pergelangan tangannya.
Hubungannya dengan Ilham berangsur-angsur membaik.Mereka menjadi sahabat,tidak lebih.Ilham saja sudah memiliki istri.
Kirana.Adalah nama istri Ilham sekarang.
Kirana memasuki ruangan adik sepupunya dengan senyum yang riang.
"Hai ibu Dokter!"sapa Kirana lalu duduk dihadapan Nia.Nia tersenyum,
"Hai Nona Wijaya!"balas Nia lalu terbahak melihat ekpresi Kirana yang tersenyum malu-malu.
"Ihh apa-apannsih!"sungutnya sebal.
Nia terbahal lebih keras.Ia berhenti tertawa saat Ilham memasuki rungannya.
"Nia..Kirana.."panggil Ilham dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Kamu kenapa?"tanya Kirana berdiri dan menghadap Ilham.Ilham menggeleng dan menatap Nia.
"Lo tahu?klien baru gue.Gila!"
Nia mengernyit mendengar perkataan Ilham yang menggantung.
"Bener-bener nih!"
"Brian....dia kembali Nia!"
BRIANIA
"Baik Pak Wijaya.Kita kedatangan klien dari Prancis.Hebatnya lagi dia adalah CEO diperusahaaan nya."
Ilham manggut-manggut mendengar perkataan sekretarisnya.Walaupun dihati Ilham ada yang menjanggal dengan kota Prancis.
"Jadi,kapan pertemuan saya dan dia diatur?"tanya Ilham balik.
"Siang ini Pak.Rencananya sambil makan siang bareng juga."
Ilham mengangguk,"Kamu sudah tahu kan dimana tempat pertemuannya?"
Sekretarisnya mengangguk.
"Sudah Pak."
"Good."
"Saya tinggal keruangan saya dulu ya.Ada berkas-berkas yang belum diselesaikan.Permisi"pamit sekretaris itu.Ilham menganggukkan kepalanya.
Setelah waktu yang ditentukan tiba.Ilham dan beberapa orang kepercayaannya menuju tempat yang sudah ditentukan.
"Boleh saya tanya?"
Sekretarisnya tersentak lalu mengangguk."Tanya apa Pak?"
"Nama Klien kita siapa?"tanya Ilham.Memang,dia belum bertanya nama kliennya itu.
"Mr.Arnan Pak"jawab Sekretarisnya.Ilham mengangguk,dia kira kliennya adalah Brian.
Setelah itu,mereka sampai ke restoraunt ternama.Biasanya dipakai untuk meeting atau acara besar-besaran yang diselenggarakan oleh pengusaha besar dan ternama di Jakarta.
KAMU SEDANG MEMBACA
BRIANIA
Fiksi RemajaSaat Brian mulai membalas perasaan Nia, ada rahasia yang terungkap diantara dia dan gadis itu. Terbongkarnya rahasia tersebut membuat Nia sakit hati, lalu memilih untuk memutuskan hubungan mereka.
